Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Kontraksi


__ADS_3

''Hati-hati Luu Perlu mbak temenin.? tawar Tuti yang ngilu melihat perut Lulu yang sangat sangat buncit..


''Gak papa aku sebentar ini mbak.'' jawab Lulu yang sudah masuk ke kamar mandi, yang tak jauh dari arah ruang tamu.


Namun ketika Lulu keluar dari kamar mandi. Lulu berteriak yang mana membuat tiga wanita yang sedang mengobrol mesum itu langsung berdiri dan berlari menghampiri Lulu.


''Aaaaiiiii__


Lulu berteriak untuk kedua kalinya sambil memegangi perutnya yang ngilu


''Luu kamu gak papa.? tanya ketiganya secara bersamaan.


''Hanya sedikit keram saat si bayi nendang nyi iteung.'' ucap Lulu melangkah pelan, di gandeng oleh Yanti dan Tuti..


''Kaya nya kamu mau lahiran deh.'' tebak Lintang.


''Loh bukannya bulan depan yaa.? tanya Yanti yang tahu betul perkembangan si cabang bayi walau dia berada di Indonesia..


''Aku gak papa ko. Udah gak sakit lagi daaa.'' Lulu duduk di sofa sambil mengelus perutnya..


Tuti melangkah ke dapur dan menyuruh Rumi untuk membuatkan teh manis untuk Lulu dan kembali lagi memeriksa keadaan Lulu.


Tuti melihat Lulu. ''Apa perlu aku telpon Borkhan Luu.?


''Gak usah mbak, kaya nya ini bukan mau lahiran deh karna sakit nya udah hilang. Gak usah nelpon suamiku.''


''Kamu yakin? Tanya Yanti tak begitu percaya.


Lulu mengangguk dan mengambil minuman yang di berikan oleh Bi Sumiati. Namun belum juga Lulu meminum teh manis itu, Lulu merasakan sakit kembali.


Aahhkk__'' Lulu kembali meringis menahan sakit, menggigit bibir bawahnya.


''Kita kerumah sakit yaa.? Yanti begitu khawatir melihat keadaan Lulu.


''The baby wants to come out.'' teriak Lintang yang melihat cairan membasahi baju Lulu..


Mode panik pun melanda Qars milik Lulu. Para khadimah berlarian panik terlebih Lintang langsung menelpon sang mertua dan suaminya..


''Yan. Siapkan mobil kita kerumah sakit sekarang !!


''Rumi. telpon Borkhan dan katakan aku membawa Lulu kerumah sakit.!!


''Lintangggggg kamu ngapain modar mandirrrr. Bantuin aku cepetan.!!


Lintang menghampiri Lulu dan membopong Lulu secara bersamaan bersama Tuti. Sementara Yanti berlari keluar menyiapkan mobil..


''Aduhhh lagi tegang-tegang gini ko jadi pengen Be'ol yaaakk.'' ucap Lintang.


''Yaa Allaaaahh Lintaaaang. bisa bisanya di saat kaya gini kamu pengen Be'oll.!!

__ADS_1


''Heheheh__ Mode on panic mbak. Tapi bisa aku tahan kok.'' Lintang menyengir memamerkan gigi putih nya..


''Uhhh sakit mbak.'' kali ini Lulu menangis saat berjalan ke arah mobil.


''Sabar yaaa.'' Ucap Tuti yang memasukkan Lulu kedalam mobil.


Mereka semua masuk kedalam mobil. Namun Tuti turun dan berteriak.


''Rumiiiiii cepat nyusul dan bawakan perlengkapan bayi.!!


''Iyaaa.'' jawab Rumi langsung masuk kedalam dengan berlari..


Braaakkk__


Tuti menutup pintu mobil dengan kencang. ''Yan cepet jalan.!!


''Sudah siaaapp?


''Yaaa.'' teriak Lintang dan Tuti secara bersamaan..


Yanti pun menancab pedal gas. dan negbut ala ala Fast & Fourius part 9.. Yang mana membuat Tuti melotott sempurna.


''YA ALLAAHHH MARKONAAAAAAHHH. PELAN-PELAN.!! teriak Tuti yang di bawa ngebut oleh Yanti.


''Gak usah dengerin si koneng.!! injak pedal gas nya jika perlu tabrak aja pengendara yang ada di depan.!! ucap Lintang yang cuek karna dia suka mengebut membawa mobil si lambo yang dia beri nama Bumblebee.


''AAWWW__ JUBAEDAHHHHH SAKITTT.!! teriakan itu bukan dari Lulu melainkan dari Lintang. Karna kuku Lulu menancab di bahu Lintang.


''Jangan lah kau treak-treak pula Lin.!! ucap Yanti yang sedang fokus menyetir.


''Atitttt.." Lirih Lintang.


''Wadidawwww__ Ya Allah gusti Luluuuuuu Kuku maneh nanceb di taktak Aiiingggg. (Lulu Kuku kamu nacab di pundak aku.) '' Lintang berteriak untuk kedua kalinya.


"Berisikkk."


Hap_


Tuti menyumpal mulut Lintang memakai tisu yang ada di depannya..


Para pengendara yang lain membunyikan klakson saat mobil Yanti melewati mereka. Bukan hanya satu atau dua mobil melainkan banyak pengendara naik pitam karna Yanti melajukan mobil dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan..


Caci dan maki keluar dari pengendara lain..


''Heywan.


''Ghoby.


''Allaena.

__ADS_1


''Al'ahmak.


Dan masih banyak kata-kata mutiara yang mereka lontarkan ketika berpapasan dengan mobil yang di kendarai oleh Juan Manuel versi Yanti.


Yanti melihat di depannya lampu hijau akan berganti merah hanya tinggal empat detik lagi. Yanti pun semakin menginjak pedal gasnya dengan kecepatan tinggi.


Bremmmm__ Whuuussss_


Tin. Tiiiiiinnn..


Yanti bernafas lega ketika mobil telah memasuki area rumah sakit. di depan sana sudah ada Borkhan, Asad, Bibi Zulaikha dan Omar yang sedang menunggu dirinya.


Lulu Langsung di bawa ke ruang pemeriksaan oleh Dokter, dan berkumpul di depan ruangan dengan panik dan ber'doa supaya ibu beserta kedua bayi nya selamat dan sehat..


''Sayang kamu kenapa.? tanya Asad melihat sang istri menggigil.


Tuti tak menjawab. namun sorot matanya melihat Yanti dan Lintang dengan tajam. Ingin sekali Tuti menelan kedua teman nya dan mites mereka berdua.


Sedangkan kedua pelaku membuang muka saat di tatap horor oleh Tuti.


''Mbak Tuti belum di kasih mpew kali, mangkan nya tuh badan menggigil.'' ucap mulut Lintang tanpa di filter.


Yang mana membuat semua orang menepuk jidatnya masing masing..


Tak lama dokter pun keluar.


''Dok bagaimana keadaan istri saya.


''Baru pembukaan lima, harap tenang yaa dan menunggu dengan sabar saya akan menyiapkan keperluan nya terlebih dahulu.'' ujar sang doktor


''Boleh kami masuk? tanya Borkhan.


''Tentu saja. Namun di sarankan agar tak membuat sang ibu stres dan takut.''


''Baik dok terimakasih.''


Mereka semua masuk dan melihat Lulu terbaring sambil mengelus perutnya..


''Luluuu...


.


.


.


...Jangan tinggalkan jejak yaa...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


__ADS_2