
Ke esokan paginya.##
.
.
Semua orang terdekat sudah berkumpul di apartemen Borkhan untuk makan-makan. Terlihat ada Bibi Zulaikha sedang menggendong cucu kesayangannya Affan, Omar dan Lintang serta tak ketinggalan si Susi yang selalu mengintil kemana pun sang majikan pergi..
Yanti dan Tuti sudah berada sedari tadi pagi, membantu Lulu menyiapkan makanan walau bukan mereka yang memasak. Borkhan sudah mempersiapkan semuanya dari restoran hanya tinggal menata semua nya di piring..
Yanti dan Tuti begitu senang ketika mendengar bahwa Lulu sedang hamil muda, yang mana membuat Tuti berjanji akan mengabulkan semua permintaan sang bumil itu. Namun rupanya janji itu di manfaatkan oleh Lulu yang sedang tersenyum Licik memandang Tuti...
''Heh, jangan minta yang macam macam yaa! aku tau yang ada di pikiran mu Lu.!! Tuti mentoyor kepala Lulu.
Tung__
''Heiii mbak, kau kan yang menjajikan nya?? Baiklah aku tidak akan meminta sekarang, namun lain waktu saja.'' ucap Lulu sedikit kesal karna Tuti selalu tau jika Lulu akan mengerjainya..
Sedangkan Lintang dan Susi hanya melihat mereka dengan menopang dagunya masing-masing..
Sedangkan para pria sedang mengobrol di ruang Tv. Disana ada Omar, Borkhan, Asad dan Bibi Zulaikha sebagai tetua di sana sedang membicarakan masalah Bisnis yang akan mereka bangun.
.
Ting tong..
Ting tong..
Bel berbunyi Borkhan berdiri akan membuka pintu, namun terlihat Tuti juga sudah berdiri akan membuka pintu..
''Biar aku saja.'' ucap Borkhan melangkah pergi, sedangkan Tuti langsung duduk kembali..
Ceklek..
''Salam'alaiq Ya Borkhan apa kabar.''
''Azam temanku, silahkan masuk terima kasih sudah datang berkunjung.''
''Aku tidak membawa apapun, namun ini untuk istrimu semoga suka.'' ucap Azam yang mengikuti Borkhan dari belakang.
''Kenapa kau repot-repot, Kau kesini pun aku sudah sangat senang karna kau biasanya sibuk dengan pasien pasien mu itu.'' ucap Borkhan mengambil paperbag berwarna putih ber'lambang G
Azam hanya tersenyum, namun matanya tak lepas dari wanita berkerudung hitam dengan wajah yang sangat Ayu duduk bersama para wanita..
Borkhan dan Azam menghampiri Lulu dan para mahluk ajaib yang sedang berkumpul di balkon..
''Sayang lihatlah azam membawakan mu sesuatu.' ucap Borkhan memberikan paperbag pemberian Azam..
Susi yang melihat Pria yang beberapa hari ini mengganggunya langsung mendengus sebal.. ''Jadi pria menyebalkan ini, masih berteman dengan para majikan majikan ku.!! ucap Susi dalam hati..
Sedangkan Lulu tersenyum dan menerima paperbag pemberian Azam. ''Terimakasih, tapi kenapa repot-repot membawa ini.? ucap Lulu tak enak hati.
__ADS_1
''Tidak apa-apa, dan yaa selamat atas kehamilanmu. karna sebentar lagi kau akan menjadi seorang ibu.' ucap Azam turut bahagia.
Borkhan menepuk pundak Azam. ''Lalu kau kapan menikah? ingat bahwa umur kita tak jauh berbeda.''
''Aku sedang menunggu wanitanya, namun sepertinya usaha ku harus lebih keras agar dia mau menjadi pasanganku.'' jawab Azam sambil melirik Susi dengan senyuman manis di wajahnya..
''Ya sudah ayo bergabung, disana bersama Bibi Zulaikha.'' ucap Borkhan mengajak Azam..
.
.
.
Setelah kepergian Borkhan, Lintang Menatap Lulu dengan Intens..
''Lulu apa kau sudah mencoba semua gaya pepew yang aku ajarkan? tanya Lintang tanpa di Filter membuat semua orang melotot tak percaya..
Susi yang sudah terbiasa dengan kata-kata majikannya yang benar benar mesum hanya memutar matanya malas. ''Dasar majikan omesh. gak dimana-mana obrolan nya seputar ranjaaaaaannggg saja!!'' ucap Susi dalam hati..
''Heii Sus, jangan meledekku dalam hati.!! ucap Lintang seakan tau bahwa pengasuh anaknya sedang mengatai dirinya..
''Dihhh__
Lulu sedang berpikir. ''Belum semuanya sih Lin, tapi aku pernah mencoba gaya extrim yang pernah kamu anjurkan dan rasanya luar biasa.'' ucap Lulu mengacungkan dua jempolnya.
''Siapa duluuu Lintaaaangg gito loh.'' ucap Lintang menepuk dadanya, berbangga hati karna sudah bisa mengajarkan Lulu.
Tak sampai di situ, Lintang melihat Yanti dan Tuti dengan senyuman lebar di wajahnya.. ''Mbak, Kalian kan lebih dewasa di bandingkan kami gaya apa yang kalian suka.? tanya Lintang antusiasi yang mana membuat Yanti dan Tuti saling pandang satu sama lain..
''Kalua aku lebih suka gaya Twirl-A-Girl.'' ucap Tuti dengan gamblang yang mana membuat Susi langsung tersedak minumannya..
Uhuk..
Uhuk..
Yanti langsung mengelus pundak keponakannya dan menatap Tuti dengan tatapan tajam..
''Kenapa dengan matamu.?'' tanya Tuti cuek.
Plakk__
Aiii_
''Kalau ngomong itu di Filter, kasian telinga keponakan ku yang masih Ting-ting.!! ucap Yanti.
''Telinga siapa yang masih Ting-ting, orang keponakan mu selalu nonton K-drama yang isinya tentang percimok kan semua.'' ucap Lintang membuka aib Susi yang membuat Susi melototkan matanya..
''Dasar majikan Lacnut.!! ucap Susi yang membuat Lintang tertawa renyah, karna dia sering memergoki Susi sedang menonton K-drama..
''Btw seperti apa itu posisi Twirl-A-Girl? tanya Lulu penasaran..
__ADS_1
Tuti menegakkan pantatnya lalu menyuruh semua orang untuk melingkar karna Tuti akan berbisik..
''Twirl-A-Girl. kamu berbaring telentang dengan kaki agak terbuka dan kepala disangga dengan bantal. Lalu si dia duduk di atas tubuh kamu, dengan posisi melintang dan bersandar di lengannya untuk memulai penetrasi. Saat penetrasi dimulai, si dia membuka kakimu sedikit dan mulai bergerak lambat. Kalian tau? Posisi ini juga memberi banyak kesempatan kepada kamu untuk membelai para suami mu.'' ucap Tuti yang membuat mereka mengangguk secara bersamaan..
.
Sedangkan Omar yang melihat para wanita sedang berbisik, merasakan ada sesuatu yang tidak beres..
''Borkhan, apa yang di bicarakan para wanita sehingga mereka begitu serius.'' ucap Borkhan yang membuat semua orang menoleh ke arah para wanita di yang sedang berada balkon..
Sementara Bibi Zulaikha sedang membawa Affan tidur di ruang tamu..
''Mungkin mereka sedang merencanakan jalan-jalan, biarkan saja apapun yang mereka inginkan selagi tak membahayakan keselamatan mereka.'' tutur Borkhan.
Omar mendelik. ''Aku setuju dengan itu, namun yang aku khawatirkan istriku yang ajaib bin mujarab itu sedang mencuci otak istri mu dan mereka semua. Untuk menghabiskan uang mereka yang tidak seberapa.'' ucap Omar yang membuat Borkhan menoleh..
''Lantas apa salahnya??
''iiissshh kau tidak asik.''ucap Omar mendengus kesal. ''Apa kau tidak kasian dengan dua pegawai restoran mu? jika istriku mencuci otak mereka, habis sudah mereka jika di ajak belanja. Si susi pengasuh anakku saja sudah menjadi korban ke'usilan Lintang.'' jelas Omar yang masih ingat dengan jelas, bagaimana Susi meminta ganti rugi akibat gajinya selama dua bulan yang dia simpan, di habiskan olehnya karna di hasut oleh Lintang.
Borkhan melihat Lintang dan menoleh ke arah sang sepupu. ''Bukankah istrimu penuh dengan ke'ajaiban? Lihatlah dia sampai bisa membuat seorang Omar Arrashid pemilik Bank dan Real Estate terbesar di negara kita bisa bertekuk lutut di badapannya. Terlebih ia rela naik ke atas pohon mangga hanya karna sang istri menginginkannya.'' ucap Borkhan yang membuat Omar mendengus..
''Diam kau!! sentak Omar
''Tuan, bukankah anda sama saja dengan Tuan Omar? yang rela menjadi gila akibat berjauhan dengan nyonya Lulu.?
''Asad! kau ingin aku gantung? Borkhan melotot
''Heheheh Ampun Tuan, jangan di gantung karna aku belum memiliki istri.'' ucap Asad dengan terkekeh.
Azam melihat Omar dan Borkhan bergantian. ''Boleh aku bertanya.''
''Hmmm..'' Borkhan dan Omar berdehem..
''Apa yang kalian sukai, dengan orang Indonesia ? tanya Azam penasaran karna melihat dua pengusaha sukses tergila-gila dengan istri mereka masing masing..
Omar dan Borkhan saling pandang dan membisik'kan sesuatu yang sangat rahasia.. Sedangkan Asad tersenyum dan melihat Tuti. Dan entah mereka sudah satu hati atau apa, ketika Asad memandangi orang yang ia sukai. Tuti menoleh ke arah Asad hingga pandangan mereka bertemu..
Clik.
Asad mengedipkan matanya yang mana membuat Tuti mengerucutkan bibirnya...
''Menyebalkan.!! gerutu Tuti tanpa suara, namun Asad mengerti apa yang Tuti bicarakan..
.
.
...Jangan lupa tinggalkan jejak yaa.....
...Maafkan Author kemarin gak up.....
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE...