Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD | 47 : KELULUSAN


__ADS_3

Tiada henti, waktu pun berlalu. Hingga tidak terasa, hari sudah menuju hari kelulusan mahasiswa di Kampus tersebut.


Hari-hari yang dinantikan oleh para mahasiswa pun akhirnya datang. Semua menantinya dengan sabar dan terlihat begitu bergembira.


“Aku tidak sabar melihatnya! Siapa yaa yang mendapatkan nilai tertinggi di Kampus kita?“ seru mahasiswa 1 kepada temannya.


“Bisa jadi kamu tuh!“ Lalu keduanya saling tertawa.


Bahagia itu tidak mesti dirasakan sendiri. Begitu juga ketika sedih dan juga marah. Dalam persahabatan, tidak ada yang merasakannya sendiri. Ketika satu merasa gembira, maka semua akan bergembira. Lalu ketika ada yang merasa sedih, maka semua akan turut bersedih. Jika ada yang geram ataupun marah dengan sesuatu, maka semua pasti akan sama demikian.


Persahabatan itu indah jika sudah dijalani lama. Memiliki sahabat yang pengertian, baik hati. Apalagi jika sahabat kita pintar, dan dengan sukarela membantu mengajari kita materi yang tidak kita pahami. Benar-benar sahabat yang ideal ya!


Seluruh mahasiswa berkumpul disalah satu ruangan yang cukup luas, kira-kira bisalah untuk menampung ratusan orang. Ruangan ini kebetulan terdapat di Kampus. Ruangan ini juga dilengkapi fasilitas, seperti pendingin ruangan, tempat duduk yang nyaman, makanan dan minuman yang menggiurkan dimata.


Dekorasi yang dibuat juga terlihat indah. Pakaian yang digunakan oleh para mahasiswa juga tidak kalah indahnya.


“Perhatian! Kepada seluruh mahasiswa! Tolong perhatiannya!“ seru Pembuka Acara. Pembuka Acara itu berbicara dengan menggunakan mikrofon. Ruangan ini dilengkapi dengan speaker, sehingga orang yang berada diluar ruangan pun juga dapat mendengar suara didalamnya.

__ADS_1


“Acara akan segera kita mulai. Selamat menikmati acara berikut ini. Kami persembahkan … .“ Begitulah yang dikatakan oleh Pembuka Acara.


Acara pun dimulai. Semua orang menyaksikan acara tersebut dengan hati yang bergembira dan begitu tidak sabaran menunggu pemberitahuan kelulusan.


Waktu berlalu hingga tidak terasa, acara sudah mau diakhir. Acara yang dimulai dengan pidato-pidato yang dibacakan oleh mahasiswa, lalu oleh dosen-dosen disini juga.


“Tidak terasa ya, Pak. Acara sudah mau selesai saja,“ ucap salah satu dosen kepada teman dosennya.


“Iya, Bu. Sebentar lagi akan pengumuman kelulusan. Semua mahasiswa sudah lama menanti-nanti ini,“ sahut Dosen pria menimpali.


Ternyata mereka adalah Andika dan Saskia. Andika adalah Dosen pria itu, dan Saskia adalah dosen wanita tersebut.


“Acara apa yaa kira-kira?“


Semua mahasiswa mulai menyahut-nyahut. Rata-rata diantara mereka, menjawab acara kelulusan.


“Acara kelulusan? Benar nggak nih yaa?“ Pembawa Acara tampak tarik ulur waktu. Mahasiswa-mahasiswi tidak menyerah begitu saja, mereka mencoba menjawab. Namun, tidak ada satupun jawaban mereka yang menyatakan benar. Karena si Pembawa Acara masih menarik ulur.

__ADS_1


“Baiklah, sepertinya sudah sangat penasaran banget ya para mahasiswa-mahasiswi kita ini!“


“Mau nyanyi-nyanyi dulu atau kelulusan dulu nih?“ Pembawa Acara kembali tarik ulur waktu. Sepertinya waktu yang diberikan begitu panjang. Hingga Pembawa Acara itu memutuskan untuk menarik ulur waktu. Selain menghibur, para mahasiswa juga menggunakan otak kanan kirinya untuk menebak acara selanjutnya.


“Baiklah, kita tidak perlu menunggu terlalu lama lagi! Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang lewat. Kepada Bu Saskia dipersilahkan untuk naik,“ ucap Pembawa Acara.


Bu Saskia pun naik keatas panggung. Para mahasiswa menyambutnya dengan sorakan serta tepukan tangan.


Setelah mengucapkan kata penghormatan, Bu Saskia pun berbicara hal yang terlihat lebih serius.


“Ibu ucapkan, selamat untuk mahasiswa yang telah berprestasi. Dan untuk mahasiswa lainnya, tetap semangat menjalani kehidupan selanjutnya,“


“Selamat kepada Zilya Daisha! Dia telah mendapatkan nilai tertinggi dengan rata-rata yang tidak biasa, melainkan sangat luar biasa! Kepada mahasiswa kami yang bernama Zilya Daisha, dipersilakan untuk naik keatas panggung,“ seru Bu Saskia dengan wajah tersenyum senang.


Namun, sang empunya nama tidak kunjung menampakkan wajahnya. Bahkan beberapa dosen serta mahasiswa terdekatnya membantu mencari sosok Zilya Daisha, namun tidak dapat ditemukan disana.


“Atas nama Zilya Daisha. Silakan naik keatas panggung,“ ucap Bu Saskia lagi. Mengira Zilya tidak mendengar suara seruannya tadi.

__ADS_1


Namun, hasilnya tetap sama. Beberapa dosen mulai melakukan pencarian. Hingga satu gedung itu, diantara mereka tidak ada yang dapat menemukan Zilya.


__ADS_2