Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD | 36 : CINTA SEJATI


__ADS_3

“Kami minta maaf, Daf! Jangan penjarakan kami, mohon!“ isak Naomi dan Nancy tiba-tiba.


Zayn mengernyitkan alisnya. Naomi dan Nancy meminta maaf kepadanya?


“Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Kalian sudah melakukan kesalahan besar, sekarang sepatutnya kalian menerima hasil dari perbuatan kalian,“


“Hati-hatilah dalam berbuat. Apa yang kamu perbuat, maka akan kamu tuai suatu saat nanti,“ tutur Mama Zayn dengan lembut.


Naomi dan Nancy hanya mengangguk pelan. Dalam hati berkata, “Daf, lihat saja nanti, kamu akan aku balas setelah keluar dari sini.“


“Iya, Tan,“ jawab Naomi dan Nancy dengan suara yang dibuat-buat seolah menyesal atas perbuatan mereka.


“Lain kali, berpikirlah sebelum bertindak,“ nasehat Mama Zayn lagi. Membuat Naomi dan Nancy ingin memuntahkan isi perutnya mendengar nasehat dari Mama Zayn.


“Iya, Tan,“ jawab Naomi dan Nancy. Mengusap pipinya yang basah karena air mata.


“Zayn. Ayo pulang,“ ajak Mama Zayn. Bahkan Beliau tidak memiliki niat untuk memaafkan kesalahan Naomi dan Nancy kali ini. Baginya, siapapun orangnya, berani berbuat, maka dia harus berani bertanggungjawab.


“Iya, Ma,“ sahut Zayn.


“Kami pergi duluan. Renungkanlah kesalahan yang telah kamu perbuat di Penjara,“ pamit Mama Zayn. Meskipun kedua mahasiswa di hadapannya telah berani mengancam dirinya, Mama Zayn masih sopan dan bahkan berpamitan dengan kedua mahasiswa tersebut.


“Iya, Tan. Hati-hati dijalan,“ jawab Naomi berpura-pura baik dengan Mama Zayn.


“Hati-hati di jalan, Tante,“ sahut Nancy.


Zayn dan Mamanya pun pergi meninggalkan Naomi dan Nancy. Melihat itu, Naomi dan Nancy saling bertatapan memberikan kode.


“Menurutmu, apa Mama Zayn akan mencabut laporannya?“

__ADS_1


Itulah kode yang diberikan Nancy. Naomi pun memberi kode untuk menjawab.


“Mama Zayn baik hati, pasti dia akan mencabut laporannya. Apalagi dia mempunyai anak yang seusia dengan kita, tentu dia tidak akan tega,“ Karena Mama Zayn tidak memarahi mereka atau bahkan melemparkan tatapan bermusuh, Naomi menganggap Mama Zayn adalah orang baik hati.


“Ya, aku berharap seperti itu sih,“ sahut Nancy dengan suara pelannya.


Polwan yang mengawasi mereka sedari tadi, pun kembali memborgol tangan Naomi dan Nancy. Kali ini, Polwan nya tidak sendirian, dia bersama rekan kerjanya.


Tangan mereka diborgol lalu kembali dimasukkan kedalam jeruji besi.


***


Hari sudah sore menjelang malam hari. Zayn dan Ibunya tadi pergi ke Kantor Polisi saat hari siang menjelang sore. Dan tentunya jadwal Zayn sudah selesai.


“Ma, mau langsung pulang atau kita pergi makan di Restoran saja?“ tanya Zayn.


“Makan di Restoran saja. Biar kita pulang, langsung beristirahat,“ sahut Mama Zayn.


Meskipun Zayn masih seorang mahasiswa, Zayn sudah memiliki kemampuan untuk menyetir. Zayn sudah bisa menyetir saat dia tamat SMA.


Mamanya pun selalu mendukung apapun yang dia inginkan. Asalkan tujuan Zayn baik, maka Beliau akan selalu mendukung keputusan Zayn.


Waktu berlalu. Detik ke menit, menit ke jam, dan sekarang mereka pun sudah sampai di sebuah Restoran.


Mereka masuk kedalam bangunan mewah tersebut. Memesan makanan yang diinginkan lalu mencari tempat duduk kosong.


Sambil menunggu pesanan makanan mereka sampai, Zayn dan Mamanya berbincang membahas mengenai kuliah Zayn.


Lalu tiba-tiba saja, Mamanya bertanya yang membuat Zayn terdiam.

__ADS_1


“Zayn, apa kamu sudah memiliki kekasih?“ Hal tersebutlah yang membuat Zayn terdiam.


Bagaimana bisa dirinya sudah memiliki kekasih? Dirinya saja masih mengharapkan Dania kembali.


Zayn yang melamun, membuat Mamanya curiga dengan anaknya.


“Apakah anaknya sudah memiliki kekasih lalu melakukan hal-hal yang aneh? Atau jangan-jangan anaknya justru malah menyukai sesama jenis?“ Pikiran buruk merasuki pikiran Mama Zayn.


Mama Zayn menepis pikiran buruk itu.


“Tidak! Aku tidak boleh memikirkan hal-hal yang diluar nalar. Barangkali Zayn melamun karena sedang memikirkan pekerjaan, atau mungkin Zayn masih belum menemukan cinta sejatinya,“ Mama Zayn berusaha berpikiran positif dengan anaknya.


“Bagaimana, Nak?“ tanya Mama Zayn membuat lamunan Zayn terbuyarkan begitu saja.


“Zayn masih belum menemukan cinta sejati Zayn, Ma,“ jawab Zayn lirih.


Ternyata inilah yang membuat anaknya melamun. Rupanya anaknya masih belum menemukan cinta sejatinya. Harusnya tadi dia tidak memikirkan hal-hal buruk tentang anaknya.


“Baiklah, Nak. Mama tidak mempermasalahkannya. Cinta sejati memang sulit diperoleh. Mama tidak mempermasalahkan jika kamu ingin fokus dengan kuliah baru tentang cinta,“ tutur Mama Zayn.


Zayn menyandarkan kepalanya di bahu Mamanya. Mamanya selalu pengertian dengannya. Amat beruntung dirinya memiliki ibu yang pengertian.


Memejamkan matanya sebentar sambil memikirkan masa depannya kelak.


“Makanannya,“ ucap Pelayan. Membuat Zayn mengerjapkan matanya.


Manik matanya menelusuri Restoran ini. Tidak sengaja, manik matanya menoleh pada sebuah ruangan VVIP. Meskipun kacanya berwarna gelap, Zayn masih bisa melihat dengan jelas.


Lalu, matanya melihat seorang gadis didalam yang masih menggunakan pakaian kuliah. Gadis itu sedang menikmati makanannya. Hingga tidak menyadari ada seseorang dibelakangnya dengan memasukkan tangannya kedalam saku jas. Mengeluarkan sebuah sapu tangan.

__ADS_1


Restoran ini pengawasannya memang cukup ketat. Terutama pada ruangan VVIP. Tidak bisa sembarangan orang memasukinya.


Seseorang yang dibelakang gadis itu pun berniat membekap mulut si gadis. Tanpa disadari, Zayn berlari menuju ruangan VVIP.


__ADS_2