Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Kembali


__ADS_3

Bandara internasional Dubai.#


Yanti dan Serkan Berberjalan bersama keluar dari bandara. Sejak kemarin dan entah sejak kapan mereka sudah meresmikan hubungan pacaran mereka. Bahkan sejak kemarin nama panggilan mereka berganti menjadi papoy dan mamoy, Huueeekk jijay, lebay, alay. dan tentu saja nama itu di usulkan oleh si sengklek Yanti..


Serkan terus saja memegang tangan Yanti, ia sangat nyaman berada di dekat wanita yang sudah mengisi seluruh hatinya. Selain Yanti bisa memanjakkan si Bim-Bim Serkan juga baru mengetahui jika Yanti sangat mahir memijat tubuhnya..


Mereka akan melangsungkan pernikahan jika masa idah Yanti habis, dan Serkan rela menunggu saat waktunya tiba karna dia pun tidak berdaya dengan keadaan Yanti yang baru 11 hari bercerai..


Yanti juga sedah mewanti-wanti bahwa dia masih ingin bekerja di restoran Borkhan sebelum pernikahan di gelar agar mempunyai kegiatan.


Lagi dan lagi Serkan hanya meng Iya kan, karna ia tidak bisa menolak permintaan Yanti walau sebenarnya ia ingin sekali membuat Yanti selalu berada di dekatnya..


''Poy. Kenapa gak buka maskernya sih? kaya orang lagi sakit aja pake masker.''


Serkan mendelik. ''Aku tidak akan mau melepaskan masker ku jika bau di mulutku hilang.!! kesal Serkan yang tidak tau jika sesudah makan pete mulutnya akan bau menempel hingga saat ini. Sampai-sampai Serkan menggosok giginya pun baunya masih belum hilang..


Yanti terkekeh. ''Kau itu lebay sekali. tinggal **** permen juga hilang.''


''Hmm__ jika kamu memberi tahuku bahwa memakan biji hijau itu akan bau. Aku tidak akan memakannya.! Setelah pulang kerumah aku harus memanggil dokter gigi.'' Serkan menggerutu..


.


.


Sedangkan disisi lain.#


Asad dan Tuti masih asik tiduran di ranjang empuk milik mereka berdua. Asad memiliki hobi baru semenjak menikah dengan Tuti, yaitu meng'ndusel-ndusel kedua tahu bulat di goreng dadakan milik Tuti yang sangat Montoke.


''Sayaaaaangggg__ mau sampai kapan kau terus menghisap nya? itu tidak akan keluar airnya.'' rengek Tuti yang sudah pegal dengan posisi miring bak menyusui bayi..


Sedangkan Bayi singa besar terus saja meremas dan menyesap susu murni dari pabriknya langsung..


''Sebentar lagiii, ini masih enyakkkk.'' jawab Asad merem melek di bawah sana membenamkan seluruh wajahnya di tengah tengah belahan tahu bulat kembar yang sangat kenyal..

__ADS_1


''Oh ya ampunn. Hari ini Yanti mau pulang dan membawakan oleh oleh untukku, jika aku ketinggalan bisa bisa barang pesanan ku di embat sama si Lintang.!! Tuti mulai jengah karna sedari tadi ia sudah pegal setengah mati..


Ketika Tuti tidak punya pilihan lain. Ia mengambil ponselnya lalu menghubungi Lulu..


''Hallo_'' Sapa Lulu di ujung sana.


''Kamu lagi ngapain Luu.? tanya Tuti


''Lagi diam nunggu Yanti kesini mbak.'' jawabnya.


''Yanti kapan kesana?


''Sore dia kesini.''


''Baiklah nanti sore aku juga kesana.''


''Mbak sendiri lagi ngapain? tumben gak main kesini. Aku kangennnn.''


''Mbak dari kemarin lagi ngasih ***** bayi singa besar.'' jawab Tuti melihat Asad di bawah sana.


''Jika pun sudah kadaluarsa, paling tu mulut berbusa hahahah.''


''Kau tau mbak Aku masih tak menyangka jika kau menikah dengan si kaku itu.


''Bukan hanya kamu Luu, aku juga tidak menyangka jika dia serius dengan ku.'' ucap Tuti yang merasakan jika jari jemari Asad sedang bergeliaran di area nyi iteung..


Hmmmhhh__


Tuti memejamkan matanya saat jari itu keluar masuk di area sensitif milik nyi iteung, dan terus keluar masuk hingga Tuti tidak bisa menahannya dan langsung melempar ponselnya kesembarang arah..


''Hey Boy you have woken up the sleeping lioness.''(Hei Boy kamu sudah membangunkan singa betina yang sedang tertidur.") ucap Tuti menyibak selimut yang menutup tubuh mereka dan langsung duduk di atas tubuh Asad..


"Anyone help me. I will be raped by a fierce lioness."(Siapapun tolong aku, aku akan di perkosa oleh singa betina yang ganas.'' teriak Asad seperti korban pelecehan oleh istrinya sendiri..

__ADS_1


.


.


Sedangkan di tempat lain.#


Lulu tengah mengorek telinganya karna mendengar Asad berteriak seperti itu dan memandang ponselnya dengan kening berkerut. ''Dasar teman laknat. Bukannya di matikan dulu, kan telinga suciku jadi ternoda oleh suara mereka.!! ucap Lulu mematikan sambungannya..


''Kau kenapa sayang.? tanya Borkhan yang baru turun dari kamarnya.


Cup..


Borkhan mencium kening Lulu dan jongkok di depan perut buncit, yang kemungkinan beberapa minggu lagi kedua bayi mereka akan melihat dunia.


''Hallo anak-anak Abaa? cup. cup. cup. sehat sehat di dalam sana yaaa.'' Borkhan mencium dan mengelus perut hingga mendapatkan balasan dari kedua putranya yang ada di dalam sana..


''Lihat mereka adalah anak-anak ku. mereka merespon semua ucapan ku.' Borkhan begitu senang dan menempelkan telinganya di perut Lulu..


''Ya iya lah mereka anak anak mu, masa anak tetangga.'' ucap Lulu dalam hati.


''Cepatlah keluar sayanggg. Baba menunggu mu.''


.


.


.


...Jangan Lupa tinggalkan jejak...


Vote


Vote

__ADS_1


kasih bunga sebanyak banyaknya..


__ADS_2