
Sudah dua hari ini Borkhan tidak pernah mengunjungi kediaman Mama Khumairah atau pun Apartemen, Lulu sangat takut apa yang di katakan Yanti menjadi kenyataan..
Lulu mondar mandir seperti setrikaan berjalan, Ia ingin pergi mengunjungi dua temannya namun hatinya bimbang. Sangat amat sulit bercerita serius dengan dua gesrek yang ada di otaknya hanya nganu, nganu, dan nganu..
Dugh...
Lulu duduk di sofa melihat langit-langit ruang tv..
''Aaahhhkk sialan, lebih baik aku jalan-jalan saja di bandingkan memusingkan hal yang membuat aku jadi gila.'' ucap Lulu beranjak pergi mengambil tasnya lalu pergi..
Sementara Borkhan, ia meremas file yang baru saja di berikan asistennya Asad.. Sungguh konyol kehidupan rumah tangganya, ia begitu mempercayai Laila segenap jiwanya namun malah penghianatan yang ia dapatkan dari sang istri yang sangat ia cintai..
''Sejak kapan ia memakai barang haram itu.? tanya Borkhan
''Sudah dua tahun Tuan, Nyonya mendapatkan barang itu dariii khem_ Asad diam sejenak. ''Dari selingkuhannya Tuan.'' jawab Asad yang sedikit tidak enak dengan atasannya..
Thak__
Borkhan melempar file itu di atas meja, ia memijat pangkal hidungnya yang terasa pening..
''Apa kau sudah menyiapkan berkas perceraian ku.?
''Sudah tuan, tinggal anda dan nyonya tanda tangani.'' jawab Asad..
Baiklah kau boleh pergi, pergilah ke Abudabhi memeriksa restoran di sana..
''Baik Tuan..''
Setelah Asad pergi, Borkhan pun ikut pergi. Ia akan mengunjungi Isro di kantor polisi karna ia belum bertemu dengan putrinya..
__ADS_1
.
.
.
Disisi lain, Laila sedang berbelanja baju untuk sang anak selama berada di tahanan. Ia tidak akan membiarkan sang anak sengsara di dalam penjara, namun netra matanya melihat orang yang ia benci..
''Cih anak ingusan itu sedang berbelanja, Kau bersenang senang di atas penderitaan anakku.!! ucapnya sambil membuntuti Lintang dan Zenah..
Laila terus membuntuti Lintang kemana dia pergi, Laila semakin geram ketika Lintang berbelanja perhiasan yang sangat mahal..
''Seharusnya itu semua menjadi milik anakku.! Dasar wanita kampung.'' geram Laila yang melangkah pergi, ke luar dan masuk kedalam mobilnya.
Di dalam mobil Laila mencengkram kemudinya dengan kencang, hatinya bergemuruh marah melihat senyuman Lintang begitu lebar sementara anaknya ada di dalam tahanan..
Lintang yang sedang menyebrang dan melihat mobil melaju dengan kencang, melototkan matanya dan refleks mendorong Zenah hingga tersungkur..
Zenah Awas.!!!
Aaaaa___
Bruukk...
Ciiiiitttt____
Braaakkk....
Mobil itu pun tak terkendali hingga menabrak toko.. Sementara Zenah melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana kakak iparnya terpental jauh dan berguling-guling..
__ADS_1
''Kakak, kakak ipar.'' teriak Zenah berlari menghampiri Lintang yang sudah berlumuran darah..
''Tolong,, siapapun tolong kakak saya..
Semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut, langsung menolong korban dan melarikannya ke rumah sakit terdekat..
Sementara Laila shock dengan apa yang ia lakukan..
''Apa_ apa yang sudah aku lakukan!! Aku menabraknya?? Hah_'' Laila tertegun sejenak namun taklama ia tertawa seperti orang gila..
Ha_hahahaha__
''Aku menabraknya hahaha yaaa aku menabraknya, dia akan mati yaa dia akan mati.'' ucapnya dengan tawa menggelegar di dalam mobil, tanpa menghiraukan semua orang yang sedang ngetuk kaca mobil dengan geram..
Praaanggg__
Seseorang memecahkan kaca mobil Laila dengan pemadam api, yang mana membuat Laila sadar dari lamunannya. Semua orang membawa Laila ke kantor polisi untuk di adili..
Laila berteriak meronta ronta saat di bawa ke kantor polisi..
.
.
...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa 🤗...
...Nanti di lanjut lagi, sepertinya Author kekurangan cairan deh🥴 badan lemes banget...
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1