
Flashback off.#
.
Tuti yang baru bangun membuka matanya, terkejut melihat ia tidur di kamar mewah. Ia melihat ke arah kanan dan melihat tubuh laki-laki yang telanjang dada, Tuti menelan salivanya dan mengingat-ngingat apa yang sebenarnya terjadi. Bukankah ia kemarin membeli buku dan bertemu Rosid.??
Tuti melototkan matanya dan menoleh ke arah kanan..
''Heii kau. Siapa kau.'' Tuti membangunkan pria itu dengan kakinya dan sedikit was-was..
Mmm_Pria itu menggeliat dan mulai mengganti posisi menghadap Tuti dan membuka matanya..
"Selamat pagi." sapa Asad dengan senyum yang membuat tuti melotot tak percaya.
.
.
''Asad.'' teriak Tuti tak percaya..
''Apa yang sedang kita lakukan?? aaaahhh tidak mungkin kita melakukannya kan? tanya Tuti tak percaya..
Asad beringsut duduk dan menatap Tuti dengan lekat. ''Apa kau tidak ingat kejadian semalam.?Tanya Asad yang di jawab gelengan oleh Tuti..
''Kau tau, kemarin aku sedang berada di bar. dan kau bertengkar dengan teman lelakimu lalu kamu dengan tega memaksa ku dan menyeretku kesini. kamu sudah memperkosa ku!! dan memaksa aku untuk melakukannya dan memuaskan hasrat mu. Kau lihat jari jari suci ku ini sekarang sudah mati rasa akibat bermain di daerah mu.'' tutur Asad dengan raut muka tertindas..
Whattt!!!
Tuti melongo tak percaya dengan apa yang sudah ia lakukan, sedikit ingatan berseleweran di pikiran Tuti bahwa ia meminum sesuatu lalu kepalanya terasa berat. Setelah itu ia tidak tau apa yang terjadi dan harus berakhir satu ranjang dengan Asad..
Tuti memijat kepalanya yang terasa pening, sementara Asad menyunggingkan bibirnya..
''Tuti, apa kamu benar tidak mengingatnya.?? tanya Asad sekali lagi, ia sedikit kecewa jika Tuti tidak menggingat kejadian semalam..
Tuti menoleh ke arah Asad dengan tatapan horornya. ''Kau tau jika aku memaksamu! Tapi kenapa kau tidak menolaknya, dasar modus?! geram Tuti langsung memukul Asad dengan bantal.
__ADS_1
Bugh..
Bugh..
Aaiii__ Hentikan
Bugh.. ''issh menyebalkan. Apa kamu mengeluarkan nya di dalam juga HAH.?? teriak Tuti yang mendapatkan cengiran dari Asad..
''Kau tau, aku baru pertama melakukannya jadi aku tidak sengaja mengeluarkan nya didalam.''
''Whaattt!! berapa kali kau melakukannya?
''Sekitar 4 sampai 5 kali, ''
''HAH!! kau memanfaatkan aku yang tidak sadar dasar singa tidak punya perasaan.!! geram Tuti langsung masuk ke kamar mandi dan menutup pintu dengan kencang..
Braaakkk__
''Heh, kenapa dia marah? setauku dia selaku menggodaku dan menyuruh untuk mencobanya? giliran sudah di coba malah matah-marah dasar Tuti si mesum.'' Ucap Asad membaringkan badannya kembali sambil memainkan poselnya untuk memesan makanan..
Matanya terpenjam..
''Uhhh Faster Honeyyyyy Fasterrrr..
''Aahh,, aku sangat menyukai komodo ini..
''Aku ingin itu...
''Aaahhh Honeyy kau begitu perkasa, aku mau lagiiii..
Tuti sedikit mengingat kejadian semalam, yang membuat ia malu setengah mati karna menggoda Asad. Tuti memang suka menggoda Asad dengan kata kata Absrud dan non faedah, namun ia tak habis pikir jika akan terjadi seperti ini..
''Ini semua gara-gara si Rosid, kenapa ia tega melakukan ini semua kepadaku. Aku pikir kita akan berteman, namun nyatanya dia punya niat jahat.'' ucap Tuti yang begitu menyesal..
.
.
__ADS_1
Sementara di sebrang negara yang berbeda.#
Lulu dan satu keluarga sudah ber'ada di kampungnya, Lulu pun sedang membereskan baju dan oleh oleh yang akan di bawa untuk Yanti dan Tuti..
Ceklek..
Borkhan masuk dan menghampiri sang istri. ''Sayang kau sudah selesai.? tanya Borkhan yang di angguki oleh Lulu.
''Boleh aku tanya sesuatu kepadamu.?
''Kau ingin bertanya apa sayang?
''Aku ingin bertemu dengan ayahmu, apa kau tidak rindu kepada nya.? tanya Borkhan dengan nada pelan, karna ia tau jika hubungan sang istri dengan ayahnya tidaklah baik..
''Tidak perlu, dia sudah bahagia bersama keluarganya.'' cuek Lulu..
Borkhan mendekat dan memeluk Lulu dari arah samping..
Cup..
''Jangan seperti itu sayang, bagaimana pun sikap dia terhadapmu duluuuu tidak lah baik untuk kamu terus membencinya.'' ucap Borkhan menasehati dengan pelan-pelan.
Lulu diam dan memejamkan matanya. ''Baiklah, ayo kita kesana sebelum kita berangkat besok.'' ucap Lulu yang memang tidak pernah bisa membantah perkataan sang suami..
''Good Girls.''
Dalam hatii Lulu, ia begitu malas bertemu dengan sang ayah dan istri mudanya. terlebih mereka sekarang sudah mempunyai anak yang semakin membuat Lulu membenci sang ayah, yang rela meninggalkan dia dan sang ibu beserta adiknya hanya untuk menikah dengan yang lebih muda. Dan paling Lulu tidak habis pikir dengan sang ayah, yang mengatakan jika mereka adalah beban di hidupnya. Igin sekali Lulu berteriak ketika mengingat kata-kata sang ayah
.
.
...Ayo kira kira jika Lulu bertemu bapaknya mau ngapain?? akankah ada pertengkaran anak dan ayah.??...
...Jangan bosan untuk menunggu up yaa🤭.....
...LIKE.KOMEN.VOTE JANGAN LUPA KASIH BUNGA BUAT AUTHOR...
__ADS_1