
.
Di rumah sederhana namun nyaman, duduk tiga orang berbeda usia sedang diam dengan pikirannya masing-masing..
Tuti,Asad dan Rian anaknya Tuti yang sudah tumbuh dewasa dan sangat tampan..
''Apa dia anakmu.? bisik Asad tak percaya jika di depannya ini adalah anak Tuti..
Tuti mengangguk sementara Rian menatap Asad dengan tatapan sulit di baca..
''Jadi kapan kalian akan melangsungkan pernikahan.? tanya Rian mematap sang ibu..
''Apa kamu setuju.? tanya Tuti sedikit tak percaya karna anaknya setuju begitu saja..
Rian menyunggingkan bibirnya. ''Boleh Rian berbicara dengan calon suami ibu.? pinta Rian langsung berdiri. ''Ian tunggu di teras depan.'' ucap Rian melangkah ke luar, sedangkan Tuti menatap Asad dan memberi tahunya jika sang anak ingin berbicara..
''Sayang tapi kamu sendiri tau jika aku belum bisa Bahasa.?
''Rian bisa bahasa inggris ko, sudah sana pergi temui dan menangkan hatinya jika Rian setuju, besok kita menikah.'' ucap Tuti membuat Asad langsung berdiri pergi menemui Rian..
__ADS_1
.
.
.
Di teras, Rian duduk menatap kedepan tak berapa lama Asad duduk di sebelah Rian..
''Can you speak English.(Kamu bisa bahasa inggris.?)
"A little.(Sedikit.)
"Do you love my mom.(Apa kamu mencintai ibuku.?) tanya Rian menatap manik mata Asad yang jernih berwarna coklat terang..
"Of course. if I don't love your mother, how could i come here to meet you. (Tentu saja. Jika aku tidak mencintai ibumu, mana mungkin aku sampai datang kesini menemui dirimu.'')
"Do you want to know. The person you will marry is a great woman in my life.(Apakah kamu ingin tahu. Orang yang akan kamu nikahi adalah wanita hebat dalam hidupku.)
Asad mengangguk..
"What made you choose my mother. I can guess if your age difference is very big." (Apa yang membuatmu memilih ibuku, bisa aku tebak jika perbedaan umur kalian sangat jauh.'')
__ADS_1
''Cinta tidak membutuhkan alasan, Aku mencintai ibumu dengan apa adanya dirinya. Umur aku dan ibumu mu memang sangat jauh, tapi itu bukan sebuah halangan yang sangat berat. Aku adalah orang baru di kehidupan ibumu, aku juga tidak bisa berjanji jika ibumu menikah denganku akan selalu bahagia. Karna kau pasti sudah faham bagaimana biduk rumah tangga seperti apa.'' tutur Asad yang membuat Rian tersenyum.
''Aku sebagai anak satu-satunya dari orang yang kau cintai, merestui hubungan kalian dan segeralah menghalalkan hubungan kalian namuuunn___ Rian berhenti dan menghela nafas karna tiba-tiba ia merasa dadanya tercekik. ''Orang yang akan kau nikahi adalah ibuku, kebanggaan ku, orang yang begitu aku hormati dan menjungjung namanya di hatiku. Aku mohon kepadamu jika suatu hari nanti kamu merasa ibuku merepotkan atau menyusahkan dirimu, atau kamu sudah tidak mencintai ibuku. Tolong kembalikan dia kepadaku karna aku dengan senang hati akan merawat ibuku di masa tuanya nanti, berjanjilah padaku jangan pernah sakiti hati dan jiwanya.'' ucap Rian dengan kedua tangan memohon..
Asad begitu tertegun dan sedikit merasa malu, karna anak ber'umur 18thn bisa berfikir sedewasa apalagi menyangkut ibunya..
Asad menepuk pundak Rian. ''Aku tidak bisa berjanji, namun kamu bisa percaya padaku bahwa aku akan mencintai dan menjaga ibumu sepenuh hatiku.''
Sementara di dalam, Tuti meneteskan airmatanya saat mendengar obrolan anaknya dengan Asad. Hatinya begitu sakit sekaligus bahagia karna sang anak ternyata sangat mencintainya dan memperdulikan dirinya..
.
.
...Jangan Lupa tinggalkan jejaknya ...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
...😄 nanti di lanjut up nya di jam Neng Kunti lagi berkeliaran ...
...Jangan lupa kirim bunga sebanyak yang kalian punya ...
__ADS_1