
''Ini di mana.? tanya Yanti melihat rumah besar di depannya..
''Ayo keluar sayang.''
Serkan keluar terlebih dahulu dan membuka'kan pintu untuk Yanti, namun sang empu tidak mau keluar karna takut di ena-enak oleh Serkan yang akan membuat menjerit nikmat..
Yanti menggeleng dan menyilangkan kedua tangannya di dada. ''Aku tidak mau.'' teriak Yanti yang mana membuat Serkan mengerutkan keningnya, dan terkekeh saat otaknya yang pintar menangkap gelagat Yanti.
Serkan pun membungkuk dan memandang Yanti yang sedang memejamkan matanya..
THAK_
AWWW_
Yanti mengusap jidat nya saat merasakan sentilan dari jemari Sekan..
''Apa otak mu berfikir di dalam sana kita akan melakukan pergulatan.? tanya Serkan yang membuat Yanti gelagapan..
''Te_terus kita mau apa kedalam sana.? jangan laaahhh membuat aku hamil di luar nikah.'' ucap Yanti yang mana membuat Serkan tertawa..
Mbbuhahaha__ ''Kau tau. Otak mu sangat kotor hingga mengarah ke sana.'' TUNG__ Serkan mentoyor kepala Yanti dengan gemas.
''Ayo cepat turun dan buang pikiran mu yang mesum itu.! percayalah.'' Serkan mengulurkan tangannya.
Yanti melihat Serkan. ''Tap_ tapiiii jangan main nyosor aku yaa, soalnya kan aku masih polos bang.'' ucap Yanti yang mana membuat Serkan tertawa kembali..
''Hahah. Baiklah, baiklah. Aku tau kau sangat polos untuk itu aku tidak akan macam-macam dengan mu.'' jawab Serkan.
Yanti pun turun dan berpegangan tangan dengan Serkan lalu masuk kedalam Qars...
KREKEETTT..
Pintu besar itu terbuka lebar yang mana membuat Yanti takjub melihat nya, ia melihat kanan kiri atas bawah. ''Woww apakah lantai ini marmer.? kinclong sekali.'' gumam Yanti melihat lantai..
''Apa kau menyukainya.? tanya Serkan yang melihat Yanti begitu takjub...
''Tentu saja, siapa yang tidak menyukai Qars sebesar ini. Emm ngomong-ngomong ini Qars milik siapa.? tanya Yanti yang masih memperhatikan detail ruangan..
Serkan melangkah dan memeluk Yanti dari belakang. ''Ini punya kita, apa kau menyukainya.? bisik Serkan yang mana membuat Yanti menahan hafasnya saat Serkan berbisik dan memeluknya..
''Kau tau sayang, Selama kita tidak berkomunikasi aku melihat beberapa tempat tinggal untuk kita membangun rumah tangga kecil yang aku dambakan.'' bisik Serkan tepat di daun telinga Yanti membuat nya geli sekaligus merasakan nafas Serkan yang hangat menerpa kulitnya..
''Bu_ Buk_ Kehm.. Bukannya kau sudah mempunyai Qars.? tanya Yanti dengan gugup karna jantungnya sedang berpacu seperti balapan kuda..
Dug.
Dug.
Dug.
Saat Serkan memeluknya semakin erat. Terlebih janggut janggut manjalita menempel di kulit pundak Yanti, membuat nya sedikit terangsang..
Serkan membalikkan badan Yanti hingga mereka saling bertatap muka. ''Itu Qars milik orang tua ku. karna ibu ku tidak pernah membiarkan aku keluar dari kediaman nya sebelum menemukan belahan jiwa ku.'' tutur Serkan yang mana membuat Yanti mengangguk cepat..
Serkan melepaskan pelukannya dan membawa Yanti ke sesuatu tempat,namun Serkan menutup mata Yantu dengan kain..
''Kenapa harus menutup mata sih?
"Jangan protes. Ayo pegang tanganku."
Serkan membawa Yanti menaiki Lift di sudut ruangan dan menekan lantai paling atas.
TING__
__ADS_1
Lift itu terbuka, Serkan masih senantiasa memeluk pinggang Yanti dengan posesif dan menuntunnya berdiri lalu membuka kain penutup..
''Buka matamu.'' bisik Serkan.
Yanti menuruti perkataan Serkan dan membuka matanya dengan perlahan..
Ketika Yanti membuka matanya, netra mata melihat kedepan dengan takjub.. Sebuah tempat di desain sangat romantis dan ada tulisan
YANTI DO YOU WANT TO MARRY ME.
Yang mana membuat Yanti menoleh ke arah Serkan yang ternyata sudah berlutut sambil menyodorkan kotak cincin kehadapannya..
''Maukah kau menua bersamaku? Di saat susah mau pun senang menjalin cinta sehidup semati denganku.? tutur Serkan Yang mana membuat Yanti meneteskan air matanya karna terhura eh salah terharu..
Yanti mengangguk sambil meneteskan airmatanya ''Yes, I will dan aku bersedia hidup dengan mu.'' jawab Yanti yang membuat Serkan tersenyum dan memasangkan cincin itu di jari manis Yanti..
Mereka berdua berpelukan, saling mencurahkan rasa rindu dan cinta mereka..
Namun tepuk tangan begitu riuh dari arah belakang, dan ternyata semua sahabatnya berada disini untuk menyaksikan moment haru..
Tuti dan Lulu beserta Lintang berhamburan memeluk Yanti, mereka sangat bahagia saat sahabatnya di lamar oleh seseorang begitu romantis hingga meneteskan airmatanya..
''Markonah, akhirnya kau dilamar juga yaa.'' ucap Tuti.
''Dan selamat yaaa, nyi iteung sebentar lagi akan di jajah oleh si Bim-Bim.'' ucap Lulu di sela isak tangisnya yang mana membuat semuanya terkekeh.
''Jangan lupa baca doa sebelum melakukannya.'' imbuh Lintang.
''Dia kan baru di lamar belum kawin Lin.''
''Kawin aja dulu, nikahnya belakangan.'' jawab Lintang yang mendapatkan toyoran dari Tuti.
TUNG__
TUNG__
''Dasar gak ada akhlak.!!
TUNG__
''Otak mu perlu di sterilkan.!!
Ketiganya bergantian mentoyor kepala Lintang yang mana membuat Lintang terkekeh..
''Heeeiii apa kalian ingin berpelukan terus menerus. para suami kalian sudah lapar.'' ucap Omar yang mana membuat ke empatnya menghampiri mereka..
Sekan sengaja mengundang sahabat Yanti, dan tidak menyaka jika sahabat Yanti adalah istri pelanggannya. Karna Omar, Borkhan atau pun Asad membeli Mobil darinya..
Sore ini mereka habiskan bersama dan Barbeque wan. Canda tawa sambil bercerita membuat suasana hangat..
Borkhan berdiri dan mengambil gitar yang sudah ia siapkan..
''Kheemm. Suara ku memang tidak bagus namun aku mempunyai satu lagu untuk istri ku tercinta dan mungkin untuk para istri lainnya..
Tepuk tangan dari semua dan menyemangati Borkhan, gitar di petik secara halus membuat suara musik terdengar..
.
.
...Beautiful curves present the charm of glory for those who look at your faithful, a symbol of the typical virginal elegance that you have....
...(Lekuk indah hadirkan pesonaaaa....
__ADS_1
...Kemuliaan bagi yang memandang....
...Setiamu simbol keanggunan khas perawan...
...yang... kau miliki...)...
...I am an admirer of your body Don't want me to hurt you Protect it from the sting of the world that threatens... tarnish... the purity of your birth.....
...(Akulah pengagum ragamu.....
...Tak ingin kumenyakitimu....
...Lindungi dari sengat dunia yang mengancam......
...nodai... sucinya lahirmu.)...
...Because women want to be understood Through soft speech and noble behavior Because women want to be understood Pamper her... with love ....
...(Karena wanita ingin dimengerti...
...Lewat tutur lembut dan laku agung...
...Karena wanita ingin dimengerti...
...Manjakan dia... dengan kasih sayang.)...
...I want to invite you to dance Take a warm bath in the moonlight As a sign of happiness For our love universe....
...(Ingin kuajak engkau menari...
...Bermandi hangat cahaya bulan...
...Sebagai tanda kebahagiaan...
...Bagi semesta cinta kita.)...
...That bright star is you Don't dim and die I'm behind you hug and take care of you....
...(Bintang terang itulah dirimu...
...Janganlah redup dan mati...
...Aku dibelakangmu memeluk dan menjagamu.)...
Borkan bernyanyi dengan merdu. Lulu tak menyangka jika sang suami akan menyayikan lagu itu, lagu kesukaan nya yang terus ia nyayikan di sela Lulu menjaga anak anaknya..
.
.
.
#Totewe menuju halal.
Reader : Bukannya Author lagi sakit?
Author : Bukan Author yang mau. Tapi si ilham terus saja ngasih ide yang gak mungkin Author tolak.🤧🤧🤧
Reader : cepet sembuh Ya thorr😄 moga si ilham terus ngasih ide buat Author agar terus up..
Author : Dih maunya. Kasih Sun dulu sini😚
...LIKE LIKE LIKE JANGAN SAMPAI KETINGGALAN NANTI AUTHOR NGAMBEK.🙄🙄...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE...