Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZILYA DAISHA | 25 : LAPORAN


__ADS_3

“Oh ya, tadi Mama minta diantarkan ke mana ya?“ Daffa bingung. Ia lupa, Mamanya meminta dirinya untuk mengantarkan beliau kemana? Tidak mungkin bukan jika dirinya harus bertanya lagi kepada beliau.


“Oh iya, ke Kantor Polisi. Omong-omong, Mama ngapain ke Kantor Polisi ya? Aku harus mencari tahu, apa tujuan Mama pergi kesana,“ tekad Daffa.


Beberapa menit kemudian. Sesampainya di lokasi sang ibu saat ini, Daffa menurunkan kaca jendelanya agar sang ibu mengetahui jika itu adalah dirinya.


Mama Daffa yang bernama Sofi, langsung bergegas naik setelah melihat dan juga memastikan apabila pria tersebut ialah anaknya, Daffa.


“Akhirnya kamu sampai juga, Daf,“ Sofi langsung duduk disebelah anaknya.


“Apa yang sebenarnya terjadi, Ma? Kenapa Mama meminta Daffa untuk mengantarkan Mama ke Kantor Polisi? Mama baik-baik saja kan? Apa ada seseorang yang berbuat yang tidak-tidak kepada Mama atau …“ Daffa terlihat begitu cerewet kepada ibunya.


“Tidak, Daf. Mama baik-baik saja. Nanti akan Mama ceritakan yang sebenarnya. Sekarang, kamu antarkan dulu Mama ke Kantor Polisi untuk menindaklanjuti kasus ini,“ jawab Sofi langsung menyela ucapan Daffa yang begitu cerewet kepadanya.


"Huft. Baiklah,“ Dengan berat hati, Daffa menyimpan rasa penasarannya. Daffa pun mulai menjalankan mobilnya menuju tempat tujuan sang ibu.


Beberapa menit kemudian. Akhirnya mobil Daffa sampai di tempat tujuan sang ibu yaitu Kantor Polisi.


“Sudah sampai, Ma,“ seru Daffa setelah memarkirkan mobilnya di tempat parkiran mobil.

__ADS_1


“Ok, Daf,“ sahut Sofi, lalu mengecup kening sang putra. “Terima kasih sudah mengantarkan Mama ke sini,“ ucapnya lagi.


“Mama tidak perlu mengucapkan itu,“ sahut Daffa.


“Ya, ya. Setelah mengantar Mama, kamu kembali ke Perusahaan lagi?“ tanya Sofi mengalihkan topik pembicaraan mereka.


“Tidak, Ma,“ jawab Daffa, lalu ikut turun bersama sang ibu.


“Lalu?“ Kening sang ibu berkerut. Tampak jika wanita paruh baya itu merasa kebingungan. Jika putranya bukan kembali ke Perusahaan, maka putranya itu akan pergi ke mana?


“Daffa akan temani Mama,“ jawab Daffa dengan santai. Dirinya bahkan tidak menyadari bahwa sang ibu kebingungan.


Meskipun merasa kebingungan, wanita paruh baya itu pun akhirnya memutuskan untuk masuk. Wanita itu tidak ingin membuang-buang waktu yang begitu berharga ini meskipun hanya sedetik.


“Selamat sore, Nyonya. Adakah yang bisa saya bantu?“ tanya penjaga itu dengan sopan. Seluruh tamu yang datang disambut hangat olehnya.


“Selamat sore, Pak. Saya ingin membuat suatu laporan,“ jelas Sofi tanpa basa-basi lagi. Tampaknya wanita tersebut sudah tidak sabar melaporkan kejadian tadi kepada pihak kepolisian agar segera ditindaklanjuti secepatnya.


“Baiklah, Nyonya. Nyonya dan Tuan bisa ke ruangan 3 untuk membuat suatu laporan,“ ucap penjaga.

__ADS_1


“Ruangan 3? Baik. Terima kasih atas bantuannya, Pak,“ jawab Sofi dengan hangat, lalu segera menuju ruangan 3 bersama sang putra.


Kini yang memasang wajah kebingungan bukan lagi Sofi, melainkan Daffa. Daffa bingung, laporan apa yang ingin dibuat oleh Sofi?


“Sama-sama, Nyonya,“ sahut penjaga itu sebelum Sofi dan Daffa pergi.


***


Tidak terasa, akhirnya setelah melewati beberapa langkah, Sofi dan Daffa sampai di ruangan 3. Dimana ruangan tersebut digunakan untuk kepada masyarakat yang ingin membuat suatu laporan mengenai tindak kejahatan. Tindak kejahatan yang diperbuat juga berbagai macam, seperti pencurian, pembunuhan, pelecehan, penggunaan obat-obatan terlarang, menjual barang yang dilarang, dan berbagai macam lainnya.


Meskipun sudah mengetahui jika berani berbuat, maka mereka berani mengambil resiko atas apa yang mereka perbuat.


“Selamat, sore, Nyonya, Tuan. Silakan duduk,“ sapa Polisi tersebut mempersilakan Sofi dan Daffa duduk di tempat duduk yang telah disediakan. Tempat duduk yang disediakan hanya 2, dengan alasan tertentu, agar tidak terjadi keributan antar pelapor dan kehebohan yang timbul nantinya.


Daffa dan Sofi pun duduk.


Sofi pun mulai membuat suatu laporan kejadian tadi. Memulai ceritanya dari awal.


Awal perjalanannya yang ingin pergi ke Bandara dengan menggunakan mobil taksi. Di tengah perjalanannya itu, mobil taksi yang dinaiki olehnya terhenti karena seorang mahasiswa menghadang bersama temannya. Akhirnya sang sopir membuka kaca jendelanya, mengira jika kedua mahasiswa itu ingin menumpang di mobilnya.

__ADS_1


Sehingga sopir taksi itu pun menolak. Dengan alasan ada penumpang yang harus ia antarkan ke Bandara. Perjalanan sudah ditengah, jika tidak dilanjutkan, maka akan sia-sia bahan bakar yang digunakan, selain itu juga waktu yang di gunakan akan ikut sia-sia.


Namun, kedua mahasiswa yang menghadang tadi justru malah mengeluarkan senjata api.


__ADS_2