Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Terbayang


__ADS_3

Like ya Ziyeng..


Voteeeeeeeeee..


Kirim bunga juga..


...........


Qars milik Lintang.#


Susi sedang bermain dengan Affan, namun Sedari tadi dia malah senyum-senyum sendiri memikirkan kejadian kemarin malam, yang mana dia dan Abi sudah resmi menjadi sepasang kekasih..


Dalam waktu dekat, Abi akan mengajaknya pulang ke kampung halaman dan meminta restu kepada kedua orang tuanya..


Susi tersenyum sesekali merangkup bantal dan menutup wajahnya, lalu berteriak kegirangan saat mengingat Abi mengecup pipinya. Dan itu semua tak luput dari penglihatan sang majikan yang baru saja turun dari kamarnya..


''Ih ngeri sekali si Susi senyum-senyum sendiriiii, apa dia kesambet neng kuntil di pohon mangga yaa?'' gumam Lintang lalu melangkah ke arah Susi, dan menempelkan punggung tangannya ke kening Susi untuk memeriksa apakah khadimah nya sehat atau kurang setengah ons..


''Madam lagi apa.? tanya Susi merasa heran dengan tingkah majikannya.


''Aku sedang memeriksa suhu badan mu, aku kira kamu kesambet. Kalau kamu kesambet, aku tadinya mau pinjem cemvake mang Duloh buat di gosok ke wajah mu biar sadar kembali '' ucap Lintang sambil terkekeh.


''Eeiihhhsss mada ada aku kesambet.'' Susi mendelik


''Btw madam mau kemana, udah rapih gini.?''


''Pending dulu aku jawabnya, ada yang aku ingin tanyakan.''


''Apa rupanya?


''Bagaimana kencan mu kemarin, sukses gak?'' tanya Lintang kepo.


Susi diam memandang Lintang. ''Punya majikan keponya yaa allahhhh nauzubilah.'' gumam Susi dalam hati.


TUNG...


Lintang mentoyor kepala Susi. ''HEH KAU, gak usah bergumam dalam hati, tau nya aku apa yang kamu omongin.!!


Heheheh___


''Jadi bagaimana.? kalau kamu gak bicara aku potong gaji mu 80% Mau?


''Issh si madam main potong-potong ajaaaaa. Lihat nihhhh.'' Susi memperlihatkan Cincin di jari manisnya dengan bangga.


''Owaaaaa, kalian resmi pacaran.?


Susi mengangguk. ''Dia melamar aku madam.''


Lintang langsung memeluk Susi. ''Aaahhhh selamat ya Ncuuuuss, akhirnya kamu sebentar lagi akan merasakan si kemed dan tidak perlu lagi menonton Kakek sugi lagi..


''Isshh, siapa yang suka nonton Kakek legendaris itu yang hanya memiliki kemed segini.'' Susi menunjukkan jari kelingkingnya..


''Halahhhh katanya gak suka nonton Kakek Sugi, tapi kok bisa tau seberapa besar buntuknya.?!''


Heheheh. ''Btw madam mau kemana udah rapih.'' tanya Susi mengalihkan pembicaraan..

__ADS_1


''Aku mau makan Sushi di restoran si ituu yang baru buka.''


''Si itu si mana madam?


''Itulah siapa itu, aku lupa nama si itu.''


''Gak jelas.!!


''Kamu mau ikut gak? Ayo temenin aku, bawa Affan sekalian yookk..


Susi mengangguk lalu menggendong Affan, Mereka pun pergi makan Sushi di tempat si itu yang tidak tau namanya siapa itu..


..........


.


.


Sedangkan di sebuah ruangan rumah sakit, seorang wanita tengah bersusah payah menuruti instruksi dari dokter yang sedang membantunya untuk melahirkan..


Aaaaahhh___


''Sayanggggg jangan menjambak rambutku.!! teriak sang suami tak berdaya saat rambut kesayangannya di jambak saat sang istri sedang mengeden..


''Bukankah sudah aku bilang, jika aku sudah tak sanggup untuk melahirkan. mengapa kau begitu mengeyel bahkan meminta adik sebelum bayi ini lahir kedunia Haaaah!!


Aaaaahhh___


Sang dokter sayang sedang membantu menangani, merasa panik karna sang pasien terus saja berteriak. ''Nyonya tolong jangan membuang-buang tenanga dengan berteriak tidak jelas.! tegur sang dokter melihat nyi iteng yang sedang kembang kempis memekar memberi jalan untuk sang bayi yang ingin keluar..


''Dokterrr, apa kau sudah pernah melahirkan? kau sangat tau jelas ini sangat menyakitkan.!! teriaknya yang mana sang Dokter melihat kedua suami istri di depannya.


''Jambak saja nyonya saya tidak akan melarang anda, kalau perlu cakar saja Suami anda.'' ucap sang dokter..


Sedangkan sang suami mencari cara lain, agar rambutnya tidak di jambak lagi. ''Sayanggg coba dengar dulu apa kata dokter tadi, jangan buang buang tenaga mu, kau tau Aaahhhhkkk__ Kau tau sayang akhir-akhir ini rambutku sangat Aaahhhkk__ sangat rontok, dan aku tidak mau jika anakku lahir dan melihat ku botak seperti lampu taman.'' Teriak Asad..


''Aku tidak perduliiiii, ini sangat sakittt aaaahhhh!! teriak Tuti..


.


Flashback beberapa jam yang lalu.#


.


Pagi hari seperti biasa yang selalu di jalani setiap orang, begitu pun dengan Asad dan Tuti yang sedang menikmati kebersamaan nya..


Asad melangkah ke arah dapur untuk mengambilkan buah melon untuk sang istri. lalu kembali lagi ke ruang Tv dimana tuti sedang menonton film kesukaannya..


''Ini sayang.'' Asad menyodorkan piring berisi melon..


''Makasih ya sayanggg.'' Tuti mengambil piring dan langsung melahap melon kedalam mulutnya.


Sementara Asad duduk dan langsung mengelus perut buncit Tuti dengan gemas, mengelus perut sudah menjadi candu untuk Asad karna jika dia tidak mengelus perut sang istri dia seperti kehilangan sesuatu..


''Sayang kapan anak kita akan lahir?

__ADS_1


''Sebulan lagi Yank.''


''Aku udah gak sabar liat anak kita.'' Asad mencium perut Tuti dan membayangkan ketika dia akan selalu di repotkan oleh anaknya. Sama seperti Borkhan yang selalu ketar ketir jika menyangkut baby Twins..


Muuuaaaccchhh..


Muuuaaaccchhh..


''Sayang jika anak kita lahir, aku mau segera kamu hamil lagi biar dia ada teman bermain.'' pinta Asad yang mana membuat Tuti langsung berhenti menguyah..


''Apa kau sudah gila? bengek akuuuu jika langsung hamil lagi Yank. Lagian umur udah tua dan gak sanggup lagi untuk melahirkan.'' protes Tuti...


Asad membenarkan duduknya dan menatap sang istri tercinta. ''Umur boleh tua, tapi sepertinya dari yang aku lihat kamu itu masih bugar sayangggg. Terbukti dari cara kamu mendaki si kemed yang penuh rintangan dan rawa rawa yang akan menjebloskan mu dalam kenikmatan..


Ciikk..


Awwww ''Kenapa mencubitku.


''Kau itu mesum sekali.! pokoknya aku sudah tidak mau mempunyai anak lagi.'' keukeuh Tuti yang langsung berdiri ingin pergi. Namun baru juga dua langkah, ia merasakan perutnya yang tiba-tiba mulas..


''Aaahhhkk..


''Sayang kamu baik-baik saja.? Asad langsung berdiri dan menghampiri Tuti..


''Aku ingin ke kamar mandi.''


''Baiklah, aku antar ayo sayang pelan-pelan.''


Asad mengantar Tuti untuk pergi ke kamar mandi, namun belum juga sampai. Asad melihat celana Tuti yang basah dan mengeluarkan lendir..


''Sayangggg kamu pipis di celana?


''Hah!


''Itu lihat kamu pipis berceceran.''


Tuti melihat dan meraba cairan yang keluar dari nyi iteung..


''Ini air ketuban bodoh, bukan pipis.! Aaahhh.'' Tuti berteriak saat perutnya mulas kembali..


''Apa kamu mau melahirkan? Asad terkejut..


''Iyaaa, sepertinya begitu. Cepat siapkan mobil kita ke rumah sakit sekarang..


''Baiklah aku siapkan.!!


Asad melangkah pergi..


''Heiiii dasar suami tidak peka, kau meninggalkan akuu iiihhh..


''Oh maafkan aku sayang Ayo'' Asad menggendong Tuti keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil..


.


Flashback Off..

__ADS_1


__ADS_2