
Pagi cerah menyambut diri yang sedang murung lesu tanpa semangat. Segelas kopi yang hadir mencoba menggeser segala perasaan lemah letih yang ada. Seraya memberitahu jika hidup tak akan berubah jika hanya memandangi masa lalu yang kelam. Selamat pagi untukmu disana yang sedang duduk termenung dan berangan penuh penyesalan..
.
Beberapa bulan kemudian.#
.
Wanita cantik terbangun dari tidurnya, dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan badannya..
15Mnt akhirnya dia keluar dari kamar mandi dan bersiap untuk memulai harinya.
Yanti.
Wanita cantik dengan tinggi 168cm itu memakai sepatu nya dan berdiri memandangi sudut kamar yang dulu ia dan Tuti tempati. Namun sudut hatinya merasa ngilu saat mengingat kebersamaan dia dengan Tuti layaknya sodara kandung. Tuti dan Lulu sudah mempunyai kebahagiaan mereka masing-masing, Yanti tidak sedikit pun iri terhadap mereka. Malah dia begitu bahagia melihat rumah tangga para sahabat nya yang akur dan harmonis. Terlebih Lintang sedang mengandung anak ke dua, dan sesekali selalu merepotkan dirinya jika menginginkan sesuatu..
Bagaimana hubungan dia dengan Serkan? Entahlah. Beberapa bulan ini Serkan tidak pernah mengunjungi nya lagi atau pun sekedar menanyakan kabarnya. Pernah Yanti beberapa kali mencoba menghubungi Serkan namun nomernya tidak aktif, dan Yanti pernah beberapa kali datang ke Qars(mansion) Serkan namun jawaban nya tetap sama bahwa Serkan tidak ada di tempat.
Kecewa.?
Tentu saja Yanti sangat kecewa. Dia pikir Serkan memang benar-benar mencintainya, namun nyatanya dia tidak pernah menghubungi atau sekedar menanyakan kabar. Dan mulai saat itu Yanti hanya fokus bekerja, bekerja, dan bekerja. Walau sebenarnya nama Serkan selalu ada di lerung hatinya, namun Yanti mencoba melupakan Serkan sedikit demi sedikit..
Hari ini Yanti akan pergi mengunjungi Baby A dan Baby G yang mulai tumbuh dengan sehat dan gembul. Namun Yanti mengerutkan keningnya ketika Rumi bilang bahwa Nyonya sedang pergi bersama Baba..
''Memangnya dia pergi kemana Rum-Rum.? Tanya Yanti yang penasaran karna tidak biasanya Lulu pergi dari rumah..
''Saya kurang tau Nona. Soalnya mereka pergi pagi-pagi banget.'' jawab Rumi
''Ya sudah lah aku pergi aja kerumah Tuti, Makasih ya Rumm.''
Rumi mengangguk Yanti pun pergi.
Di dalam Taksi, Yanti mencoba menghubungi Tuti namun nomernya tidak aktif. ''Ini mereka pada kemana sih? nasib jomblo gak karuan mau kemana.!! kesal Yanti memasukkan ponselnya kedalam tas..
''Where are we going, lady?" (Kita mau pergi kemana Nona?'' tanya sang supir melihat Yanti dari arah kaca..
"Take me to the beach Jumairah."
"Ok madam." Jawab supir yang seperti nya orang india..
Taksi itu melajukan ke pantai yang Yanti inginkan. Tak berapa lama Taksi itu pun sampai. Yanti memberikan uang dan keluar dari mobil..
Disinilah Yanti berada. Melihat jika pria dan wanita seperti telanjang alias hanya memakai bikini saja. pertama Yanti datang untuk bekerja di Dubai sangat terkejut melihat sebagian orang memakai bikini, tapi setelah Tuti menceritakan jika di sini tidak seketat Saudi Arabia..
__ADS_1
Yanti berjalan menelusuri pesisir pantai, tanpa mempunyai tujuan ingin kemana. Padahal matahari sedang berada di atasnya yang mana akan membuat kulit putih kinclong nya akan terpapar sinar matahari yang akan membuatnya Buriq..
''Haiiisss jika aku tau aku gak punya tujuan seperti ini, lebih baik aku kerja tadi. Gak ada gituh yang mau godain aku? perasaan aku gak jelek-jelek amat deh.'' gumam Yanti mengusap keringatnya lalu melihat kanan kiri dan berlari untuk berteduh dari sinar matahari..
''Hai sayang.''
Ucap seseorang menyentuh pundak Yanti dari belakang. Yang mana membuat Yanti menegang dan sedikit takut..
Yanti dengan kencang menarik tangan yang ada di pundak nya lalu membanting orang itu..
Bughh__
Rasakan ini. Bugh__ Bugh.
Yanti menendang pria yang sudah berani menyentuh dirinya..
Aiiiii___ berhentii sayang ini aku Serkan. Apa yang kau lakukan? kenapa membanting ku seperti karung beras.?
''Serkaaann.!! teriak Yanti tak percaya lalu berjongkok menolong pria yang ia rindukan selama ini..
Serkan bangun dan duduk di tempat Yanti tadi duduk, lalu memandang Yanti wanita yang sangat sangat ia rindukan..
''Kamu tidak apa-apa.? tanya Yanti khawatir namun di balas gelengan oleh Serkan..
Plakk__
Yanti memukul bahu Serkan. ''Apa yang kau lakukan disini? kemana saja kamu selama ini? mengapa tidak pernah mengabariku.? kamu itu jahat tau gak.!!'' Sederetan pertanyaan terucap dari bibir Yanti yang mana membuat Serkan tersenyum namun merasa bersalah..
''Maafkan aku baru menemui dirimu.'' ucap Serkan dan menceritakan kemana selama ini dia pergi.
Serkan sengaja tak pernah menghubungi Yanti, karna ia selalu tidak tahan berdekatan dengan sang pujaan hati. Terlebih si Bim-Bim selalu memberontak jika sedang berdua dengan Yanti yang mana membuat Serkan takut Khilaf..
Untuk itu sang ibu menyerankan dirinya untuk pergi sementara menjauhi Yanti. Dan kembali ketika masa idah Yanti habis, dan tepat hari ini masa idah itu habis...
Berat.?
Tentu saja berat bagi Serkan meninggalkan orang yang dia cintai, namun dirinya pun tidak bisa berbuat apa-apa..
Yanti terdiam mendengarkan penjelasan Serkan. Dari lubuk hatinya yang paling dalam ia begitu kagum dengan pria di depannya ini, karna mau menunggu dirinya yang tidak seberapa ini. Padahal banyak wanita dan para gadis yang mau dengan Serkan namun kenapa Serkan begitu keukeuh menginginkan dirinya..
Yanti tersenyum bahagia ketika tangannya saling bertautan dengan tangan Serkan, mata mereka terkunci dan saling pandang satu sama lain..
Cup..
__ADS_1
Serkan mengecup sekilas bibi Yanti dan tersenyum..
''Ayo ikut denganku.''
''Kemana.? tanya Yanti
''Ke sesuatu tempat yang akan membuat kamu bahagia.'' jawab Serkan membawa Yanti menuju parkiran dimana ia memarkir kan mobil nya..
Yanti terdiam ketika ia berjalan, pirikan nya sudah tak waras bahkan dia berpikir jika Serkan akan membawa nya ke hotel dan melakukan kocok mengocok telur lagi..
Yanti sesekali menggeleng dan berharap jika yang ada di pikirannya hilang..
Tak terasa jika Serkan sudah membuka'kan pintu mobil untuk Yanti.
''Sayang.. Masuklah mengapa kau melamun.? tanya Serkan
''Hah. Apa?
Serkan tersenyum. ''Masuklah, kita akan pergi ke tempat dimana kau akan merasakan kebahagian.'' tutur Serkan menuntun Yanti untuk masuk kedalam Mobil..
Ting__
Mala : Kaburlah Yan, selamat diri sebelum di sembur oleh kecebong si Sekran.'' bisik si Mala.
Seti : Halahhh ikut aja kenapa, jangan so udzon dulu sama orang. bukan kah sebagai manusia harus Husnudzon?
Mala : Tumben-tumbennya kau berkata dengan bijak Set.?
Seti : Gak selamanya Seti itu selalu menjerumuskan. Namun bagaimana sifat manusianya aja..
Begitulah obrolan unfaedah si Seti dan si Mala yang sedang duduk di kursi belakang.. Sedangkan Mobil itu melaju ke daerah perumahan Elit..
.
.
...Cieeeee totewe menuju hahal🤭...
...Tadinya gak mau up karna badan menggigil, tapi apa boleh buat jika si ilham malah memberikan ide cemerlang nya.....
...Jangan lupa Like. LIKE.KOMEN.VOTE ...
...Bunganya jangan lupa buat penyemangat hari....
__ADS_1