Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD | 53 : MISI PENYELAMATAN


__ADS_3

“Ha … Ha … Ha! Kehancuranmu akan tiba, Nona Zilya!“ Evan tertawa dengan begitu kerasnya. Ambisinya selama ini, sekarang sudah berhasil.


Tiba-tiba saja, asap hitam mengelilingi mereka. Semakin lama, asap itu bukannya menghilang justru bertambah banyak. Membuat para pria bertubuh tegap yang merupakan anak buah Evan pingsan seketika di tempat.


Evan sendiri sudah tidak tahan akan asap ini langsung bergegas mencari tempat persembunyian. Firasatnya merasa kejadian asap hitam ini ada hubungannya dengan Zilya.


Evan yang merasa sepertinya ada yang tidak beres, memutuskan kembali ke tempat tadi. Betapa terkejutnya, ternyata asap hitam tadi sudah menghilang. Namun, anak buahnya masih tergeletak pingsan di tanah.


Ia mengarahkan pandangannya mencari Zilya dan Dania yang sengaja ia tinggalkan tadi. Yang ia pikirkan tadi, agar Zilya dan Dania juga mengalami hal yang sama.


Ia pun menemukan tali dan lakban yang berserakan di atas tanah. Evan pun mengepalkan tangannya dengan kuat. Baru saja ambisinya berhasil, kini gagal lagi. Misi yang tidak jadi berhasil.


Evan segera memantau tempat tersebut. Ia yakin, Zilya dan Dania pasti belum jauh dari sana. Ia mengambil pistol sebagai senjata dari anak buahnya.


Ia pun berjalan perlahan sambil mengarahkan pistol tersebut ke arah yang ditujuinya.


“Berhenti!“ seru Evan dengan nada tinggi, saat menyadari di semak-semak ada orang yang mencurigakan disana. Apalagi terdengar suara bisikan dari sana.


“Keluarlah kalian!“ Evan berucap lagi sambil melangkahkan kakinya.


“Jika kalian tidak mau keluar, maka jangan salahkan aku apabila peluru ini menembus tubuh kalian! Kalian tahu sendri kan, betapa panasnya peluru ini ketika menembus tubuh kalian?“ ancam Evan yang sepertinya tidak main-main. Jarinya pun mulai menarik pelatuk pistol tersebut.


“DOR! DOR! DOR!“ Suara tembakan pun terdengar. Wajah Evan memerah menahan amarah yang akan meledak.

__ADS_1


Namun, setelah menembak, justru ja tidak mendengar apapun dari semak-semak.


“HEI! CEPATLAH KELUAR DARI SANA! APA YANG SEDANG KALIAN RENCANAKAN SEBENARNYA, HAH!“ Evan berteriak tidak jelas. Hingga keluarlah beberapa ekor burung berterbangan semakin jauh.


“Burung?“ Evan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


“AAA!“ Evan tiba-tiba merasakan sakit yang luar biasa pada kakinya. Membuat ia sontak mengarahkan pandangannya pada kakinya. Kakinya tiba-tiba saja tertembak. Membuat Evan langsung mengambil pistolnya lagi lalu menoleh kearah belakang.


Ia melihat Zilya, Dania, dan sesosok pria yang tidak ka ketahui siapa orangnya.


“Rupanya kalian disini, hm! Sepertinya kalian ingin bermain-main denganku!“ Tanpa aba-aba, Evan langsung menarik pelatuk pistol, hingga terdengarlah suara tembakan.


Sayangnya peluru tersebut tidak mengenai Zilya, Dania dan juga sesosok pria tersebut. Justru malah mengenai pohon yang tidak memiliki kesalahan tersebut yang menjadi korban.


Evan yang mulai menembak dengan gila membuat Zilya, Dania dan sesosok pria tadi harus menghindar beberapa kali. Bahkan beberapa kali, peluru itu tidak sengaja mengenai lengan Zilya.


“Aww!“ Beberapa kali, Zilya terkena peluru itu karena melindungi Dania dan juga Zayn.


“Hati-hati, Zil!“ ucap Zayn membuat Zilya tersipu seketika. Namun, tiba-tiba saja lagi, Zayn melihat Evan kembali menembakkan peluru kearah mereka. Membuat Zayn tanpa pikir panjang, menarik tubuh Zilya dalam pelukannya, dan menarik tangan Dania menjauh. Jadilah pohon yang menjadi korbannya lagi.


Karena tarikan Zayn yang tiba-tiba, membuat mereka bertiga jatuh di tanah. Zilya yang dalam pelukan Zayn, sedangkan Dania disebelah mereka.


Mata Zilya dan Zayn saling bertatapan dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh mereka.

__ADS_1


“Ciee … Ciee.“ Dania menyoraki mereka, membuat Zayn dan Zilya sontak berdiri seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal pipi mereka sudah sama-sama memerah. Dania tersenyum melihat hal tersebut.


Evan yang ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan pun segera menembak lagi, namun sayangnya pelurunya telah habis. Membuat Evan tanpa pikir panjang langsung memutuskan melarikan diri. Namun, hal tersebut dilihat oleh Zayn. Zayn pun langsung menembaki kaki Evan satunya lagi, membuat Evan terjatuh di tanah.


Di saat yang bersamaan, Polisi yang dihubungi oleh Zayn telah tiba. Mereka langsung memborgol tangan Evan, membuat Evan tidak bisa berkutik lagi.


“Terima kasih banyak sudah membantu kami menyelesaikan kasus besar seperti ini. Kami sungguh mengapresiasi apa yang sudah Anda lakukan pada hari ini, Tuan Zayn, Nona Zilya dan Nona Dania,“ ucap salah satu Polisi dengan sopan.


“Sama-sama, Pak. Senang bisa membantu kalian," seru Zayn sambil tersenyum kearah Zilya. Senyuman yang tidak bisa diartikan.


Dania dan Polisi tersebut yang sadar menjadi nyamuk diantara Zayn dan Zilya pun hanya bisa tersenyum.


Evan pun dibawa masuk ke dalam mobil Polisi. Ia diapit kanan kiri oleh Polisi. Tidak sengaja, matanya melihat Naomi dan Nancy yang juga diseret oleh Polisi.


...***...


Bab selanjutnya akan flashback. Siapkan hati dan pikiran ya, mungkin ini flashbacknya bakalan agak berbeda dari novel Author sebelumnya.


Author juga akan menyiapkan kata-kata yang sesuai untuk plot twist kali ini. Agak dadakan sih, tapi it's okay.


Hari ini, Author akan crazy up untuk menggantikan hari-hari kemarin yang tidak update karena hiatus.


Jika ada typo, tolong diberitahu ya. Maklum, author nulisnya buru-buru😅..

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2