
Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba, gedung yang sudah di pesan oleh Susi dan Abi sudah di dekor dengan epik dan megah. Susi meminta konsep pernikahan yang sangat dia impian sewaktu dulu, dan akhirnya hari ini Susi bisa mengabulkan keinginannya..
Sebuah pesta pernikahan yang sangat mewah bak di dalam dongeng, Susi pun mengenakan gaun yang sangat cantik dan mewah dengan riasan bak berbie hidup, yang mana membuat semua orang pangling saat melihat Susi..
Lalu dimana Azam?
Ketika hari kedua Azam datang dan berbicara dari hati ke hati dengan Susi, ia sadar jika Susi sudah melupakan dirinya dan membuka hati untuk sang adik. Untuk itu dia pun mencoba mengikhlaskan Susi untuk Abizar, karna ia bisa melihat cinta di mata Abi yang begitu besar untuk Susi yang mana membuat dirinya sadar..
Dan hari ini, setelah Azam melihat dan mendengar kata sah, Azam tersenyum walau hatinya sakit! Namun dia berjanji untuk mencoba merelakan semuanya, setelah itu dia pergi membawa semua barang barangnya menuju bandara, tanpa berpamitan pada siapapun karna dia tidak mau mengganggu kebahagiaan orang lain..
Dia memang mencintai Susi, tapi dia lebih mencintai sang ibu walau dia tau jika sang ibu begitu egois namun Azam tidak bisa menolak perkataan ibunya. Terlebih dia tidak bisa mengecewakan hati perempuan untuk kedua kalinya, dia akan mencoba membuka hati untuk tunangannya itu..
•
•
Satu persatu orang-orang memberikan selamat kepada pengantin yang sedang berbahagia, Lulu dan Yanti beserta Tuti turut hadir di pesta pernikahan Susi..
Dimana Lintang?
Dia di tinggal karna tubuhnya masih lemah pasca melahirkan, dan fisiknya pun belum sembuh total. Yang mana membuat dia cemberut sepanjang hari karna tidak bisa bergabung dan pulang kampung..
•
•
Malam hari•
Malam hari pun menjalang, Susi yang sudah di kamar lebih awal langsung melepaskan manik-manik yang masih tersisa di kepalanya.
Ia begitu lelah karna seharian ini memakai mahkota dan baju adat yang sangat menyesakkan. ''Oh ya ampunn, akhirnya tahu bulatku bisa bernafas juga setelah seharian di siksa.'' gumam Susi beberapa kali menghirup udara dan menggoyangkan dua tahu bulatnya ke kanan dan ke kiri..
Sedangkan Abi yang berada di ruangan lain, bersama Borkhan dan Serkan beserta Asad. Mereka tengah mencekoki Abi dengan hal-hal berbau 21+ ke atas. Mereka yang bangga karna sudah berpengalaman, tidak malu sedikit pun untuk mengatakan hal hal yang tabu untuk di dengar.
Seperti bagaimana cara memuaskan nyi iteung, bagaimana posisi cicak cicak di dinding dan lain sebagainya hingga mereka melupakan waktu..
Setelah sekian lama mengobrol, tak terasa jam menunjukkan pukul 22:30. Akhirnya mereka bubar ke kamar masing masing..
__ADS_1
Tit, ceklek.. Pintu kamar hotel terbuka bersamaan dengan Abi masuk kedalam, namun ia merasa heran karna kamar ini begitu redup minim pencahayaan..
''Sayangggg.'' Abi melangkah ke kamar dan mencari istrinya, namun kamar itu kosong dan tidak ada tanda tanda istrinya..
''Sayangg.''
Abi mencari kesana kemari, namun Susi tidak ada sama sekali. di dalam pikirannya ia takut jika Susi di bawa kabur oleh Azam yang mana membuat ia prustasi..
Dugh..
Abi duduk dan menyenderkan badannya di sofa, untuk menjernihkan pikirannya yang kotor. Namun tak lama, Abi merasakan seseorang mencium keningnya dari arah belakang..
Cuuupp..
Abi membuka matanya dan melihat sang istri yang sedang tersenyum jahil..
''Kamu bersembunyi dimana? kau membuat aku takut.''
''Aku kesal kepadamu karna meninggalkan aku sendirian.'' Susi cemberut lalu melangkah memutari sofa dan duduk di pangkuan Abizar..
''Maafkan aku, karna para bapak-bapak tidak membiarkan aku pergi.'' terang Abi melingkarkan satu tangan di pinggang sang istri..
''Kau sangat cantik.'' kata itu lolos dari mulut Abi, yang mana membuat Susi tersenyum senang.
''Apa sebelumnya aku tidak cantik?'' tanya Susi sambil memainkan kencing kemeja milik Abi..
Muuuaaaccchhh.. Abi mencium leher Susi begitu lama, lalu menatap mata Susi. ''Tentu saja cantik, dan aku mau kecantikkan ini hanya aku yang dapat melihatnya..
Keduanya saling pandang dan menyatukan bibir mereka secara perlahan, Susi mengikuti irama yang Abi mainkan walau keduanya merasa kaku karna ini adalah yang pertama untuk keduanya merasakan sensasi seperti ini..
Ciuman itu semakin lama semakin dalam dan menuntut, Abi menggendong Susi ke ranjang tanpa melepaskan pergulatan bibirnya..
Kedua tangan Abi melepaskan baju yang di kenakan oleh Susi, dan melemparkan baju dan OBH itu kesembarang arah yang mana membuat tubuh Susi polos dan hanya menyisakan CDC berwarna merah merona..
Tangan Abi dengan perlahan memainkan kedua tahu bulat yang sudah menegang, dan meremasnya dengan perlahan membuat Susi merasakan geli sekaligus nikmat..
Dan entah keberanian dari mana, membuat tangan Susi meraba dada bidang dan perut Abi yang sangat menggiurkan mata semua perempuan dengan roti sobek berbentuk delapan..
__ADS_1
Aaahhkk.. Susi mendesah ketika jari jemari Abi sedang meraba dan memerintil sesuatu di bawah sana, yang mana membuat Susi menggeliat..
Abi melepaskan tautan bibirnya, lalu ia melepaskan celana dan boxser sehingga membuat si kemed menyembul keluar membuat Susi melotot karna terkejut..
''A_Abiii ka__
Susi tidak bisa melanjutkan perkataannya, karna Abi langsung membungkam mulutnya dengan lumata* dan hisapa*. Abi merapatkan tubuhnya pada tubuh Susi, karna si kemed tidak bisa menahan untuk memporak porandakan hunian nyi iteung..
Aaaiihhhh_'Abiiii sakittt...
Abi menghentikan sejenak dan menatap wajah Susi yang menahan sakit. ''Tahan sedikit sayang, ini belum masuk semua.'' bisik Abi dan mencium bibir Susi..
Susi mengangguk dan mencengkram punggung Abi, saat si kemed terus memaksa masuk hingga hentakkan ke tiga barulah si kemed masuk dengan sempurna yang mana membuat keduanya mendesah bersama..
Aaaahhhkk__ Ketika si kemed masuk dengan sempurna, tak ada yang bisa Abi katakan bahwa ini sangatlah nikmat.
Satu menit...
Dua menit..
Pinggul Abi masih bergerak lambat dan menyesapi rasa yang akan membuatnya ketagihan. Begitu pun dengan Susi, yang merasa tersiksa ketika Abi bergerak lambat yang mana membuat nya tidak sabaran.. ''Arrgghh fasterr Hon, ini membuat aku gilaaa.'' desah Susi
''Whatever you want baby.''
Abi pun melajukan pinggulnya dengan cepat, dan menghentak begitu nikmat. Suara desah raksa Susi menggema di kamar yang membuat Abi semakin gencar mencari kenikmatan dunia wi..
Ahhh..》Ahiiihh..》Uhh..
"Fasterrrrr.''
Suara gendang pun bertalu talu, mengikuti irama yang sedang Abi mainkan. Hingga akhirnya suara erangan dari keduanya menggema saat mencapai puncak kenikmatan, menjadi saksi antar keduanya bahwa mereka sangat menikmati penyatuan hari bersejarah ini...
💦💦💦
...•••••...
...Udah segitu aja yaaa...
__ADS_1
...Jangan lupa LIKE.KOMEN.VOTE...