
.
Sementara Yanti dan Serkan tengah menikmati bulan madu mereka.
Serkan membawa Yanti berbulan madu ke Yunani, karna Serkan sekalian ingin mengunjungi kerabatnya yang tinggal di Yunani..
''Sayanggg sampai kapan kau akan mengurungku di kamar ini.!'' Yanti sangat kesal dengan Serkan, yang terus saja berjelajah dan terus mendaki untuk mencapai kepuasan yang hakiki menyenangkan si Bim-Bim..
Serkan yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada, hanya tersenyum melihat kelakukan istrinya yang sangat menggemaskan.
It**u menurutnyaaaaa namun tidak jika orang yang sudah mengenal siapa si Yanti..
''Bukankah kita ke sini untuk bulan madu? yang namanya bulan madu bukannya hanya diam di kamar berdua.?''
Wajah Yanti semakin di tekuk saja mendengar ucapan Serkan. ''Jika ingin berduaan di kamar, tidak perlu pergi ke Yunani. Di rumah pun juga bisa kan iiissshhh menyebalkan.'' ucap Yanti melangkah ke arah balkon dan memandang ke luar, yang mana orang-orang berlalu lalang seperti semut di lihat dari tempatnya..
"Aku ingin ke sanaaaaaaa." ucap Yanti dalam hati. "Dasar mr. Arrogant bisa-bisa nya dia mengurungku di sini sejak kemarin, bahkan memegang ponsel pun tidak boleh.
Serkan yang sudah selesai memakai baju, dia pun melangkah menghampiri istrinya yang sedang merajuk lalu memeluknya dari belakang..
''iihh mengapa kau hobi sekali memeluk ku dari belakang.!! ketus Yanti
''Karna ini posisi yang sangat nyaman.'' bisik Serkan mengeratkan pelukan nya, dan tidak lupa menggesek-gesekan si Bim-Bim di bawah sana.
''Serkaaaannn.''
Serkan terkekeh dan membalikkan badan Yanti, Lalu menyelipkan anak rambut ke belakang telinga..
''Hmm baiklah, karna kau sedang merajuk. Ayo kita jalan jalan dan membeli oleh-oleh untuk sahabat mu, dari pada aku tidak di kasih jatah nanti malam..
Yanti berbinar dan memeluk sang suami. ''Teriamkasih sayangg, ayo aku tidak sabar ingin pergi ke bawah sana..
Mereka berdua turun bersamaan, menikmati masa-masa berdua. Namun tidak dengan keadaan Lintang yang sangat khawatir melihat khadimah setianya terbujur kaku di ranjang pasien, Dokter hanya mengatakan jika dia hanya Shock dan kelelahan..
Ingin sekali Lintang memaki Azam, namun ia tau batasannya bahwa dia hanya orang luar dan tidak tau permasalahannya. Lintang hanya berdoa supaya Susi baik baik saja. Lintang pun mencoba menelpon karna Yanti adalah sodara Susi yang berada di sini, namun ponselnya tidak aktif. Lintang lupa Yanti sedang berbulan madu dan mungkin tidak mau di ganggu..
''Radiah.
''Ya madam.
''Tolong jaga Susi, aku ingin ke luar mencari makanan.''
''Biar aku saja yang membelikan madam, madam duduk saja disini.
''Tidak usah, sekalian aku ingin menghirup udara yang sesak..
Radiah mengangguk, Lintang pun keluar. Namun baru saja berjalan beberapa langkah, Lintang melihat Tuti dengan Asad yang sedang duduk di kursi mengantri untuk di panggil..
Namun Lintang mengerutkan keningnya saat melihat kelakukan Asad yang merengek seperti anak kecil. Lintang pun menghampiri mereka berdua karna rasa keponya yang tinggi setinggi gunung himalaya..
''Mbak.
__ADS_1
Tuti yang sedang menenangkan suami manja nya, menoleh dan tersenyum melihat Lintang ada di hadapannya..
''Lintang.
''Mbak lagi ngapain disini.? tanya Lintang duduk di sebelah Tuti.
''Mau periksa Asad, karna dari kemarin dia muntah muntah tiada henti. Aku khawatir dia kenapa kenapa..'' ujar Tuti di angguki oleh Lintang..
Lintang melihat Asad lalu berbisik dengan pelan..
"Kenapa berondong mu seperti anak kecil.? Mbak gak
Tuti menoleh dan menggeleng pasrah, dia pun bingung dengan kelakukan sang suami yang biasanya dewasa dan tegas. Kini lembek dan sensitif nya nauzubilah..
''Tuan Asad.'' Panggil suster..
''Ya saya.'' Asad dan Tutu berdiri melangkah masuk. Namun sebelum masuk dia melambaikan tangannya kepada Lintang..
Lintang tersenyum dan mengangguk lalu pergi mencari makan, karna perutnya sudah keroncongan..
.
Di dalam ruang periksa.#
.
Asad sudah menjelaskan gejala-gejala yang dia rasakan sedari kemarin. Bahkan dia tidak mau memakan apapun yang mana membuat dia khawatir jika dia drop..
''Bagaimana keadaan suami saya dok.? tanya Tuti saat melihat dokter itu duduk di depannya..
''Tidak ada masalah, dan semuanya normal.'' jawab sang dokter.
''Lantas jika baik-baik saja, mengapa saya selalu mual dok.? tanya Asad yang sudah duduk di samping Tuti.
Dokter itu tersenyum dan melihat Yanti..
''Sepertinya yang harus di periksa adalah nyonya.'' ucap sang dokter membuat Tuti dan Asad saling pandang..
''Mengapa istri saya dok.? tanya Asad namun sang dokter tak menjawab dan meminta suster untuk mengambil alat alatnya..
''Mari nyonya ikut saya.''
Tuti bingung tapi dia berdiri mengikuti sang dokter, ia berbaring dengan perasaan tak menentu. ia seperti ingat dulu pernah seperti ini..
''Ko aku merasa dejavu yaa..'' Tuti malah bengong, dan tidak memperhatikan dokter yang sudah tersenyum sumringah..
''Selamat nyonya, anda sedang mengandung.'' ucap sang dokter membuat Asad berdiri dan berteriak.
Apaaa.!!!
Hah!!! Tuti malah mengedipkan matanya..
Asad menghampiri istrinya. ''Sayang apa benar kau hamil.? tanya Asad tak percaya namun senyuman nya terukir indah di wajahnya..
__ADS_1
Tuti masih diam dan menoleh ke arah sang dokter meminta penjelasan, Sang dokter tersenyum dan kembali ke kursinya di ikuti Tuti dan Asad..
''Nyonya sedang hamil empat minggu Tuan, mohon di jaga kehamilan nya jangan buat sang ibu stres. Saya akan memberikan vitamin dan jangan lupa untuk meminum susu.'' ujar sang doktor..
''Tapi dok, jika istri saya hamil. kenapa saya yang mual.? tanya Asad yang masih bingung..
Dokter tersenyum dan menjelaskan mengapa Asad bisa mual..
''Tuan anda mengalami Sindrom kehamilan simpatik, terjadi ketika suami ngidam dan mengalami gejala-gejala kehamilan seperti yang dialami istrinya ketika mengandung. Dalam dunia medis dikenal dengan nama couvade syndrome. Tidak hanya suami, teman dekat ibu hamil juga bisa mengalami sindrom ini Tuan
Sindrom kehamilan simpatik ini, membuat suami atau teman dekat Bunda mengalami mual, kram, dan gejala kehamilan lainnya. Biasanya, sindrom ini hanya bersifat sementara, dan akan menghilang setelah bayi lahir. Bisa dibilang, semakin kuat ikatan batin suami dengan sang istri, maka gejala yang di alami oleh Tuan juga lebih intens. Bahkan tak hanya suami ngidam, dia juga bisa mengalami pembengkakan payudara akibat meningkatnya hormon prolaktin, hormon yang membantu produksi ASI pada ibu hamil.
Asad yang mendengarkan penjelasan sang dokter hanya mengangguk bodoh, padahal tidak masuk di otaknya yang pintar..
''Apa tuan sudah paham?
''Hah, iyaa'' Asad mengangguk..
.
Didalam mobil Asad tak henti hentinya mengelus perut datar sang istri. ia begitu bahagia jika dia bisa secepat ini memiliki anak dan dia akan di panggil ayah..
Namun Asad melihat Tuti yang sedari tadi melamun. ''Kau kenapa sayang.? tanya Asad mengejutkan Tuti yang sedang melamun..
''Hah?
Asad tersenyum dan membelai pipi Tuti dengan lembut. ''Mengapa kau melamun sedari tadi.? apa kau tidak bahagia? tanya Asad membuat Tuti menggeleng..
''Kata siapa aku tidak bahagia, aku sangat bahagia di umur ku yang sudah kepala empat masih bisa mengandung buah cinta kita. Namun yang aku khawatir kan adalah kondisi dirimu yang akan menanggung rasa mual yang begitu Aahhkk, kau tau. Aku pernah merasakan mual yang kau alami ketika mengandung Ryan, dan itu sangat membuat aku lelah apa kauuu__
''Jangan hiraukan aku, jika kau saja mau mengandung anakku. mana mungkin aku tidak bisa menahan mual ini paling beberapa hari sudah sembuh.
''Apa kau yakin?
''Haaah''
''Kau mau tau, sewaktu aku mengandung Ryan dulu. Aku mengalami mual sampai 3 bulan lamanya.''
WHAAATTT.!!! Asad begitu shock Sampai-sampai matanya ingin keluar dari tempatnya..
.
.
.
...Jangan lupa tinggalkan jejak LIKE.KOMEN.VOTE ...
Like
Like
Like
__ADS_1