
Seorang anak kecil duduk di kursi ruang tunggu, dengan tatapan dingin dan menusuk kepada pria yang saat ini tengah bersender di dinding dengan raut muka khawatir..
''Ayah....
Tuan Thani menoleh. ''Abi kau disini.? maafkan Ayah tidak melihatmu sayang, pulanglah tidak baik kau berada di sini sayang.'' Tuan Thani duduk di sebelah Abizar dan akan memeluk sang anak.
Namun Abizar bergeser dan menggeleng.. ''Kau orang jahat.!!Mengapa kau melakukan ini semua pada kami Ayah.?
Deg.
Tuan Thani mengerutkan keningnya. ''Apa maksudmu nak.?
Abizar kecil menoleh. ''Aku mendengar semua dan memahaminya Ayah, sampai kapan kau akan membohongi kami. Apa Ayah puas telah membuat ibu menangis dan menderita.?
Deg..
Lagi dan lagi tuan Thani terdiam tidak bisa menjawab, ia bingung untuk menjelaskan semuanya.. ''Sayang jika kau sudah besar kau akan mengerti bagaimana posisi Ayah.''
Abizar berdiri dan melihat ibunya dari kaca, yang masih di periksa oleh para dokter di dalam sana. ''Tidak perlu menunggu ku dewasa agar memahami semuanya, Ayah hanya perlu memilih kami atau wanita di luar sana.? jika Ayah memilih mereka, segeralah angkat kaki dari rumah kami.'' tutur Abizar menatap sang Ayah dingin. Walau ia sangat menyayangi ayahnya namun apa yang di lakukan sang ayah sudah begitu fatal untuk kesehatan mental sang ibu...
''Abi kenap___
Ceklek__
Pintu terbuka bersamaan dengan dokter keluar, Tuan Thani berdiri. ''Dok bagaimana keadaan istri saya.?
''Maafkan kami, istri anda tidak bisa kami selamatkan karna terkena serangan jantung mendadak.'' tutur sang dokter menepuk bahu Tuan Thani..
Abizar kecil yang mendengar jika sang ibu sudah tidak bernyawa, dia berlari kedalam dan memeluk sang ibu lalu menangis kencang..
''Ibu mengapa kau tinggalkan Abi seorang diri, ibuuuuu bangun lah ibuuuuuu jangan tinggalkan Abii hisk hisk hisk hisk....
Tuan Thani memeluk anaknya dari belakang, sedangkan Abizar memberontak. ''Lepasakan aku, kau pembunuh. Pembunuh kau bukan ayahku lepaskan aku hisk hisk..
Abizar pingsan tak sadarkan diri, dan di bawa ke ruangan lain untuk di periksa. Dari sana lah Abizar membenci sang Ayah dan selalu menyalahkan kematian ibu yang sangat dia cintai kepada Tuan Thani..
Dan puncaknya adalah, ketika Tuan Thani membawa nyonya Rukayah dan Azam ke Qars milik Abizar dan ibunya, Tepat 40 hari nyonya Zahfira di kebumikan. Yang mana membuat Abizar semakin membenci ayah dan ibunya Azam..
Pada hari itu pula Abizar kecil hingga dewasa selalu jadi membangkang dan selalu membuat ulah, berkelahi dan mabuk menjadi pelampiasan sehari-hari nya.
Bahkan Abizar tak segan-segan selalu memaki nyonya Rukayah dan menyalahkan bahwa ini semua kesalahannya di depan Azam, yang mana membuat kedua kakak beradik beda ibu itu selalu bertengkar dan tidak pernah akur..
Bahkan saking Azam kesal dengan kelakukan Abizar, Azam menyebarkan gosip jika Abizar adalah pemain wanita dan pemabuk. Namun kenyataan nya Abizar tidak pernah menyentuh satu gadis pun dalam hidupnya Ia masih memiliki hati untuk tidak merusak apa lagi mempermainkan wanita, karna jika dia menghancurkan hati seorang wanita. Itu sama halnya menghancurkan hati sang ibu yang sudah tenang di alam sana...
.
Flashback Off.#
.
Ke esokkan pagi, semua pria beraktifitas seperti biasa. Pergi bekerja mencari pundi pundi dolar agar bisa memenuhi setiap kebutuhan istri-istri mereka yang matrenya nauzubilah..
Sementara apa yang di lakukan para istri di rumah mereka masing-masing.? Lulu tengah di repotkan dengan kedua anaknya yang sudah mulai aktif dan tidak bisa diam di tempat.
Lintang sedang mengantar Affan ke sekolah teko alias Tk.
__ADS_1
Ada Yanti sedang masa-masa romantis bersama Serkan yang baru saja membeli rumah baru..
Sedangkan nasib tak enak di alami oleh bumil muda, saat ini tuti sedang naik pitam gara gara Asad yang terus mengerjainya. Seperti tadi pagi sebelum dia berangkat kerja, Asad menyuruh dirinya untuk mencari kutu di kepalanya. Karna Asad begitu penasaran bagaimana bentuk kutu di kepala..
Jika tidak ada kutu di kepalanya, Tuti harus mencari kutu di setiap orang di rumah ini. Dan untungnya si eneng yang masih berumur 16thn di kepalanya ada banyak kutu bersama telur-telur nya, dan Tuti bisa bernafas lega karna sudah memperlihatkan bagaimana bentuk kutu kepala..
Asad dengan senyuman pergi bekerja, karna permintaan nya sudah di kabulkan..
''Oh ya ampun, punya suami berondong itu tidak enak.! Yang hamil siapa yang ngidam siapa?'' ucap Tuti lalu mengambil ponsel dan menghubungkan sambungan telpon ke semua geng esek-esek..
.
............
Balai pertemuan.#
Tuti dan Yanti sudah ada terlebih dahulu, di tempat mereka suka nongkrong dan menggibah bersama. Dimana lagi jika bukan di Mol tempat favorit mereka..
''Kenapa mereka belum datang.? tanya Yanti sambil menyeruput minumannya..
''Macet kali di belokan.'' Tuti menjawab Asal.
''Ya sudah aku ke toilet dulu yaa.''
Hmmm...
Yanti pergi, sedangkan Tuti mengirim pesan mengapa Lulu dan Lintang belum datang.. Namun tak lama Tuti mendapatkan balasan dari keduanya bahwa Lintang tidak bisa ke Balai pertemuan karna sedang di repotkan oleh anaknya, Sedangkan Lulu malah berbelok ke toko tas bermerk Keremes..
.
Tuti pun mengerti lalu berdiri melangkah menyusul Yanti di kamar mandi..
''Nyusul kamu, si Lintang gak bisa datang. Kalau si Lulu dia lagi beli tas di lantai bawah, Yuukk kita susul aja si Lulu.'' Ajak Tuti yang di angguki Yanti..
Mereka berdua pun menyusul Lulu di lantai bawah, dan masuk kedalam toko tas Keremes. Namun netra mata Tuti melihat jika Lulu sedang adu mulut dengan seorang wanita..
''Eh bukan nya itu si Lulu yaa?
''Kenapa mbak? tanya Yanti.
''Itu bukannya si Lulu yaa..
''Mana.?
''Ituuuu, mata kamu udah rabun yaa!!
"Oh iyaaa itu si Lulu, ayo samperin.''
''Tungguu, biarkan mereka berantem kita liat siapa yang menang.'' Tuti menyeret Yanti agak sedikit mendekat..
''iihh dasar teman laknat, teman berantem malah di liatin___ Tapi aku juga suka bau-bau pertengkaran. Cepat lanjutkan Luu, hajar wanita itu. Kalau perlu jambak saja rambutnya yang kaya mie rebus itu.''' ujar Yanti melihat Lulu dengan semangat.
Tuti melihat Yanti dan mendelik..
TUNG...
__ADS_1
''Kauuuu yang teman laknat.'' Tuti sambil mentoyor kepala Yanti, Lalu mereka saling pandang dan cekikikan bersamaan..
Muheheheh..
Sedangkan Lulu yang baru saja adu mulut dengan seorang wanita, karna tas keremes saling rebut dan tidak mau mengalah..
''Kan aku duluan yang pegang tas ini, kenapa kamu jadi ikut ikutan '' Lulu masih bersikukuh bahwa dirinya lah yang pertama melihat dan memegang tas ini..
''Ehhh memang nya kau sanggup untuk membayar tas semahal ini.? ejek wanita ituuu.
''Kau meragukan ku.!! Lulu sudah naik pitam. ''Tunggu, sepertinya aku pernah melihat mu." Luu mengerutkan keningnya dan berpikir sejenak, tak berapa lama Lulu melototkan matanya saat sudah tau siapa wanita di depannya ini...
''Kamu kan wanita simpanan para Baba Baba hidung belang, si Juminten itu.!! teriak Lulu tak percaya bahwa dia akan berurusan dengan seorang pelacur.
''Heii kecilkan suara kamu, aku bukan Juminten nama ku Katrina kapor.!
"Halah Juminten ya Juminten aja, yang bangga menjadi simpanan para Baba Baba. Gak takut kamu kena Azab kaya di sinetron ikan terbang.'' ucap Lulu yang sudah tidak tertarik dengan tas Keremes.
''Eeehhh kamu sirik yaa sama aku?!!
''Siapa yang sirik sama kamu yang hanya simpanan, aku donk udah jadi istri sah dari Baba yang sangat tampan.! Lulu membanggakan diri sambil membusungkan dadanya..
Sedangkan Yanti dan Tuti masih mengintip di belakang sana..
''Kenapa belum cakar mencakar, ayo Luu ludahin dia yang hanya seorang simpanan.'' Yanti dan Tuti sangat antusiasi..
.
''Heiiii walau aku jadi simpanan, yang penting uang ku banyak di bandingkan kamu menjadi istri sah tapi Baba nya orang miskin gak berduit.'' Ejek Juminten..
''Kamu berani mengejekku, aku kutuk kau terkena Azab.!!
''Mana bisa bisa kamu mengutuk ku, kau kan bukan siapa-siapa aku.''
''Terserah padamu yaa, yang jelas sebentar lagi kamu akan terkena Azab yang judulnya Si Juminten simpanan para baba mati di gurun pasir karna di bunuh oleh para istri sah. Hah mampus kau.!!
Sreett.
Lulu mengibaskan rambutnya dan pergi meninggalkan Juminten yang masih terdiam...
Namun Lulu berhenti dan melihat ke arah Tuti dan Yanti. ''Eh dasar teman laknat kalian, malah asik nonton aku berantem.'' Lulu menatap tajam ke arah dua wanita yang sedang cengengesan..
Yanti dan Tuti keluar dari persembunyian. ''Sejak kapan kamu tau kita ada di sini.'' Tanya Yanti.
''Sejak tadiiiiiiii, Hayuu ah kita pergiii dari pada berurusan sama si Juminten laknat ituu.''
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Juminten yang sedang berkomat kamit tak jelas..
.
.
.
...Like Like Like LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak....
...Udah mampir belum ke karya sebelah, Yuuu bisa mampir yuuu.....