
“Ka-Kamu??“ Dua pelaku itu tidak menyangka saat melihat wajah sosok pria tersebut.
“Kalian?“ Sosok pria tersebut juga tidak menyangka. Bahwa pelakunya ini adalah orang terdekatnya.
“Daf … Kenapa kamu bisa berada disini?“ Naomi memberanikan diri bertanya kepada Zayn.
“Kenapa aku merasa aku dan Nancy dipenjara ada hubungannya ya sama Zayn dan ibunya ini?“ kata Naomi dalam hati. Merasakan ada hal tidak beres.
“Aku?“ Zayn melemparkan senyuman sinis. Kedua mahasiswa yang pernah menjadi Idola di Kampusnya, masih berpura-pura tidak mengetahui mengapa ia bisa berada disana.
“Iya, kamu Daf. Kalau bukan siapa lagi?“ sahut Naomi.
“Kalian masih tidak menyadari rupanya,“ Zayn mengepalkan tangannya.
__ADS_1
“Aku tidak menyangka, kedua mahasiswa yang pernah menjadi Idola di Kampusku ini adalah pelakunya. Ternyata inilah yang dimaksud, janganlah engkau menilai seseorang dari penampilannya,“
“Naomi dan Nancy dulu terlihat seperti seorang mahasiswa yang memiliki akhlak baik. Katanya, mereka ramah dan juga suka menolong orang lain. Tidak sungkan mengucapkan terimakasih kepada orang yang sudah membantunya. Namun kenyataannya, tidak seperti yang mereka semua katakan. Semuanya hanyalah kebohongan!“ batin Zayn.
Naomi tidak sengaja melihat sorot mata Zayn. Tatapannya begitu tajam. Tanpa disadari, Naomi reflek mundur beberapa langkah ke belakang.
“Ada apa, Nao?“ bisik Nancy tepat ditelinga Naomi. Namun, Naomi tidak menjawab, justru sahabatnya malah mengabaikan dirinya. Nancy merasa bingung sekaligus heran. Manik matanya melihat sosok pria dihadapan mereka saat ini. Sorot mata Zayn tertuju dengannya, Nancy pun reflek juga ikut mundur ke belakang.
Dari kejauhan yang tidak sampai dari 10 meter, seorang Polwan tengah mengawasi keempat orang tersebut. Agar tidak menimbulkan keributan nantinya, oleh karena itulah mengapa Polwan tersebut ditempatkan di posisi yang agak jauh.
Naomi dan Nancy menunduk malu. Tangan mereka terkepal keras. Ingin rasanya mereka membalas ucapan Zayn dengan kata-kata pedas. Namun, saat ini, tidak mungkin bagi mereka untuk melakukannya. Bisa-bisa, Zayn akan memberi hukuman lebih berat nantinya kepada mereka.
“Apa Beliau adalah Ibumu, Daf?“ tanya Nancy lalu duduk di tempat duduk tanpa disuruh. Kakinya terasa pegal akibat berdiri begitu lama.
__ADS_1
“Jika iya, kenapa?“ jawab Zayn yang membuat Naomi dan Nancy tidak bisa berkutik. Mereka tidak tahu ingin mengatakan apa lagi, apalagi Zayn membuat mereka tak bisa berkutik lagi.
“Ada masalah? Apa karena Beliau adalah Mamaku, baru kalian ingin menghormati Beliau?“
“Terlambat! Menghormati seseorang bukan dari harta!“ tegas Zayn.
“Kalian sungguh keterlaluan. Berani mengancam seseorang dengan senjata api. Sepertinya di penjara, membuat kalian senang,“ ucap Zayn sambil tersenyum sinis.
“Jadi … Kamulah yang melaporkan kami kepada Polisi?“
“Tentu saja. Jangan mengira aku tidak bisa melakukan apapun. Orang jahat sudah sepatutnya menerima karmanya,“ ucap Zayn.
Naomi dan Nancy sontak bersimpuh. Hal tersebut membuat Zayn mengangkat alisnya.
__ADS_1
Mama Zayn yaitu Sofi, tidak bisa berbuat apapun. Apalagi setelah mendengar percakapan ketiga orang ini, bahwa pelakunya adalah orang terdekat anaknya sendiri. Merasa tidak menyangka, itulah yang dirasakan Beliau saat ini.
“Kami minta maaf, Daf! Jangan penjarakan kami, mohon!“ isak Naomi dan Nancy tiba-tiba.