
.
Tuti keluar dari ruang Makeup, yang mana membuat Asad menelan ludahnya..
Asad begitu takjub dengan lekuk tubuh yang Tuti miliki, ter'utama melihat belahan dada Tuti yang sangat besar yang membuat Asad tergila gila..
''Sebentar lagi itu akan jadi milikku.'' ucap Asad dalam hati bersorak gembira. lalu berdiri menghampiri Tuti yang sedang cemberut..
''Apa tidak ada baju lain selain ini.?!
''Kau sangat cocok pakai baju itu, cepat pergi dari sini karna tak ada waktu lagi untuk berganti baju.'' ucap Asad menyeret Tuti keluar dari butik dan langsung masuk kedalam mobil..
Kali ini Tuti tak melawan, karna percuma ia melawan pun pasti tidak akan menang melawan singa pemaksa ini..
''Apa yang harus aku lakukan disana.? tanya Tuti yang memang belum mengetahui pesta kelas atas..
''Tidak perlu melakukan apapun, cukup berada di dekatku saja.'' jawab Asad tanpa melihat Tuti, karna sedang fokus menyetir..
''Hem Baiklah..
Tak butuh waktu lama, mobil yang membawa mereka sudah sampai tujuan Asad memarkirkan mobilnya dengan rapih..
Tuti yang akan keluar begitu terkejut melihat pintu di kunci oleh Asad. Tuti langsung menoleh dan menatap Asad yang sedang tersenyum kepadanya.
''Kenapa kau kunci.?
Asad tak menjawab, ia lebih fokus melihat paras wajah Tuti yang sangat cantik. ''Ternyata wanita mesum sepertimu sangat cantik juga yaa, di tangan orang yang tepat.'' ucap Asad sambil memainkan rambut panjang Tuti..
Sedangkan Tuti yang merasa terancam, refleks memundurkan kepalanya. ''Terimakasih atas pujiannya, apa kita bisa keluar sekarang.?
''Tidak akan ada yang keluar dari mobil, sebelum aku mendapatkan Ciuman dari bibir mu.'' ucap Asad yang langsung memajukan kepala dan bibirnya..
__ADS_1
Tuti yang melihat Asad akan menciumnya, langsung menahan kening dengan jari telunjuknya..
Tung..
''Dasar anak kecil, jangan macam-macam ya.'' Ucap Tuti mendengus sebal..
Asad terkekeh, padahal dalam hatinya pun ia hanya ingin menggoda Tuti namun sepertinya wanita di depannya ini begitu was-was..
''Ayo kita keluar.''
Asad dan Tuti keluar dari mobil dan menatap gedung mewah..
''Ayo gandeng tanganku.''
''Apakah harus.?
''Tentu, cepat bergelayut manja di tanganku.!!
''Hiiissss..
Asad memberi selamat kepada pengantin baru, beberapa orang yang di kenal pun menyapa Asad. Ketika Asad sedang mengobrol tanpa melepaskan gengaman tangan dengan Tuti, terdengar seseorang memanggil Asad..
''Asad kau kah itu.? sapa seseorang yang membuat Asad dan Tuti menoleh..
Dilihat wanita cantik dan anggun berjalan ke arah mereka, Tuti melihatnya dari atas sampai bawah..
''Ini cewe cantik bangettt bodinya kaya gitarr spanyooolll cuuyyy..'' ucap Tuti dalam hati..
Namun berbeda dengan Asad, ia menatap wanita cantik itu dengan tatapan dingin dan menusuk..
''Asadddd sudah lama tidak berjumpa.'' ucap wanita itu yang akan memeluk Asad, namun dengan refleks Asad mundur yang membuat wanita itu kikuk..
''Yaa sudah lama tidak bertemu, bahkan aku lupa jika kita pernah kenal dengan wanita seperti mu.!! ucap Asad yang mana membuat wanita itu malu bukan kepalang..
__ADS_1
''Asad kenapa kau berbi____
''Maaf kami harus pulang, Permisi.'' Asad langsung pergi memeluk pinggang Tuti..
''Sialan.!!!
.
.
.
Sedangkan Disisi lain, kedua sejoli sedang semekdon di ranjang baru kamar mereka. Si kemed dan nyai iteung sedang bergulat dalam keringat berpadu dengan kenikmatan yang sangat luar biasa..
*******, jeritan, dan geraman terdengar di kamar yang sangat luas dan mewah. Walau Lulu sedang hamil, namun tak membuat ia kalah di atas ranjang malahan Lulu meminta lagi dan lagi..
Setelah Borkhan mengerang panjang mengeluarkan kecobong-kecebongnya, ia memeluk Lulu dengan erat walau ia harus sedikit jaga jarak karna perut Lulu yang sedikit membuncit..
''Apa kau sudah puas sayang? Aahhhkkk pinggangku patah sepertinya.'' ucap Borkhan memegang pinggangnya karna harus terus bergeol patah patah sampai sang istri puas..
''Hmmm__
Lulu menjawab dengan deheman, dan langsung terlelap tidur dengan nyenyak..
Sementara Borkhan mengambil kotak obat, dan langsung mengolekan balsem di pinggangnya..
''Oohh ya ampun, sepertinya aku harus pergi ke dokter tulang.'' ucap Borkhan memijat pelan pinggangnya..
.
.
.
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak yaa....
...LIKE.KOMEN.VOTE ...