Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
IKSB ~S2. Trio Cibei


__ADS_3

Tak terasa bulan pun berlalu, seorang gadis cantik tengah berdiri memandang gang jalan menuju rumahnya.


Seseorang memegang tangan nya dengan erat, membuat gadis cantik berkerudung hitam itu menoleh..


''Yang mana rumah mu sayang?'' tanya Abi pada Susi.


Author : Cieeee ... calon manten udah panggil sayanggg cieeee..


Abi : berisik thor.



''Sebelah sana.''


''Apa kau siap?''


Susi tersenyum, ''Hanya masih tak menyangka jika aku akan pulang dengan cepat, padahal aku baru memperbaharui kontrakku sama Majikanku.''


''Heh, kamu yakin dia segampang itu melepaskan mu?''


''Maksud mu?'' Susi bingung.


''Dia telah memerasku dan meminta tebusan untuk dirimu, dengan jam tangan Patek Philipe keluaran terbaru.'' jawab Abi dengan santai.


''Hah, yang benar?''


''Sudah tidak perlu memikirkan nya. hanya uang kecil tidak usah di pikirkan.''


''Uang kecil? kecil untuk mereka para sultan, dan yang di sebut kecil itu besar untuk kami.'' gumam Susi dalam hati, ingin sekali dia menjitak kepala Abi karna menyepelekan uang.


Susi pun pasrah dan mengajak calon suaminya untuk segera ke pulang ke rumah kedua orang tuanya, mereka berdua berjalan melewati gang dan ternyata ada pedagang mie ayam yang tengah di kerumuni para cabe-cabean yang sudah berumur.


''Permisi.''


Susi dan Abi melewati kerumunan para cabe-cabean, yang mana membuat semua orang menoleh dan saling sikut sambil menaikkan dagu dengan lirikkan mata tak biasa.

__ADS_1


Mereka berdiri dan gerasak gerusuk lalu mengintip Susi dan Abi dari balik tenda mie ayam. ''Siapa itu rupanya?''


''Ihh ... itu laki ganteng sekali yaakk.''


''Kaya nya bule ituuu.''


Mereka bertiga saling bertanya satu sama lain, siapa wanita dan pria tampan yang baru saja lewat di depan mereka.


''Ayo ikutin mereka mau kemana.''


Ketika mereka akan pergi, abang mie ayam menghentikan mereka. ''Pada mau kemana kalian?'' tanya si abang berkacak pinggang, ''Bayar dulu kaleeenn hah, mau kabur gitu ajaa! Oooohh dasar gak punya otak kalian." Bentaknya lagi


Mereka bertiga cengengesan. ''Bayar dulu itu kau Wa ... kau 'kan yang ajak kita makan." Ucap Rita.


Sedangkan Wanti mengerucutkan bibirnya, lalu mengambil uang hijau dan memberikannya kepada abang mie ayam.


''Ini Bang, jangan kaya orang susah deh. Orang kita suka makan disini pun selalu bayar, takut kali kalau kami gak bayar."ucap Wanti lalu pergi menyeret kedua temannya untuk menyusul Abi dan Susi..




Susi mengangguk. ''Yaaa, ini hasil selama aku ikut kerja dengan Nyonya Lintang.'' jawab Susi di acungi dua jempol oleh Abi.


''Ayo masuk.''


Tok. Tok. ''Assalamualaikum Maaahh.''


Tok. Tok.


''Walaikum salam.'' jawab seseorang dari dalam, yang mana membuat Susi tersenyum.


Ceklek. ''Walaikum sal-- ya Allah Nak'eeeee ya allah Nak'eee.'' Teriak Ibu Susi sambil memeluk sang anak dengan rasa rindu yang ada di dalam hatinya


''Mamaahh..''

__ADS_1


Mereka berpelukkan, menyalurkan rasa rindu satu sama lain dan melupakan seseorang yang dari tadi hanya berdiri..


''Khem.''


Abi berdehem yang mana membuat Ibu paruh baya, namun masih terlihat cantik yang bernama Nita menoleh. ''Eh ada tamu rupanya? Nak'e siapa ini ... teman mu?'' tanya sang Ibu yang langsung di jawab angguk'kan oleh Susi.


''Ia buk.''


''Ouhh ... ya sudah ajak masuk ayooo.''


Mereka bertiga masuk kedalam, tanpa sadar jika trio cibei sedang mengamati mereka dari balik tanaman bunga tetangga.


''Ouhh ... rupanya itu si Susi, kenapa kita gak kenal dia tadiii yaa.''


''Wajar kalau kita gak kenal, orang si Susi kan udah empat tahun kerja di arab.'' ucap Wanti


Mereka bertiga asik mengobrol, tanpa sadar mereka juga sedang di intai oleh pemilik rumah yang menatap mereka bertiga di balik jendela..


''Siapa itu yang sedang dekat bunga ku, apa jangan-jangan mereka mau maling janda setengah nyi iteungku yaa. Hmm ... tidak bisa di biarkan.'' Ucap sang pemilik rumah, pergi ke dapur dan mengambil ember berisikan air dan ....


"BRYUUUUURR.''


"Aaaahhh ..."


Ketiga orang itu berteriak, karna terkejut badan mereka di siram air. Sedangkan sang pemilik rumah sedang berkacak pinggang sambil melotot.


''Ouhhh ... kalian rupanya para perawan tua, yang otaknya tertinggal di dalam rahim! Kalian mau nyolong bunga ku yaa Hah."


Sedangkan Wanti and the Gang menatap sang pemilik rumah dengan kesal. ''Ada apa Ibu ini, kenapa menyiram kami?'' tanya Wanti dengan kesal.


''Kalian masih bertanya ada apa? Pergi kalian, Pergi dari rumah ku, kalau nggak aku panggil genderwo ku hah."


''Ihh ayoo kabur, ngeri sekali mainnya sama genderwo.'' Wanti and the Gang pun lari kocar kacir karna takut.


__ADS_1


...••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2