
Aaaaaahhh Hiskk Hiskk. Derai airmata beserta teriakkan Lulu tak bisa di bendung ketika melihat orang yang paling ia cintai terkorek lemas berlumuran darah..
''Borkhann sayangg bangun, jangan tinggalkan aku sendiriii.'' ucap Lulu yang memegang tangan Borkhan lalu menempelkan di pipinya..
Borkhan perlahan membuka matanya, dan masih tersadar mendengar istrinya menangis..
''Kumohon sadarlah sayang, jangan tinggalkan aku dengan keadaan seperti ini sayanggg. Jika kamu meninggalkan aku sendirian aku tidak bisa memaafkan dirimu, kumohon tetap sadarlah Hisk Hisk Hisk..'' Lulu menangis se jadi-jadinya ketika melihat Borkhan batuk berdarah..
Uhuuukk__
Uhuuukk__
Borkhan memper'erat genggaman tangannya dan tersenyum walau menahan sakit di kepalanya..
''Sa_ Uhuk dengarkan aku sayanggg jika Uhuk Uhuk aku pergi, tetaplah berbahagia dengan anak kita.''
Lulu menggeleng dengan tangisan yang tiada henti. ''Aku tidak akan bisa bahagia tanpa mu, kumohon jangan berbicara seperti itu sayangggg. jangan pernah mencoba pergi darikuuu.''
''Jangannn Uhuuukk.
''Jangan pernah melupakan ku, Karna aku. Borkhan menghela nafas. ''Karna aku tidak akan pernah melupakan mu, Sayangg aku mencintaimu lebih dari nyawa ku sendiri.
Uhuuukk..
Darah Borkhan terus keluar dari mulut dan kepalanya, dengan perlahan mata Borkhan menutup rapat yang mana membuat Lulu berteriak histeris..
''Borkhaaaaaannnn Hisk Hisk Hisk apapun yang terjadi, jangan pernah meninggalkan aku sendiri..
Tak berapa lama Ambulans pun datang bersamaan dengan polisi, lalu Borkhan segera di larikan ke rumah sakit terdekat..
.
Iranian hospital Dubai.#
.
__ADS_1
Ambulans berhenti di rumah sakit, para suster dan dokter berlarian menolong Borkhan..
''Cepat pindahkan sama sama.'' ucap Dokter menyuruh agar borkhan di pindahkan ke brankar yang sudah di siapkan..
1.2.3.
Dugh..
Setelah di pindahkan para suster memasangkan alat dan infusan. Dokter pun membawa Borkhan ke ruang IGD untuk pemeriksaan lebih lanjut..
Sementara Lulu menunggu di luar dengan cemas..
Para suster sibuk membersihkan luka darah, sementara yang lainnya mempersiapkan segala sesuatu..
''Cepat siapkan mesin defibrillator teganggan 150 joule.'' ucap sang dokter..
Mesin di nyalakan, alat sedang di gososkkan satu sama lain, lalu menempelkan ke dada bidang Borkhan..
Ciiiittt_
Dugh_
Dugh__
''200 joule Tekannn.''
Ciiiiiitt..
Di luar sana Lulu menangis memeluk perutnya yang sudah buncit, ia berdoa kepada yang maha kuasa agar sang suami di berikan keselamatan..
''Tetaplah bertahan sayang, jangan pernah meninggalkan ku sendirian..'' gumam Lulu pilu..
.
Sedangkan di alam bawah sadar, Borkhan sedang berjalan di rerumputan hijau dengan pemandangan yang indah serta udara yang begitu segar..
__ADS_1
Ia melihat sekitar tempat dan melihat dua orang sedang duduk di depan sana membelakanginya..
Borkhan memincingkan matanya lalu melangkah pergi menghampiri kedua orang itu..
''Hallo Permisi.''
Kedua orang itu menoleh dan sedikit terkejut melihat Borkhan..
''Anakku Borkhan.''
''Maaahh..
Mama Khumairah berdiri dan memeluk Borkhan, dan memeluk sang ayah yang sangat ia rindukan..
''Abaaa.''
''Ya abnii.''
.
Para dokter begitu senang ketika melihat Bokhan masih bernafas walau lemah, mereka pun bisa melakukan oprasi sekarang juga di karnakan kepala Borkhan tidak berhenti mengeluarkan darah..
Tik.. Tik..
Tik..
Jarum jam berdetak, detik ke menit, menit ke jam. Namun belum ada tanda tanda lampu di dalam ruanganan mati. lampu itu masih menyala berwarna merah..
Lulu sudah berdiri, duduk. Sampai-sampai dia lupa untuk mengabari bibi Zulaikha saking dia paniknya.
Lulu berlari ke arah musola dan mengambil hudhu, ia akan meminta kesembuhan dan keselamatan untuk suaminya..
.
.
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak yaa. jika Like nya banyak nanti Author up lagi siang.....