Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Abizar vs Azam


__ADS_3

Kedua pengantin baru sedang menikmati acara berendam bersama, setelah melakukan olahraga ranjang yang menguras tenaga dan bercucuran keringat..


''Sayanggg.''


''Hmm ada apa honey.'' jawab Serkan yang tengah asik memainkan dua gundukan kesukaannya..


''Kapan kita akan pulang? perasaan ku tidak enak selama satu minggu ini. Mana ponselku kamu sita dan tidak di aktifkan membuat aku khawatir, akan sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan.'' tutur Yanti.


Serkan merapatkan tubuhnya, dan menyangga di punggung Yanti. ''Apa kamu tidak suka berbulan madu disini.? bisik Serkan


"Tentu saja aku tidak suka, jika bulan madu di kamar selama satu minggu bahkan tidak memakai pakaian." ucap Yanti dalam hati.


''Aku suka kok, cuma aku kangen bergosip dengan teman-teman ku. Terlebih aku kangen dengan keponakan aku.'' ujar Yanti


''Mmm baiklah besok kita pulang.''


''Benarkah.? tanya Yanti tak percaya.


''Tentu saja sayang, apa yang tidak untukmu hmm namun sebelum itu mari selesaikan ini terlebih dahulu.'' ucap Serkan yang sudah mulai mencumbu Yanti..


Seperti itulah mereka berdua menikmati bulan madu mereka berdua, walau pun tak jarang mereka suka bertengkar non faedah..


Tak berapa lama penyatuan sudah di mulai, ******* di kamar mandi membuat para jin penghuni wc kabur, karna merasa mata mereka sudah ternodai dengan kelakukan kedua sejoli ini..


Yanti mendominasi permainan mereka, Serkan tersenyum senang karna sang istri begitu aktif bercinta..


.


.


Sedangkan disisi lain Susi sudah ceria seperti biasa, walau sejatinya hati masih terpaut nama Azam di dalam sana. Namun sebisa mungkin Susi melupakan semua kenangan indah bersamanya..


Susi selalu yakin, jika mereka berjodoh pasti akan di persatuan kembali. Namun jika memang mereka tidak berjodoh, Susi selalu yakin jika Allah akan memberikan lelaki baik suatu saat nanti..


''Suss.'' panggil Lintang di ruang Tv.


''Ia sebentar.'' jawabnya lalu menghampiri sang majikan yang sedang mengelus perut..


''Ada apa madam?


''Mau gak beliin makanan? aku lapar.''


''Loh bukannya barusan udah makan siang yaa.?


''Tapi aku lapar lagiii.


''Memangnya mau makan apa.?


''Aku ingin makanan di restoran si Borkhan, tapi pengen kamu yang beliin.''


''Huffttt ya sudah, mana uangnya.'' Susi mengulurkan tangannya yang mana membuat Lintang nyengir..


''Heheh pakai uang kamu dulu yaa, aku lagi malas ngambil uang.''


''Ya Allaaaahh ya robiiii, punya majikan gini amat yaaa.''


''Sudah huss sana beliin aku makanan.''


''Ya sudah nanti ganti dua kali lipat yaa.!!


''Hemmm Ya Ya Ya..


Susi pergi di antar oleh supir menuju restoran Borkhan, karna ada menu favorit kesukaannya Lintang..


.


Tak berapa lama, Susi sampai di restoran milik Borkhan lalu masuk kedalam dan memesan makanan untuk sang majikan. Susi mencari meja untuk menunggu makanan nya siap, ketika ada kursi yang cocok Susi langsung duduk bersamaan dengan seorang pria..


''Kau..


Pria itu tersenyum dan duduk berhadapan dengan Susi..


''Aku pikir kau sudah mati.'' celetuk pria itu yang tidak lain adalah Abizar..


Susi mendengus..


''Kenapa kau duduk disini, masih banyak kursi yang kosong.''


''Tapi aku mau duduk disini.''

__ADS_1


Susi membuang muka, namun netra matanya melihat pria yang dia coba untuk dilupakan masuk berdua bersama wanita cantik yang sedang ia genggam tangannya..


Deg


''Azam.'' gumam Susi yang masih bisa di dengar oleh Abizar.


Abizar menoleh ke belakang dan tersenyum meremeh.. ''Kau kenal.? tanya Abizar melihat Susi.


Susi menggeleng dan mengangguk, yang mana membuat Abizar mengerutkan kening nya..


''Jadiii..


''Dia orang yang mencampakkan diriku.''


Abizar tersenyum lalu berdiri berpindah dan duduk di sebelah Susi, yang mana membuat Susi melotot ke arah Abizar..


''Apa yang kau lakukan?


''Diamlah, kita akan buat mantan kekasih mu itu kepanasan.'' jawab Abizar merangkul Susi..


Susi terdiam saat Azam mendekat, lalu tatapan mereka bertemu membuat Susi langsung membuang muka ke arah Abizar dan tersenyum..


Deg..


Jantung Azam merasakan nyeri ketika orang yang dia cintai tersenyum kepada pria lain. Azam melihat pria di sebelah Susi langsung memerah menahan amarah yang belum pernah dia rasakan..


''Suziii.'' sapa Azam tersenyum di paksakan..


Susi dan Abizar menoleh secara bersamaan. ''Yaa.'' jawab Susi datar walau hatinya sedang bergemuruh menahan sakit..


''Kau disini.? bagaimana kabar mu, boleh kita duduk bersama.?


''Tidak bisa, kau mengganggu kencan kita.'' jawab Abizar menatap Azam dengan tajam.


''Kencan??


''Yaa kencan, apa kau tidak tau kencan ala anak muda jaman sekarang.!!


Susi hanya diam, sementara Azam mengepalkan tangannya dan menatap Abizar tajam. Mata mereka saling pandang seperti memancarkan sinar laser yang mematikan..


''Baiklah ayo sayang kita duduk di sebelah sana.'' Azam menyeret calon istrinya duduk di meja lain..


Tak jauh dari perasaan Susi, Azam pun merasakan sakit ketika wanita yang sangat dia cintai sedang duduk berdua dengan seorang laki-laki tampan..


Wanita yang bersama Azam tersenyum senang ketika dia di panggil sayang. ''Azam sayangg, kau mau pesan apa.? tanya nya


Azam menatap dingin wanita di hadapannya ini. ''Pesan apapun yang kau mau dan jangan hiraukan aku.!! ucap Azam dengan suara pelan namun dengan nada menahan amarah..


Mata Azam begitu perih saat melihat Susi dan Abizar sedang berbisik-bisik, dan itu membuat hatinya terbakar Sampai-sampai dia tidak menyadari jika sendok yang dia pegang sudah bengkok..


''Kauu, beraninya menyentuh wanitaku.!! geram Azam dalam hati..


Sedangkan Susi yang sedang berpura-pura tertawa dengan Abizar, melihat bahwa makanan nya sudah datang. Dia bersama Abizar melangkah keluar restoran meninggalkan seseorang yang sedang kebakaran jenggot..


.


.


''Mau aku antar.?


''Tidak terima kasih, aku bersama supir majikanku.'' jawab Susi


''Baiklah hati-hati di jalan.'' ucap Abizar tersenyum


''Kau itu sangat mencurigakan, baru kenal juga udah SkSd.!!


''Apa itu SkSd.?


''No need to know, only Indonesians know.'' (Gak perlu tau, hanya orang Indonesia saja yang tau!!) Ucap Susi masuk kedalam mobil sambil menjulurkan lidahnya..


Mbleeee..


Braaakkk..


Abizar tersenyum lalu melangkah ke arah mobilnya..


.


.

__ADS_1


.


Malam hari di kediaman Al Thani.##


.


Azam sedang duduk di kursi dengan amarah yang masih belum reda. Hatinya masih terbakar oleh rasa cemburu yang membuncah, Bayangan ketika Susi sedang berbisik-bisik di telinga pria lain membuat hati bergejolak..


Tap.


Tap.


Tap.


Langkah suara sepatu semakin terdengar di telinga Azam, saat merasakan orang yang di tunggu tunggu sejak tadi sore akhirnya datang..


''DARI MANA SAJA DIRIMU.!! teriak Azam.


Pria yang di teriaki oleh Azam langsung menoleh dan tersenyum meremeh..


''Jangan ikut campur urusanku. Kau tidak berhak tau dari mana aku.'' jawabnya yang melangkah pergi, namun baru saja akan melangkah Azam bersuara kembali.


''Jauhi dia.!!


Pria itu menoleh dan melipatkan tangannya di dada. ''Jika aku tidak mau.? apa kau akan kau buat.?'' Tentang nya


''ABIZAR AL THANI.!! teriak Azam membuat semua orang melangkah menghampiri mereka berdua..


''Apa.? jawab Abizar dengan santainya.


''Jauhi wanitaku! jangan pernah menyentuh nyaa.!!


''Mungkin dia dulu wanita mu, tapi sekarang dia wanitaku.''


''Abizar.!! teriak Azam langsung mencengkram kerah baju Abizar dengan kasar.


''Sampai kapan kau membangkang HAH!!


Sebelum Abizar menjawab, seorang wanita paruh baya sudah berteriak terlebih dahulu..


''APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN?! teriaknya yang mana membuat Abizar jengah..


Azam melepasakan cengkraman nya, sedangkan Abizar mengibas-ngibaskan bajunya seperti mengibaskan kotoran lalu melangkah pergi. Namun lagi dan lagi Abizar harus menghentikan langkahnya ketika suara cempreng bersuara..


''Abizar apa yang sudah kau perbuat, sampai kakak mu marah seperti itu.?!! tanya nya yang mana membuat Abiza terkekeh lalu melihat kebelakang dan menatap wanita paruh baya di hadapannya ini penuh dengan benci..


''Kakak? heh siapa yang sudi mempunyai kakak dari rahim menjijikkan seperti dirimu.?


''ABIZAR.


''APAA!! JANGAN BERTERIAK DI HADAPANKU.!! SAMPAI KAPAN PUN AKU TIDAK AKAN MENGAKUI KALIAN SEBAGAI IBU DAN KAKAK KU.'' tegas Abizar.


''Dan Yaa urusi secepatnya pernikahan anak mu itu, jangan sampai dia kabur di hari pernikahannya.!! ucap Abizar melangkah pergi ke atas.


''Abizar tunggu.. Abizarrrr dasar anak tidak berguna.!! teriak wanita paruh baya itu lalu menoleh kebelakang melihat putra nya..


''Azam sebenarnya ada apa.'' tanya nya, namun Azam melangkah pergi ke kamar dan tidak ingin menjawab pertanyaan sang ibu. Ingin sekali Azam berteriak kepada sang ibu, bahwa semua ini adalah salahnya yang memisahkan dia dengan orang yang sangat ia cintai..


.


.


.


...Votee ziyenggg yaaa hari ini pembagian Vote gratisan wkwkwkwk......


...Udah pada mampir belum ke karya sebelah.?...


...CINTA TANPA SYARAT....


...Agak melow sih, tapi konfliknya gak berat kok🤗...


...Voteeee yaaa...


...Voteeeeeeeeee...


...Kalau nggak bunga aja deh Author senang.....


...Jangan lupa tinggalkan jejak...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2