
“Aku tidak terima dengan semua ini! Aku harus membuat nama baiknya hancur!“ Pria tersebut menyeringai lalu menghubungi seseorang.
Tidak lama kemudian, ia mendapatkan panggilan telepon dari orang yang ditelponnya tadi. Dengan segera, pria paruh baya itu mengangkatnya.
“Halo Tuan Gavin! Kami telah berhasil membuat scandalnya. Sekarang, scandal itu telah beredar di berbagai media sosial. Saya yakin, scandal tersebut tidak akan ada yang bisa menghapusnya. Dan juga, orang-orang akan percaya dengan scandal itu,“
Mendengar itu, Gavin merasa senang. “Saya selalu puas dengan hasil kerjaan kamu. Bayarannya sudah saya transfer.“
“Terima kasih banyak, Tuan!“ sahut suruhannya.
Lalu, Gavin mematikan panggilan tersebut dan menghubungi seseorang yang lain lagi...
***
Sementara itu, di sisi lain …
Terlihat ketiga orang sedang berbincang-bincang sembari menonton televisi dan memakan cemilan yang disediakan. Dua gadis duduk di sofa panjang dan satu pria lagi duduk di sofa single.
Ya, mereka bertiga ialah Mei, Daffa dan Zilya. Hingga salah satunya memutuskan untuk mengganti channel karena merasa bosan hanya menonton itu-itu saja.
“Kenapa diganti?“ protes Zilya terlihat kesal. Padahal mereka tadi sedang menonton film yang menurutnya cukup seru.
“Aku bosan menonton itu, lebih baik kita menonton berita saja,“ jawab Daffa dengan santai dan tenang.
“Huh! Daffa tidak asik!“ Mei pergi mengambil cemilan lainnya.
Tinggalah Daffa dan Zilya. Suasana tampak hening sejenak hingga suara televisi memecah keheningan itu.
“Selamat pagi pemirsa, baru saja terjadi sebuah scandal di aplikasi twitter. Seseorang dengan username Secret mengupload sebuah foto seorang penulis terkenal berpenakan Zilya Daisha. Foto tersebut mengambarkan Zilya sedang bersama seorang pria tidur bersama,“
Zilya dan Daffa terkejut ketika mendengar berita tersebut. Terutama Zilya, ia benar-benar tidak percaya. Baru saja kemarin ia menunjukkan identitasnya, hari ini sudah muncul scandal mengenai dirinya.
Ponsel Zilya terus bergetar karena begitu banyak notifikasi yang masuk. Zilya pun segera mengambilnya. Ternyata para netizen sudah mulai menyerang akunnya, bahkan beberapa komentar diantaranya juga meminta orang-orang untuk memblokir dan melaporkan akunnya itu.
“Netizen dengan username Veni berkomentar ’Aku tidak percaya, anak angkatku ternyata seperti itu kelakuannya di luar sana! Dulu, aku selalu menolak ketika dia meminta untuk tidak tinggal bersamaku. Namun karena kau terus meminta, membuatku tidak tega dan akhirnya menyetujui hal tersebut. Jika seandainya waktu dapat diulang, mama tidak akan menyetujui hal tersebut. Zilya, mama tetap selalu menyayangimu walau mama sendiri tidak tahu apakah kau masih menganggapku sebagai mamamu atau tidak... Maafkan mama nak, mama tidak berhasil mendidikmu😭😭.’
Begitulah isi komentarnya, Veni mengaku bahwa Zilya adalah anak angkatnya....“
__ADS_1
“Komentar tersebut berhasil menjadi komentar terpopuler di postingan tersebut, bahkan beberapa netizen lainnya membalas komentar tersebut dengan emoji sedih,“ ucap Jurnalis.
Zilya membelalakkan matanya dengan perasaan tidak percaya ketika mendengar isi komentar tersebut. Bagaimana bisa Veni membuat skenario palsu demi mendapatkan iba dari para netizen?
Daffa sendiri juga tidak menyangka. Apakah benar seperti itu ceritanya? Dia menatap Zilya meminta jawaban.
Zilya yang menyadari tatapan Daffa akhirnya menjawab, “Tidak, itu tidak benar. Dia memang ibuku … Tapi hari ini juga aku baru mengetahui ternyata dia adalah ibu angkatku …“
Kepala Zilya terasa nyut-nyutan mendengar berita hari ini. Ia rasanya tidak sanggup untuk membuka aplikasi sosial medianya karena netizen terus menyerangnya seolah tanpa henti. Bahkan beberapa akun media sosialnya di blokir oleh pihak pembuatnya.
“Yang sabar ya, Zil. Aku akan membantumu membersihkan nama baikmu dari scandal tersebut,“ janji Daffa lalu berniat menghubungi asistennya, Bram.
“Terima kasih, Daf. Tapi sepertinya tidak perlu, aku akan menyelesaikan itu semua sendiri,“ tolak Zilya.
Inilah yang membuat Daffa jatuh cinta pada sosok Zilya. Sosok yang mandiri.
“Tidak masalah, aku akan membantumu sebagai teman baik,“ jawab Daffa.
Tidak lama kemudian, Mei datang dengan membawa cemilan.
“Wanita itu lagi! Astaga, aku tidak mengerti mengapa banyak orang yang malah mendukung dia!“ ucap Mei.
Mei mengalihkan pandangannya kearah Zilya. Batinnya merasa iba dengan Zilya. Baru saja naik daun, kini ia sudah di serang oleh para netizen. Ia tidak mengerti mengapa para netizen selalu melihat ataupun membaca sebuah artikel tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu.
“Apakah kamu baik-baik saja, Zil?“ tanya Mei dengan penuh khawatir. Ia takut Zilya terpuruk dan akhirnya jatuh sakit, lalu tidak bisa melanjutkan pekerjaannya lagi. Zilya tentu akan menjadi lebih terpuruk nantinya apabila hal tersebut terjadi.
Dan Mei tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi. Sebagai sahabat yang baik, tentu ia harus menghibur dan memberi solusi kepada sahabatnya saat terpuruk.
“Aku akan mengumpulkan bukti-bukti yang sebenarnya, lalu aku akan upload di twitter,“ ucap Mei.
“Terima kasih, Mei.“ jawab Zilya. Dia beruntung, saat ia terpuruk ada sahabat yang selalu akan membantunya.
Mei hanya mengangguk. Lalu jarinya mulai mengetik sesuatu di ponselnya. Zilya sebagai korban tentu tidak akan diam, ia mengambil laptop yang kebetulan ia bawa dan mulai mengotak-atik.
Daffa sebagai satu-satunya pria disitu menjadi tidak enak hati apabila hanya mengandalkan anak buahnya saja. Tidak mungkin dong, dia hanya mengandalkan anak buahnya, tapi dua gadis yang bersamanya berusaha semampu mereka. Ia merasa menjadi pria tidak berguna.
Otaknya mulai berpikir sesuatu. Apa yang harus ia lakukan?
__ADS_1
“Mei. Apakah kamu memiliki laptop lebih?“ tanya Daffa.
“Ada, sebentar aku ambilkan.“ jawab Mei lalu segera pergi ke kamarnya untuk mengambil laptop lainnya. Ia memang memiliki laptop dengan jumlah lebih dari satu.
Mei pun menyerahkan laptop tersebut kepada Daffa. Daffa menerimanya lalu juga ikut mengotak-atik.
Mereka bertiga tampak serius.
***
Sementara itu, di sisi lain …
Terlihat sepasang suami-istri tertawa terbahak-bahak. Mereka merasa sangat senang setelah scandal yang diperbuat.
“Haha! Gadis itu tidak akan bisa mengelak lagi! Hampir semua netizen menyerangnya! Aku senang sekali, akhirnya gadis itu akan hancur dan tidak bisa melanjutkan kariernya sebagai penulis terkenal! Haha!“ ucap Veni sambil menuangkan anggur ke gelasnya dan meminumnya.
“Ya, kau benar istriku! Dia akan hancur sebentar lagi!“ jawab Gavin merasa senang.
“Aku bangga dengan mama. Bahkan aku hampir tidak mempercayai bahwa yang membuat komentar itu adalah mama! Mama sungguh hebat!“ puji Naomi.
“Ya, Bibi sungguh hebat! Bibi keren deh pokoknya!“ sahut Nancy tidak mau kalah ikut memuji bibinya.
Naomi dan Nancy telah dibebaskan dari penjara berkat sogokan uang papanya. Tentu uangnya tidak berjumlah sedikit, bahkan hampir segepok.
“Terima kasih anak-anak! Mari kita bermabuk-mabukkan atas kemenangan yang telah kita raih hari ini!“ ajak Veni.
“Ya, rasanya senang sekali melihat sepupuku hancur upss sepupu angkat maksudnya … Haha!“
Mereka tidak menyadari, bahwa diam-diam juga ada seseorang yang tengah mengawasi mereka karena mereka tengah asik bermabuk-mabukkan. Sungguh, keluarga yang sangat mengerikan!
***
Kembali lagi di kedua orang yang sedang mengotak-atik laptopnya, satunya lagi menggunakan ponsel.
1 jam kemudian.
“Akhirnya aku menemukan bukti-bukti semasa lalu!“
__ADS_1