
Seorang pria keluar dari dalam mobil, dan berjalan ke arah pos penjaga. ''Permisi, saya ingin bertemu dengan nyonya mu.''
Satpam itu melihat pria di depannya dengan teliti dan mengangguk. Ia pun segera menghubungi orang rumah dan mengabari jika ada seorang laki-laki akan bertemu dengan nyonya..
Tak berapa lama satpam itu mengabari dan membuka gerbang secara otomatis untuk pria itu, yang tak lain adalah Azam.
Azam melajukan mobilnya dan memarkirkan mobil di pekarangan Qars lalu keluar dari mobil..
Namun baru saja dia melangkah, di depan sana sudah ada Lintang dengan kedua tangan melipat di dada dan menatapnya sinis..
''Ngapain kamu ke sini.?
Azam tersenyum kikuk melihat perubahan sikap Lintang kepadanya, Ia pun sadar jika semua salah dirinya dan akan memperbaiki semuanya..
''Boleh aku bertemu Susi? Aku ingin berbicara dengan nya.''
Lintang terdiam sambil menimbang-nimabang dan melihat Azam dari atas sampai bawah.
''Baiklah, sepertinya kalian memang harus bicara dan menyelesaikan semuanya supaya jelas. Ya sudah, tunggulah di taman biar aku panggilkan Susi.''
Azam mengangguk, Lintang pun pergi kebelakang melihat Susi yang sedang mengajari khadimah baru..
''Suuuusss oh Susssss.'' Teriak Lintang.
Sedangkan Susi Yang berada di dapur langsung menoleh dan melihat majikannya, Lalu melihat khadimah baru. ''Kamu lanjutkan aja gulung seperti ini yaa.''
''Iya mbak.''
Susi mencuci tangan lalu keluar dari dapur menemui Lintang..
''Ada apa madam.?
''Di taman ada mantan pacar mu sedang menunggu.''
Deg..
''Apa.?
Lintang menepuk pundak Susi dan merangkulnya. ''Seperti yang aku lihat jika cerita mu belum selesai deh sama si Azam, coba selesaikan dulu biar hidup kalian itu pada tenang.''
''Tapiiii...
''Aku yakin kamu bisa Sus.
Huffftthh.. ''Baiklah, ada benarnya juga perkataan majikan durjana ku satu ini.''
''Heeii apaa.?
__ADS_1
Muheheheh. ''Jangan marah, kan memang benar adanya.'' ucap Susi lari terbirit-birit.
''Heiii awas kau yaa.'' Teriak Lintang..
Sedangkan Susi tersenyum menoleh kebelakang, lalu berjalan kedepan dimana ia akan menemui Azam..
Langkah Tuti terhenti ketika melihat Azam sedang duduk tenang di depan sana, jujur ada sedikit keraguan untuk menemui mantan kekasih yang dia coba untuk melupakan..
''Dia itu kenapa sih? Aku berjuang mati-matian untuk melupakan nya, ehhh dia malah se'enak jidatnya datang menemuiku.'' gerutu Susi yang tidak punya pilihan lain, selain menghampiri Azam..
Khem,, ''Maaf kau menungguku terlalu lama.'' ucap Susi dari arah belakang Azam..
Azam menoleh dan tersenyum lalu berdiri. ''Tidak apa-apa, duduklah aku ingin bicara dengan mu.''
Mereka berdua pun duduk namun ada jarak di antara mereka, sedangkan Lintang melihat Susi dan Azam dari lantai atas kamarnya. Ia takut jika terjadi sesuatu dengan Susi, terlebih jiwa jiwa keponya meronta-ronta..
Hening....
Kedua insan itu tidak ada yang memulai bicara, terlebih Susi sekarang merasa canggung dan sedikit menjaga jarak karna Azam sudah memiliki tunangan dan Susi melihat jari manis Azam masih memakai cincin tunangannya..
Begitu pun Azam, hatinya sangat panas melihat jika jari Susi masih memakai cincin pemberian Abizar..
''Jadiiiii, apa yang mau kamu bicarakan.? tanya Susi akhirnya
Azam tersenyum menunduk lalu menoleh ke arah Susi. ''Apa hubungan mu dengan adikku.?
''Kamu boleh berhubungan dengan pria mana pun asal jangan adikku.''
Deg..
Deg..
Nafas Susi naik turun, ia tak menyangka jika Azam akan berbicara seperti itu. Susi menoleh dan menatap tajam mata Azam. ''Why? Kenapa aku tidak boleh berhubungan adik mu, Apa aku tidak pantas karna aku miskin dan seorang pembantu? Tanya Susi sedikit kecewa.
Azam menghela nafas. ''Bukan itu maksudku, bukan kamu yang tidak pantas dengannya, Tapi Abizar lah yang tidak pantas mendapatkan wanita seperti dirimu.'' Tutur Azam
Susi membuang muka ke arah samping kanan, melihat kolam renang yang jernih..
''Dengarkan aku Suzi, dia pria pemabuk dan suka mempermainkan wanita. Aku tidak mau kamu di rusak olehnya apa lagi sampai kamu harus jatuh hati kepadanya dan____
''Azam, jika pria yang dekat denganku bukan adik mu, Apa kau akan ke sini memberi tahuku bahwa lelaki itu tidak baik untukku? Azam kau tau aku masih mencoba untuk melupakan dirimu, jadi aku mohon untuk tidak menemuiku lagi. Anggap saja jika kita tidak saling mengenal satu sama lain.'' ucap Susi berdiri dan akan meninggalkan Azam.
''Apakah tidak ada celah untuk kita bersama.?
Deg..
Langkah Susi berhenti dan menoleh kebelakang. Sedangkan Azam berdiri lalu melangkah ke hadapan Susi..
__ADS_1
''Suzi kau tau aku masih sangat mencintaimu, dan sulit untuk diriku bisa melupakan mu. Aku pun tau jika kamu masih mencintaiku.'' tutur Azam yang mana membuat Susi terdiam tanpa kata..
Azam memberanikan diri untuk memegang kedua tangan Susi. ''Masih bisakah untuk kita bersama? Aku mencintaimu tapi aku tidak bisa menolak pernikahan yang sudah di buat oleh ibuku, tapi aku janji kepadamu bahwa aku akan memperlakukan kalian dengan adil.''
''Whaaatt! apa pria ini sudah gilaaa'' dumel Susi dalam hati.
Susi melepaskan tangan Azam yang memegang tangannya. ''Maaf Azam, tapi aku tidak mau merusak rumah tangga orang lain, apa lagi menjadi istri kedua. Tak ada di benakku untuk melakukan pernikahan secara diam-diam.'' ujar Susi
''Kita tidak akan melakukan pernikahan secara diam-diam, kita akan melakukan pernikahan secara resmi. Dan kamu adalah istri pertamaku, jadi aku mohon kepadamu jangan pernah menolakku aku sangat mencintaimu Suzi.'' Azam masih bersikukuh.
''Apa kau sudah gila.?
Pertanyaan itu bukan dari Susi, melainkan dari arah belakang. Susi dan Azam menoleh secara bersamaan..
''Abizar.'' ucap Keduanya.
Abizar di kirim sebuah poto oleh Lintang, dimana Azam tengah memegang tangan Susi. Abizar yang sebenarnya masih banyak pekerjaan, langsung pergi dari kantornya dan melajukan mobil ke Qars milik Lintang. Dia tidak akan membiarkan Susi kembali kepada Azam..
.
Abizar melangkah dan berhenti di samping Susi, lalu menoleh ke arah sang kakak. ''Heh, apa kau sudah gila? perempuan mana yang mau berbagi suami.''
''Abizar jangan ikut campur.!!
''Tentu saja aku akan ikut campur, jika itu berkaitan dengan wanitaku.''jawab Abizar dengan santai. ''Sudahlah, lebih baik kau itu menyerah dan pergi ke sisi tunangan mu itu. Bukankah kalian sebentar lagi akan menikah?
Azam tak memperdulikan perkataan Abizar, ia menatap Susi dan menunggu jawaban dari Susi. ''Suzi aku tau kamu masih mencintaiku, ikutilah kata hatimu dan kita bisa bersama.''
Kini Abizar dan Azam menatap Susi, mereka berdua menunggu jawaban atas kepastian dan kelangsungan hati mereka..
''Apa? kenapa kalian berdua menatapku seperti itu.? Susi menepuk jidatnya lalu menatap Abizar..
''Abii, bisakah kamu tinggalkan kita sebentar? aku akan berbicara dengan Azam sebentar saja.'' pinta Susi yang di angguki Abizar..
Abizar melangkah ke arah Lintang yang sudah melambaikan tangannya dengan gembira. ''Abizar siniiiii.''
Abizar pun berlari kecil menghampiri Lintang yang sedang duduk di tangga teras..
''Kau baik-baik saja.? tanya Lintang
Abizar mengangguk dan duduk di sebelah Lintang, lalu memperhatikan gerak gerik Azam dan Susi di depan sana..
.
.
...Like Like Like LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1