Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Zulaikha Vs Laila


__ADS_3

Disinilah warga setempat berkumpul, para emak-emak dan pabak-pabak tengah protes dan menyuraki Asad si bule mesir dan mesum..


Asad hanya pasrah dan diam saat ia di giring dan di pejeng seperti patung. Namun dalam hati ia merutuki kebodonannya karna pergi sendiri tanpa ada yang menemani..


Pak kades, pak rt dan pak rw tengah berkumpul dan memandangi Asad dari atas sampai bawah..


''Mumun, apa kamu yakin bule Arab ini jauh-jauh dari mesir hanya untuk mengintip para ibu-ibu mandi di sungai.? tanya pak Kades sedikit tak percaya dengan perkataan Mumun, bahwa bule ganteng yang ketampanan nya 11 12 sama pak kades tengah memotret Mumun..


''iiihh pak kades mah gimana sih, saya lihat sendiri bule mesir ini tengah jepret sana jepret sini. Aku yakin pak, bahwa dia tengah memotret kami lalu dia akan membagikannya ke Internet biar Viral gitu kaya orang-orang.'' ucap Mumun menggebu gebu.


''Kalau bapak gak percaya cek aja kameranya pak. Siapa tau itu jadi petunjuk benar apa nggak nya.'' teriak salah satu bapak-bapak yang tengah menimang-nimang bayinya..


Namun ketika pak kedes akan berbicara, terlihat Tuti berkacak pinggang berjalan ke arah balai desa..


''Tungguuuuuu.'' teriak Tuti yang membuat semua orang menoleh ke arah kanan secara bersamaan. Asad langsung berdiri ketika melihat Tuti yang sudah mengeluarkan asap serta kedua tanduk di kepalanya..


''Oh tuhan gawat.'' ucap Asad dalam hati..


Tuti masuk langsung menghampiri Asad dan merangkul tangannya. ''Kamu gak papa.? bisik Tuti yang langsung di angguki Asad.


''Aku baik-baik saja, namun saya tidak yakin dengan mereka.'' jawab Asad.


Tuti melirik pak kades dan Mumun secara bergantian..


''Pak rete, pak rewe dan pak rades kenapa bawa calon suami saya ke sini.!! sentak Tuti mengganti nama pejabat kampung dengan sesuka hatinya..


Semua orang melotot tak percaya dan ingin sekali muntah darah saat mendengar bahwa bule mesir ini calon suami Tuti..


''Heh Tuti jangan ngadi-ngadi kamu, pake ngaku calon suami segala.'' sentak Mumun tak terima jika bule mesir ini adalah calon suami Tuti.


Tuti tersenyum mengejek. ''Ngapain aku bohong, dia memang calon suamiku dan sebentar lagi aku akan melangsungkan pernikahan sama bule ini.'' ucap Tuti menunjuk Asad yang sedang manggut-manggut tanpa tau apa yang sedang di bicarakan..


Semua orang mengangguk saat Tuti sedang berbicara. Sedangkan Mumun mengepalkan tangannya tak terima bahwa Tuti mempunyai suami Arab..


Sedangkan Tuti langsung mengambil kamera Asad, dan melihat hasil jepretan Asad namun tidak menemukan Mumun atau pun emak-emak yang sedang mandi di sungai..

__ADS_1


''Nih bapak ibu dan pejabat kamoung, anda sekalian bisa lihat sendiri jika di dalam kamera calon suami saya tidak ada poto kalian. Lagian yaa kalian semua ngapain mandi di sungai? kaya gak ada toilet di rumah aja sih.'' ucap Tuti melipat tangannya di dada, membuat semua orang diam tanpa kata..


''Mamposs Loo!! ucap Tuti dalam hati.


Pak kades, pak rt dan pak rw langsung meminta maaf kepada Tuti dan Asad karna telah sembarangan menuduh orang. Ia pun menyuruh semua orang untuk bubar..


''Heh Mumun awas sekali lagi kamu fitnah calon suami aku habis kamu.'' sentak Tuti yang membuat Mumun pergi dengan keadaan malu..


Setelah semua pergi, kini tinggal Asad dan Tuti yang berada di sana. Tuti menoleh ke arah Asad yang sedang tersenyum menampilkan gigi putih dan rapihnya..


''Dasar Bule mesir ayo aku ikut aku, bukankah kamu ingin bertemu anak ku.?


Mereka berdua pun pergi kembali ke rumah Tuti..


.


.


.


Sementara di tempat lain, Lulu sejak semalam terus menemani Borkhan dan ia tidak mau beranjak dari tempat duduknya..


Ceklek..


Pintu terbuka bersamaan dengan Yanti yang masuk dengan perlahan, ia menutup pintu dan melangkah ke arah Lulu yang sedang menatap Borkhan dengan lelehan airmata yang tiada henti..


''Luluuu.''


Yanti memegang bahu Lulu, sedangkan Lulu langsung menoleh dan memeluk Yanti..


''Yaaann. Hiks hiks kenapa semua ini terjadi, kenapa Yan kenapa kecelakaan itu menimpa Borkhan. Hatiku sedih, hancur melihat Borkhan yang terbaring lemah, sementara aku tidak bisa melakukan apapun.'' tutur Lulu tak ada hentinya menangis..


''Borkhan baik-baik saja Luu, kita berdoa supaya dia cepat sadar dan berkumpul lagi dengan kita.'' ucap Yanti mengelus punggung Lulu, Yanti merutuki kebodohan Yanti yang tidak membawa ponselnya. Sehingga ia tidak tau akan kemana mengabari Yanti dengan Asad perihal ini..


.

__ADS_1


Sedangkan kepolisian sudah meringkus tiga pelaku yang mencelakai Borkhan, Bibi Zulaikha begitu murka ketika tiga pria itu mengaku jika Laila lah dalang dari semuanya..


Bibi Zulaikha bergegas pergi dan akan menemui Laila di jeruji besi..


''Laila, Laila, Laila. biang kerok itu rupanya sudah bosan hidup!! selalu bikin masalah, dan masalah untuk keluarga ku..''


Bibi Zulaikha menelpon pengacaranya, ia akan memastikan jika Laila membusuk di penjara dan tidak akan bisa menghirup udara luar..


Tak butuh waktu lama, Bibi Zulaikha sudah berada di pesantren tempat Laila menjalani hukuman nya..


Bibi Zulaikha menunggu dengan tenang, tak lama Laila pun datang dan langsung duduk di depan Bibi Zulaikha..


''Ada apa kau menjenguk ku.''


''Aku kesini hanya untuk memberi tahu dirimu, bahwa kau akan membusuk di dalam penjara bahkan mulai besok kau akan menderita hidup di dalam sana..


''Apa maksudmu ? ucap Laila tidak faham.


''Heh, kau pikir rencana mu untuk melukai Borkhan dan istrinya akan berhasil.? kau salah Laila, cinta mereka begitu kuat Borkhan akan sembuh seperti semula dan kau akan tegap hidup di sini.''


''Apaaa? mereka gagal lagi siall.'' ucap Laila dalam hati.


''Lihatlah dirimu Laila, apa kau tidak mempunyai cermin? orang rendahan seperti mu akan selalu rendah dan tidak akan pernah hidup dengan tenang dan bahagia.''ucap Bibi Zulaikha berdiri menatap sinis Laila, yang tidak ada raut menyesal ketika sudah mencelakai seseorang..


Bibi Zulaikha melangkah pergi, namun ia menoleh ke belakang menatap Laila. ''Nikmatilah masa tua mu nanti di jeruji besi, yang dingin dan hampa tanpa ada seseorang yang menemani mu. Dasar wanita pembawa mala petaka.'' ucap Bibi Zulaikha lalu pergi meninggalkan Laila yang sedikit tertegun dengan perkataan bibi Zulaikha..


Bibi Zulaikha ingin sekali menghajar Laila, namun sayang mereka terhalangi oleh kaca pembatas..


''Oohh Zulaikha mengapa tadi kau pergi sendiri menemui lampir itu? kenapa tidak membawa menantuku haiiisss.'' ucap Bibi Zulaikha merutuki kebodohannya karna pergi sendiri, jika ia mengajak Lintang. Sudah di pastikan akan terjadi huru hara di dalam penjara..


.


.


.

__ADS_1


...Seperti biasa jangan lupa tinggalkan jejak. insyaAllah nanti siang up lagi.....


...LIKE.KOMEN.VOTE KASIH BUNGA SEKALIAN BUAT AUTHOR ...


__ADS_2