
Api kecil dari tungku,
Apinya kecil habis kayu.
Sudah lama kutunggu-tunggu,
Kapan kamu bilang i love you..
Send...
Tuti yang gemar berpantun membuat status di sosial medianya, sudah dua hari ini dia menginap dengan Lulu biasanya ia akan gantian dengan Yanti, namun Yanti ada urusan dengan keponakan nya..
Lulu dan Tuti sedang berada di Mall, mereka duduk memakan eskrim dengan tenang namun hati Lulu sedang gundah gulana karna merindukan sang suami.
Sudah dua hari ini Borkhan tidak pernah mengabarinya, karna Borkhan sibuk dengan proyek baru yang sedang berjalan.
Lulu mengaduk ngaduk eskrim nya, ia tak bernafsu memakan eskrim yang menggiurkan mata. "Ishh ... apa dia tidak bisa gitu ngebarin aku walau sebentar saja." Gerutu Lulu dengan nada kesal.
Tuti menoleh dan menghela nafas, Tuti berfikir jika Lulu sudah mencintai Borkhan bahkan mungkin lebih dari ia bayangkan. ''Positif tingking aja Luu, mungkin dia benar benar sibuk.'' ucap Tuti.
Lulu membuang nafasnya. ''Ya sudahlah mbak, ayo kita cari baju di bandingkan mikirin si brekele, bikin pusing kepala ku saja.''
Lulu berdiri dari duduknya, di ikuti Tuti dari belakang. ''Mau ke toko mana Luu? ke toko M&H aja yuu ... aku dengar lagi diskonan, sekalian aku mau beli baju untuk anakku.'' ujar Tuti.
Lulu mengangguk sambil bergelayut di tangan Tuti. "Ayo mbak."
•
•
Disisi lain ... bukan hanya Lulu yang tersiksa, Borkhan pun sama tersiksanya dengan rasa yang ada di dalam hatinya. Ia sangat merindukan mahluk kecil yang selalu ia peluk di malam hari.
Borkhan sengaja tidak mengabari Lulu, karna jika ia menelpon sang istri, Borkhan selalu tidak kuat akan imannya yang meronta ingin pulang saat itu juga.
''Asad, apa pekerjaan kita sudah selesai?" tanya Borkhan yang di angguki Asad.
''Sudah Tuan, semua sudah selesai.''
''Baiklah kita pulang hari ini juga, karna aku sudah tidak tahan." ucap Borkhan yang membuat kening Asad mengkerut.
"Sudah tak tahan?" gunam Asad, lalu menoleh pada sang Bos. "Tak tahan untuk apa Tuan?" tanya Asad pada Borkhan, namun yang di tanya malah menggidik'kan boahunya
__ADS_1
•
•
•
Malam hari•
Lulu tengah memandangi ponselnya, ia sangat berharap jika Borkhan mau menelpon nya ... namun ia harus kecewa karna sang suami tak kunjung mengabarinya sampai saat ini.
''Isshh sialan." gerutu Lulu yang baru saja pulang belanja bersama Tuti.
Lulu berdiri lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, hingga lima belas menit berlalu ... Lulu keluar dari kamar mandi dan langsung melangkah ke ruang ganti baju.
Disana sudah tertata rapih baju tidurnya, bukan! bukan baju tidur melainkan Lingerie yang Borkhan beli dan baju tidur Lulu sudah di buang semuanya oleh Borkhan.
•
Lulu mengambil satu Lingerie dan langsung memakainya, setelah selesai ia pun langsung tertidur karna merasa matanya harus terpenjam barang sebentar.
Sedangkan Borkhan begitu bersemangat, ketika keluar dari bandara dan langsung masuk kedalam mobil hingga Asad yang sedang mengemudi, sesekali melihat atasannya yang tengah masem masem sendiri ... yang mana membuat Asad bergidik ngeri melihatnya.
Setelah sampai di parkiran apartemen, Borkhan langsung keluar dari mobil dan melangkah lebar kedalam lift.
Lagi dan lagi Asad hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah aneh sang Bos.
Ting..
Lift terbuka, Borkhan pun sudah tak sabar hingga langsung menekan pin lalu masuk dengan tergesa-gesa.
''Asad taruh barangnya di sana, kau boleh pulang.'' Usir Borkhan berlari ke lantai atas..
Setelah sampai di kamar, ia tak melihat sang istri di ranjang nya. ''jawab Kemana dia? apa menginap di kediaman Tuti?" gumamnya..
''Borkhan.''
Sebuah suara terdengar dari arah belakang, Borkhan menoleh dan tersenyum melihat sang istri yang baru keluar dari kamar mandi.
''Kamu sedang apa di kamar mandi?"
__ADS_1
''Pertanyaan apa itu? tentu saja sudah buang air besar, tadinya aku mau tidur ... tapi perutku langsung melilit.
''Aku kangennnnn.''
Borkhan langsung memeluk Lulu dengan erat, yang di balas pelukan oleh Lulu. ''Kenapa tidak pernah mengabariku?" tanya Lulu, di sela-sela hidungnya menghirup aroma maskulin yang sangat ia rindukan.
''Maafkan aku, aku terlalu sibuk dan tidak mengabari mu.''
''Tidak apa apa.''
''Baiklah aku akan membersihkan badanku terlebih dahulu.''
Lulu semakin memper'erat pelukannya, ia masih ingin berlama lama memeluk pria yang sudah 5 hari tak ia jumpai.
''Tidak boleh! Ayo temani aku tidur dan jangan mandi jam segini."
Borkhan menggendong Lulu dan membawanya ke atas ranjang. ''Ayo tidurlah, namun kenapa aku merasa lapar tiba-tiba yaa?"
''Kau belum makan?"
''Perutku sudah kenyang, namun si kemed yang lapar karna lima hari tak mengeluarkan kecebongnya.'' ucapnya langsung membungkam bibir Lulu.
Author : Bohong sekali anda, tak mengeluarkan kecebong mu. trus kemarin siapa yang sedang kocok mengocok di kamar mandi pake sabun?
Borkhan : Jangan buka aib napa thor.
•
•
Kehangatan tercipta takkala kedua dada saling menempel dengan intim, pelukan mereka semakin mengerat dan bertukar air liur yang membuat hawa panas untuk keduanya.
Borkhan terus mengabsen setiap jengkal lekuk tubuh Lulu, dan membuat sebuah tanda cinta di setiap jengkalnya.
Lulu mengeluarkan suara suara erotis, yang mana membuat Borkhan semakin gencar dan semangat. Hingg di sela mereka tengah berciuman, Lulu membuka Tsaub yang Borkhan pakai lalu membuangnya sembarangan.
Kenikmatan itu semakin terasa, ketika si kemed memaju mundurkan dirinya dan selalu menghentak hentakan yang membuat Lulu menjerit nikmat..
Borkhan menggeram nikmat ketika si kemed di pijat oleh nyi iteung yang bergerigi, bahkan setiap lima belas menit sekali mereka berganti gaya Sponsbob eh maksudnya Sporing ... dan sesekali berganti gaya cicak cicak di dinding, mereka melakukan semua gaya hanya untuk mencari sebuah kenikmatan yang tidak bisa di jabarkan..
•
__ADS_1
...•••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...