
“Aku salah masuk mobil?“ gumam Zilya lalu melihat wajah sopir tersebut.
Raut wajahnya yang tadinya bingung berubah menjadi terkejut. Terkejut melihat wajah sopir tersebut. Raut wajah sopir tersebut juga tidak kalah terkejutnya melihat Zilya.
“Zi-Zilya?“
“Za-Zayn??“
Keduanya sama-sama menampilkan raut wajah terkejut. Tidak menyangka akan bertemu di situasi seperti ini. Hal ini benar-benar mengejutkan.
“Sepertinya aku salah masuk mobil,“ ujar Zilya lalu berniat keluar. Namun tiba-tiba saja, pintu mobil terkunci.
“Ini pintunya kenapa nggak bisa dibuka!?“ Zilya berusaha membuka, namun tetap tidak bisa.
Ia pun berniat menolehkan wajahnya kearah Zayn. Manik matanya melihat Zayn tersenyum.
“Jadi kamu yang menguncinya!?“ Zilya begitu kesal saat mengetahui yang mengunci ternyata adalah Zayn, sang sopir mobil tersebut. Pantesan saja daritadi pintu mobilnya tidak bisa dibuka, si pembawa mobil saja sudah mengunci lebih dulu, tentu penumpang tidak bisa bertindak apapun bukan?
“Hehe,“ Zayn malah tersenyum cengar-cengir mengingat Zilya berusaha membuka pintu mobilnya.
“Huftt,“ Zilya menarik napas panjangnya. Dia begitu lelah setelah perjalanan yang cukup panjang.
__ADS_1
“Selama ini kamu kemana saja?“ tanya Zayn membuka suara terlebih dahulu.
Zilya tidak menjawab. Tangannya masih berusaha membuka pintu mobil.
“Jawab, Zil! Kamu ke mana saja selama ini?“ tanya Zayn sekali lagi dengan menaikkan nada suaranya satu oktaf.
“Aku …“ Zilya bagaikan seorang kekasih yang habis ketahuan selingkuh. Padahal ia hanya ditanyain oleh Zayn, selama ini ia pergi kemana.
“Aku di Kota K,“ jawab Zilya dengan jujur. Tidak mungkin, Zilya akan memilih berbohong. Kebenaran pasti akan terungkap cepat ataupun lambat. Jadi baginya, percuma saja menyimpan rahasia begitu lama, kalau pada akhirnya juga akan terbongkar. Lebih baik, dirinya saja yang membongkar rahasianya sendiri, daripada orang lain yang nantinya akan membongkar rahasianya.
“Kota K?“ Zayn mengernyitkan alisnya. Seolah tidak asing di telinganya mendengar Kota K disebut.
“Iya, Zayn. Kota K, disanalah aku selama ini,“ ucap Zilya menjelaskan.
“Yaa, betul. Kenapa emangnya?“
“Urusan apa yang membuatmu lama sekali untuk kembali? Ini bahkan sudah 2 minggu, Zil!“ seru Zayn. Ia begitu penasaran, dengan urusan Zilya selama di Kota K.
Saat Zilya akan menjawab, terdengar klakson mobil dari belakang.
Ya, ternyata Zayn tadi memarkirkan mobilnya tepat dipinggir jalan. Namun, karena jalan penuh, terpaksa mobil belakang memencet klakson mereka agar mobil Zayn maju.
__ADS_1
“Aku akan mengantarkanmu. Batalkan saja pesanan taksi online yang kamu pesan tadi,“ ucap Zayn.
“Batalkan? Taksi onlinenya saja sudah datang,“ sahut Zilya.
“Kamu mau turun dan membuat mobil yang ada di belakang kita memencet klakson mereka terus-menerus atau tetap diam didalam mobil dan membiarkanku mengantarkan dirimu ke tempat tujuan? Pilih salah satunya!“ Zayn berucap, namun lebih terlihat seperti sedang mengancam.
Daripada membuat keributan di jalan raya dan membuat dirinya harus berurusan dengan Polisi, lebih baik ia membiarkan saja Zayn mengantarkan dirinya.
“Baiklah, baiklah,“ Dengan terpaksa, Zilya pun menyetujuinya.
Mobil Zayn pun melaju.
Di sepanjang perjalanan, keduanya tidak ada yang membuka suara. Mereka sama-sama sibuk dengan pikiran mereka sendiri.
Hingga pada akhirnya, salah satu diantara mereka pun membuka suara di tengah keheningan seperti ini.
"Zilya,“ panggil Zayn.
“Iya,“
“Apakah kamu sudah memiliki kekasih?“
__ADS_1
“UHUK!“