Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
IKSB. Telah lahir


__ADS_3

''Aahhhkkk ... Dokterrr, saya sudah tidak kuat aaaahhkkk.'' Keluh Tuti.


''Nyonya, ikuti instruksi saya dan mohon jangan berteriak tidak jelas! Cepat tarik nafasssss huumm ... haaaa ... buang, ayo dorong Nyonya.''


''Aahhkk ... huhuhu ...''


''Lagi Nyonya, rambutnya sudah kelihatan.''


''Aaaaahhh ..''


Tuti tengah berjuang mati matian, untuk mengeluarkan buah cinta dirinya dengan Asad. Tapi ... di mana Asad?


Dia sudah terkapar lemah tak berdaya di lantai, para Suster dan Dokter membiarkan Asad begitu saja di lantai.


''Ayo Nyonya sekali lagi dorong, kepalanya sudah nampak.''


''Aaaahhhkk ...''


''Huhuhuhu ...''


Tuti terus mengejan dengan sekuat tenaga, agar bayi nya bisa keluar dengan selamat dan bisa melihat dunia ... melahirkan anak kedua membuat Tuti kewalahan, terlebih umurnya yang sudah memasuki kepala empat membuat tenaganya cepat lelah..


''Huaaaakkkkk ...''


Oweeekk.. Oweeekk..

__ADS_1


Dengan sekuat tenaga dan teriakan yang panjang, akhirnya dedek bayi itu keluar dengan selamat dan sempurna ... membuat para Suster dan Dokter bisa bernafas lega..


''Alhamdulillah.'' Ucap mereka bersamaan.


Tuti yang sedang mengatur nafasnya, meneteskan airmatanya saat melihat bayi kecil berwarna merah yang sedang berada di atas dadanya..


Cup.. ''Hallo princess Welcome to a world.'' Ucap Tuti membelai pipi anaknya, ia masih tidak menyangka akan di karuniai anak perempuan di usianya saat ini..


''Terima kasih Ya Allah, ngkau telah memberikan kepercayaan kepada hamba. Jadikanlah dia anak yang berbakti kepada mu dan kepada kedua orang tuanya ... amin. '' Gumam Tuti dalam hati.



Tuti sudah di bersihkan, begitu pun anaknya. Sedangkan Asad perlahan membuka matanya. ''Uh dimana aku.''


''Salam ya ahli kubur.'' Canda Tuti saat melihat suaminya mulai tersadar.


Badan Asad pun penuh luka cakar, dan gigitan dari amukan Tuti sewaktu melahirkan. ''Sayang, dimana bayi kita?'' tanya Asad yang sudah sadar sepenuhnya..


''Maafkan aku, karna aku pingsan.'' Ucap Asad dengan kecewa, lalu dia mencium seluruh wajah Tuti dan berucap terima kasih karna sudah mau berjuang..


Tuti tersenyum. ''Tidak apa-apa sayang, maafkan aku juga yang terlalu kasar kepadamu.''


''Ini bayi anda tuan, sangat cantik dan mirip sekali dengan anda.'' Ucap sang Dokter memberikan bayi itu kepada Asad.


Namun Asad melihat bayi mungil yang sangat kecil di depannya, ia langsung menggeleng dan tidak mau menggendong karna Asad takut menyakitinya.

__ADS_1


''Saya takut Dok, saya akan mengazaninya di box saja.''


''Baik Pak, silahkan.''


Asad pun melantuntan Adzan di telinga putrinya, ia begitu bahagia karna sudah menjadi Ayah. Rasa sakit yang Tuti perbuat kepadanya langsung sirna ketika dia melihat anaknya..


Para geng gesrek belum ada satu orang pun yang mengetahui jika Tuti sudah melahirkan anak keduanya..





Sedangkan di Qars milik Yanti•


Tak ada kata yang bisa Yanti ucapkan, ketika dia sudah mendapatkan jawaban dari Dokter bahwa mereka berdua baik-baik saja..


Dokter hanya memberikan Yanti vitamin dan bersabar, bahwa memiliki seorang anak tidaklah gampang jika yang maha kuasa belum mempercayai kita..


Sepulangnya dari rumah sakit sampai di Qars miliknya, Serkan melihat raut muka ceria sang istri kembali lagi seperti sedia kala, yang mana membuat Serkan ikut bahagia. ''Sayang, apa kau sekarang sudah tenang?'' bisik Serkan memeluk Yanti dari belakang..


Yanti mengangguk dan mempererat pelukannya, ia sudah tenang sekarang ... karna dia tidaklah mandul seperti apa yang ada di pikirannya.


__ADS_1


...Jangan lupa di Like yaa setelah membaca...


...LIKE.KOMEN.VOTE***...


__ADS_2