
Disinilah kedua orang yang berstatus suami istri, sedang duduk di pinggir danau..
Lulu menceritakan dimana awalnya ia dan Marni adalah sahabat baik dan selalu berbagi apapun. sedangkan Ayah Rudi adalah mandor di pabrik dan mempunyai gajih yang lumayan untuk menafkahi keluarganya..
Kebaikan sang ayah di salah artikan oleh Marni, yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang. Karna ia hidup dengan neneknya, kedua orang tuanya sudah meninggal..
Entah sejak kapan sang ayah dan sahabatnya bermain di belakang, namun Lulu masih ingat jika sang ayah membelikan barang untuknya. Marni pun mempunyai barang yang sama dan Lulu juga pernah memergoki ayahnya yang baru keluar dari wisma/hotel..
lalu terjadilah drama drama yang membuat Lulu muak melihat Marni..
.
''Maafkan aku sayang.'' ucap Borkhan memeluk sang istri, ia begitu menyesal telah membawanya bertemu dengan sang ayah..
''Tidak apa-apa ayo kita pulang.'' ucap Lulu berdiri dan melangkah kedalam Mobil..
.
.
.
Sedangkan di negara yang berbeda, Tuti sedang di buat pusing oleh kelakuan Asad bagaimana tidak. Asad sedari tadi pagi menyuruhnya untuk bolak balik membuatkan kopi.
Ada yang kurang gula lah, kelebihan, terlalu manis, kepaitan lah dan masih banyak alasan lain yang mengharuskan ia naik turun dari lantai satu ke lantai tiga..
''Aaahhh, kaki ku pegal sekali.!! ucap Tuti duduk di kursi dapur..
Para rekan kerja, mentap Tuti kasihan karna sedari tadi bolak balik terus menerus..
__ADS_1
Yanti masuk ke dapur dan menaruh nampan, lalu menghampiri Yanti yang sedang menggerutu kesal..
''Kamu punya masalah sama si singa.? tanya Yanti yang di jawab gelengan oleh Tuti, ia tidak mungkin membicarakan perihal ranjang bergetar kepada sahabatnya bisa bisa ia kena ledek oleh Yanti..
Namun Yanti yang peka terhadap sikap Tuti, yang pendiam dan tidak berkata-kata Absrud atau pun mesum seharian ini menjadi khawatir..
Yanti menyeret paksa Tuti kebelakang dan mendudukkan nya di kursi..
Yanti menatap sahabatnya dengan melipatkan tangannya dan meminta penjelasan, kenapa ia menjadi pendiam karna jika mulut berkuman Tuti diam. Berarti dunia per'Tkw an sedang tidak baik-baik saja..
Tuti yang tidak bisa berbohong pun, menjelaskan semuanya dari awal pertemuan dengan Rosid hingga berakhir satu ranjang dengan Asad..
Yanti mendadak emsosi dan mengumpat Rosid yang berani-beraninya ingin mencelakai sahabatnya..
''Wah benar-benar ya itu si ko'id, cari masalah sama kita.!! Ucap Yanti menggebu-gebu..
''Namanya Rosid Yan, Rosid bukan Ko'id. Jangan sembarangan ganti nama anak orang.!!
Tuti yang awalnya cemberut langsung tersenyum, dan membisik'kan sesuatu di telinga Yanti yang mana keduanya tersenyum secara bersamaan..
''Oke..
''Ok..
Ketika mereka sedang merencanakan sesuatu untuk membalas dendam, seseorang memanggil Tuti yang di rusuh pergi keruangan Asad..
Tuti pun melangkah pergi ke lantai atas dengan mulut menggerutu. Sebelum masuk keruangan Asad, ia menghela nafas dan meninju angin melepaskan kejengkelan dalam hatinya..
Ceklek..
__ADS_1
''Mau apa lag___
Aahhhkkk__
Dugh_
Tuti terkejut bukan main, Asad menariknya dan menghempitnya ke tembok..
Wajah mereka begitu dekat, hingga Asad menghembuskan nafaspun menerpa ke wajah Tuti..
''Asad kamu apa-apaan sih, Minggir!!
''Ayo kita menikah.''
''Whatt! kamu itu apa apaan sih, gak lucu tau.!! ucap Tuti mendorong dada bidang Asad..
''Aku serius Tuti Yanah Anggraeni.'' ucap Asad mantap..
''Kenapa tiba-tiba meminta menikah? aku tidak mau menikah..''
''Kau harus mau menikah denganku! tidak ada penolakan yang aku terima.
''Kau menyebalkan!!
.
.
.
__ADS_1
...Jangan Lupa tinggalkan jejak yaa ...
...LIKE.KOMEN.VOTE KASIH BUNGA BUAT AUTHOR DONK...