Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
The Power of Emak-emak


__ADS_3

Di bawah alam sadar.#


.


.


Borkhan begitu bahagia bisa melihat sang ayah dan ibunya, dia banyak bercerita tentang Lulu istri yang di kirim kan oleh sang ibu untuk menemani masa tuanya sekaligus berterima kasih kepada mama Khumairah..


''Bukankah ibu sudah pernah bilang, jika seorang ibu tau apa yang anaknya butuhkan hmm.''


Ayah Borkhan menatap sang anak dengan senyum bahagia. ''Nak, ikutlah dengan kami dan luangkan lah waktu bersama kami.'' ucap sang ayah memegang tangan Borkhan.


''Aku ingin sekali ikut dengan kalian tapi aku tidak bisa Baa, istriku masih membutuhkan diriku di sampingnya terlebih dia sedang hamil cucu kalian.'' ucap Borkhan dengan mata berkaca-kaca. ''Kau tau Baa dia tidak bisa berjauhan denganku, dia pasti akan mengomel tanpa henti jika aku tidak ada di sampingnya ketika bangun tidur.'' tutur Borkhan mengingat kebersamaan dengan Lulu..


''Kau dari mana?


''Kenapa tidak menungguku.


''Dasar suami durhaka meninggalkan istrinya sedang tidur, bukankah sudah aku bilang untuk menungguku bangun.!!


''Aku mau kamu pulang sekarang juga, titik tidak ada koma apalagi spasi..


''Kamu mau ikut denganmu.!!


Begitulah sekelebat bayangan kebersamaan dengan sang istri, mengingat itu Borkhan terkekeh..


Mama Khumairah membelai pipi anak semata wayangnya. ''Ama bisa melihat kau begitu bahagia dengannya. Plaaakk__ Mama Khumairah memukul pipi Borkhan. ''Jika kau bahagia, mengapa kau masih di sini HAH!! Dasar anak sekaligus suami durhaka. Kamu meninggalkan istri mu sendirian di rumah? sudah sana pergi temui istrimu yang sedang menunggu mu di rumah.'' ucap mama Khumairah dengan sedikit tertawa menjewer telinga Borkhan..


''Aiii maaa kau menyakitiku, aku akan pulang namun beri aku pelukan untuk terakhir kalinya.''


Borkhan memeluk kedua orang tuanya dengan rasa bahagia..


Tiba-tiba sebuah cahaya bersamaan dengan pintu besar dan lebar terbuka. Borkhan melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah pintu, melambaikan tanganya kepada ke dua orang tuanya yang sedang berpelukan..


''Aku mencintai kalian Maa, Abaa.'' ucap Borkhan..


.


.


Bersamaan dengan itu, Dokter telah selesai mengoprasi pasien dan bernafas lega saat operasinya berjalan dengan lancar. Mereka pun menunggu Borkhan sadar nanti dan akan melihat perkembangannya..


Lampu ruangan IGD mati, Lulu yang melihatnya langsung berdiri dan melangkah ke depan pintu..


Ceklek..


Dokter keluar, di sambut beberapa pertanyaan dari Lulu yang beruntun..


''Dok bagaimana keadaan suami saya?


''Apa oprasi nya berjalan lancar?

__ADS_1


''Apa lukanya parah?


''Dokter.


''Puji syukur oprasi nya berjalan lancar, kondisinya saat ini masih stabil namun kita akan memeriksa kembali saat pasien sadar.'' ucap sang dokter yang membuat Lulu sedikit lega..


''Apa boleh saya masuk kedalam?


''Untuk saat ini tidak, namun jika pasien sudah di pindahkan ke ruangannya anda boleh menjenguknya. Kami Permisi dulu Nyonya.'' ucap sang dokter melangkah pergi.


Ketika dokter pergi, dari arah berlawanan bibi Zulaikha dan Lintang datang dengan tergesa-gesa. sedangkan Omar sedang berada di luar negri untuk mengurusi beberapa cabang perusahaannya..


''Lulu.'' sapa Lintang yang langsung memeluk Lulu, berharap sedikit mengurangi kesedihannya..


''Lintangggg Hisk Hisk Hisk Aku_ Akuuu takut Borkhan pergi meninggalkan ku.'' ucap Lulu dengan tangisan di bahu Lintang dengan pilu, hatinya merasa sakit melihat suami yang ia cintai lemah tak berdaya.


''Jangan berbicara seperti itu, berdoalah supaya Borkhan baik-baik saja.'' Ucap Lintang melonggarkan pelukan dan menghapus airmata di pipi Lulu..


''Sayanggg.''


''Bibi.''


Bibi Zulaikha memeluk istri dari keponakannya, mengusap punggung Lulu dengan lembut.


''Apa kata dokter.?


Lulu pun menceritakan jika oprasinya berjalan lancar dan menunggu Borkahn sadar..


''Yang sabar ya sayanggg.''


.


.


.


.


Asad bangun dari tidurnya dan keluar melihat pemandangan yang begitu segar untuk penglihatan matanya..


Ia pun masuk kedalam rumah dan mengambil kamera miliknya. Asad celingak celinguk melihat tak ada orang di rumah ini, ia pun ber'inisiatif untuk jalan-jalan sendiri..


Asad mengitari pesawahan dan memotretnya, ada juga ibu-ibu yang sedang menanam padi langsung heboh saat melihat Asad si bule Mesir masuk kampung..


Tak lupa Asad memotret mereka yang sedang melambaikan tangan kepadanya. Lalu pergi menelusuri jalan setapak dan tak sengaja melihat anak-anak yang sedang berlarian ke sesuatu tempat yang membuat Asad penasaran..


Asad mengikuti anak-anak itu hingga ke sungai, dan melihat semua anak itu menyebur secara bergantian para anak-anak begitu bahagia ketika meloncat ke dalam sungai..


Byuuurrr..


Cekrek_

__ADS_1


Cekrek_


Asad tersenyum saat melihat hasil jepretannya yang sangat memuaskan. Ia pun melangkah dan melihat emak-emak yang sedang mencuci di sungai sambil bergosip..


Asad akan mengambil gambar, namun para emak-emak menoleh kepadanya dan meneriaki Asad..


''Eehh itu ada bule Arab sedang ngintip kita mandiii.'' teriak semua para emak-emak langsung berdiri mengacungkan gayung dan perabotan lainnya untuk memukul Asad..


Asad yang melihat situasi langsung kabur, namun saat akan kabur ia malah terpeleset.


Gubraaaakkkk..


Aaaauuuu___


''Hahhh dasar bule mesir mesum Rasakan ini hah.'' ucap emak-emak mengeroyok Asad..


Tung_


Baak_


Dugh_


Traak_


Kepala Asad di getok oleh gayung kuning berbentuk Love..


Asad yang tidak tau apa kesalahannya, hanya diam tanpa melawan The Power of Emak-emak. karna jika melawan pun Asad tidak akan menang..


''Bule Mesir ini harus di bawa ke pak kades.'' teriak salah satu emak-emak yang memakai sarung batik dengan centong di tangannya..


Ya


Ya


Ya


''Ayo kita giring dia ke Balai desa.'' teriak para pasukan Emak-emak.


Sedangkan Asad menjerit dalam hati..


''Tutiiiiiii Help meeeeeee.''


.


.


.


...Jangan Lupa tinggalkan jejak LIKE.KOMEN.VOTE ...


...Mau up lagi gak ?...

__ADS_1


...Kasih dulu sebuket bunga tanda cinta buat Author hehehe...


...Bagaimana nasib Asad yaaa??...


__ADS_2