Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Tiga malam yang berbada


__ADS_3

Di kamar yang luas, terdapat dua orang yang sedang kelelahan akibat perbuatan tak senonoh yang sudah mereka lakukan. Namun terlihat dua raut muka yang berbeda, di satu sisi raut muka yang puas setelah sesuatu yang ada di dalam dirinya keluar dan disisi lain raut muka kesal dan kelelahan..


Yanti sedang memijat mulut nya karna kelelahan sekaligus kram akibat kelamaan mengocok sesuatu yang seharusnya tidak di kocok. ia rela mengorbankan mulut sexsinya menjadi korban di bandingkan nyi iteung yang harus turun tangan, walau sebenarnya ia pun tergoda dengan beda tumpul yang tegak dan besar membuat jiwa kesepiannya meronta-ronta. Untung saja masih ada si Mala yang mengingatkan dirinya untuk tidak terpengaruh dengan hasuttan si Seti..


Serkan menyunggingkan bibirnya sambil menatap Yanti penuh minat. ''Why do you refuse to have s*x with me.?" (Kenapa kau menolak berhubungan badan denganku.?) tanya Sarkan menyalakan roko yang sedang bersender di ranjang..


Yanti menoleh dan mencebikkan bibirnya, mengutuk Mr.Arrogant di depannya yang sudah menyiksa mulut kecil tanpa dosa harus merasakan semburan para kecebong berkualitas tinggi..


'' I'm still someone's wife. ( Aku masih istri seseorang ) ucap Yanti mengambil tasnya yang ingin pergi..


''Wait, let me take you. (Tunggu, biar aku yang mengantarkan mu.)


''Gak mau. aku bisa pulang sendiri.!! ketus Yanti melangkah ke luar kamar dan membanting pintu dengan keras..


Braaakkk___


Bukannya marah, Serkan tersenyum karna baru pertama kali melihat wanita yang berani kepadanya dan menolak berhubungan badan. Ia mengambil ponselnya lalu menghubungi asisten pribadinya untuk mencari tau semuanya tentang wanita yang benar-benar bisa memuaskannya tanpa berhubungan badan..


Sedangkan Yanti tengah kasarung/alias tersesat karna rumah ini begitu luas layaknya labirin. Ia melihat jam di pergelangan tangan nya menunjukkan pukul 11:30 malam dan menggerutu kesal.


''Benar-benar pria Arrogant gila !! pantas saja mulut dan jari jemari suciku terasa keram dan pegal.'' ucapnya dalam hati.


Yanti celingak celinguk bingung namun tak sengaja ia melihat seseorang dan memanggilnya.


''Excuse me.'' (Permisi )


''Excuse me Miss.'' teriak Yanti yang mana membuat wanita itu menoleh.


''Yes there is something I can help.? (Ya ada yang bisa saya bantu .? tanya nya


Yanti tersenyum. ''I want to get out of here, could you please show me the exit? (saya ingin keluar dari sini, bisa tolong tunjukkan jalan keluarnya?" ujar Yanti


Kepala pelayan wanita itu tersenyum dan menelpon seseorang dalam bahasa Turki yang tidak di mengerti oleh Yanti. Setelah selesai pelayan wanita itu menaruh ponselnya kembali dan melihat Yanti..


''Mr. Serkan doesn't allow you to leave this Mansion.''(Tuan Serkan tidak mengizinkanmu meninggalkan Mansion ini.)


''What? Why did it happen? (Apa? kenapa ini terjadi?)


''Let me take you to the dining room. Mr. Serkan said wait for him at the dining table.''(Biarkan aku membawamu ke ruang makan. Pak Serkan bilang tunggu dia di meja makan.")


Yanti menggerutu dan berkomat kamit, namun tak ayal dia mengikuti kepala pelayan wanita itu untuk menunggu Serkan datang..


.

__ADS_1


.


Dilain sisi lain di waktu yang bersamaan Lulu terbangun dari tidurnya. ia pun menyenderkan badannya di ranjang dan melihat Borkhan tidur dengan sangat pulas..


Kruyuuuukkk__


Cacing-cacing manja berteriak di dalam perut Lulu meminta di isi, entahlah akhir-akhir ini Lulu selalu lapar jika sudah larut malam dan akan mencari makan yang bisa ia makan..


''Yankk, bangun.'' Lulu menggoyangkan bahu Borkhan dengan pelan..


''Yankk.


''Hmmm__ Ada apa sayang.'' Borkhan membuka matanya dan melihat Lulu..


''Aku laparrrr..


Borkhan langsung terbangun dan melihat jam di dinding.. ''Kau mau makan apa sayang.? tanya Borkhan


Lulu berpikir sejenak... ''Aku ingin makan nasi goreng, tapi aku ingin kau yang membuatnya.''


Borkhan tersenyum dan mengguk lalu mengusap perut buncit sang istri. ''Ada lagi yang ingin kau makan sayang.?


Lulu menggeleng. ''Hanya itu saja, karna itu yang di inginkan bayi kita.''


''Baik tunggu disini aku akan bawakan kemari.''


''Ayoo.


Mereka berdua turun dari kamar dan melangakang ke arah dapur, Lulu duduk di meja makan khusus untuk para Khadimah makan dan duduk sambil memperhatikan Borkhan yang sedang mengambil bahan bahan..


Borkhan dengan sangat lihai memotong bawang dan teman temannya. Dia adalah pemilik restoran berbintang lima, tentu saja membuat nasi goreng adalah hal yang tidak sulit untuknya..


Lulu duduk memperhatikan Borkhan dengan seksama, ia begitu beruntung mendapatkan suami peri seperti Borkhan yang siap siaga dan selalu bersikap hangat dan penyayang kepadanya..


Dulu Lulu masih ingat kata-kata sang ayah, bahwa ayah nya selalu mendoakan Lulu akan mendapatkan pangeran yang baik hati dan selalu mengutamakan dirinya di banding hidupnya sendiri. Kini perkataan sekaligus doa untuk Lulu menjadi kenyataan, ia mendapatkan suami yang di atas segala-galanya walau mereka berbeda negara namun satu keyakinan..


Borkhan menaruh nasi goreng di piring dan menaruhnya di depan Lulu yang sedang melamun..


Borkhan mengusap kepala sang istri yang kedapatan sedang melamun..


Cup..


''Kenapa melamun hmm?

__ADS_1


''Haah__ '' Lulu tersadar dari lamunannya dan melihat nasi goreng sudah berada di depannya ia pun tersenyum..


''Ummm sangat wangiii, terimakasih sayanggg.'' ucap Lulu mengambil sendok dan langsung melahap nasi goreng itu..


''Apapun untukmu sayang..''


.


.


.


Sedangkan di tempat lain kedua pengantin baru sedang bergelut di bawah selimut, entah berapa kali mereka mendapatkan ******* nya namun bagi mereka tidak ada yang puas sebelum salah satu dari mereka tumbang dan mengalah..


''Memohonlah untuk berhenti.!! ucap Asad dengan nada berat dengan pinggul bergoyang dan menjambak rambut Tuti dari arah belakang..


Tuti yang merasakan kenikmatan yang luar biasa dari posisi yang sedang mereka lakukan, hanya terkekeh dan semakin menantang Asad untuk melakukannya lebih dari ini..


Tuti menyukai sedikit kekerasan dalam berhubungan badan, yang mana membuat Asad semakin bertekuk di bawah kaki Tuti jika sudah berhubungan badan..


Plaaakk__


Asad menampar kedua bakpau dan meremasnya dengan gemas dan terus memaju mundurkan juniornya yang semakin membuat Asad maracau tidak jelas..


Asad semakin cepat memaju mundurkan tubuhnya, irama beserta tubuhnya sudah tak menentu. Asad mengerang dan Tuti menjerit nikmat saat asad terus menyerang dan menghentak di bawah sana..


Aaaaaahhh__


Tubuh Asad bergetar hebat dan memeluk sang istri dengan sangat erat, nafasnya tersenggal senggal saat Asad mendapatkan ******* nya..


Cup..


Cup..


Cup..


Asad mengecup kening dan bibir Tuti. ''Terimakasih sayang, kau sangat luar biasa.'' ucap Asad dan di balas senyuman oleh Tuti..


.


.


.

__ADS_1


...Maaf yaa Ziyeng baru up. Author lagi banyak pikiran jadi gak fokus untuk up.....


...Jangan bosen untuk kasih VOTE/BUNGA YAAA ...


__ADS_2