Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD | 67 : HANCUR


__ADS_3

“Arghh! Aku tidak terima dengan hal ini! Aku harus menemui gadis itu untuk memberinya pelajaran! Bisa-bisanya gadis itu melakukan hal sekeji ini pada orangtua angkat yang telah menjaganya sedari kecil!“ Gavin meminta asistennya untuk mengantarkannya ke Kontrakan Zilya. Seolah lupa bahwa dirinyalah yang memutuskan hubungan keluarga itu..


Sesampainya ia di Kontrakan Zilya, tanpa aba-aba ia langsung mendobrak pintu tersebut. Namun, ia malah menemukan orang lain yang telah menempati tempat tersebut bukan Zilya lagi.


“Hei! Apa yang kau lakukan?“ ucap pria itu terkejut dengan kedatangan seseorang yang datang.


“Aku tidak sengaja menendangnya,“ bohong Gavin. Padahal ia ingat betul dimana kontrakan Zilya, namun ia heran mengapa tempat tersebut sekarang tidak lagi ditempati oleh Zilya? Apakah gadis itu sudah pindah tempat? atau?


“Halah! Pakaianmu saja yang mahal, tapi akhlakmu miskin!“ umpat pria tersebut dengan suara yang disengajakan keras membuat Gavin terpancing emosi.


“Apa tadi kau bilang??“ Gavin tidak terima.


“Pakaianmu saja mahal, tapi akhlakmu miskin!“ ulang pria tersebut. Gavin semakin terpancing emosi, ia berniat memberikan bogem mentah pada pria ini. Namun, belum lagi bogem mentah itu melayang ke wajah pria itu, pria itu sudah lebih dulu memberikan bogem mentah pada Gavin.


Tetangga disekitaran mereka mulai takut. Apalagi mereka berdua mulai beradu bogem. Salah satunya pun memberanikan diri untuk melaporkan kepada pihak kepolisian.


Tidak lama kemudian, pihak kepolisian datang. Seketika hal tersebut membuat adu bogem antara Gavin dan pria itu terhenti.

__ADS_1


“Selamat siang! Kami mendapatkan laporan bahwa kalian telah melakukan pertengkaran disini. Maka dari itu, saya dan rekan saya akan membawa kalian ke kantor polisi untuk dimintai keterangan,“ ucap Polisi tersebut lalu memerintahkan rekannya untuk segera memborgol kedua tangan Gavin dan juga pria itu.


Gavin yang menyadari akan hal tersebut merencanakan untuk kabur. Diam-diam saat rekan polisi untuk memborgol pria itu, Gavin segera melarikan diri.


“Pak, salah satunya melarikan diri!“ seru salah satu warga yang sadar.


“Benarkah? Ayo kita kejar dia!“ Polisi itu masuk kedalam mobil bersama rekan yang membawa pria itu.


Gavin yang hanya mengandalkan kecepatan larinya tentu hanya bisa menambah kecepatan larinya. Walau ia yakin, kecepatan larinya pasti akan kalah dengan kecepatan mobil.


Gavin terus berlari hingga ia tidak bisa berkutik karena sebuah tembok menghalangi jalannya. Sayangnya, ia tidak bisa pergi ke arah kiri, kanan ataupun belakang karena Gavin berlari menuju jalan buntu!


“Berhenti!!“ seru Polisi tersebut lalu berniat mengejarnya. Sedangkan Polisi satunya lagi menjaga pria yang beradu bogem dengan Gavin agar tidak melarikan diri juga.


Saat Polisi itu sedang mengejar, sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabrak Gavin. Sadar bahwa telah menabrak, pengemudi mobil tersebut dengan cepat melarikan diri.


Tubuh Gavin dipenuhi dengan darah. Tidak lama kemudian, mobil Ambulance datang.

__ADS_1


***


Sementara itu, di rumah Mei...


Daffa yang berada di ruang tamu sendirian tentu merasa bingung. Haruskah ia mengikuti kedua gadis itu? Atau ia tetap berada di ruang tamu saja?


Tidak lama kemudian, dua gadis tadi telah kembali ke ruang tamu.


Mereka duduk sambil berbincang santai seolah menganggap dirinya tidak ada. Lalu terkejut saat berita viral kembali ditayangkan.


“Zil, kau tahu kan apa yang ada dipikiranku,“ ucap Mei.


“Ya … Aku juga memikirkan hal yang sama denganmu,“ sahut Zilya lalu terdiam dengan pikirannya.


“Zil, aku rasa ayahmu mencarimu karena …“ Daffa tidak melanjutkan ucapannya, sebab Zilya langsung menatapnya dengan tajam. Membuat Daffa meneguk salivanya dengan sulit.


“Aku sudah tahu.

__ADS_1


***


Maaf bab ini akan dilanjutkan besok. Terimakasih.


__ADS_2