Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Tiga kehidupan yang berbeda


__ADS_3

Di rumah sakit.#


Lulu sedang menyuapi sang suami makan, tadi Dokter mengatakan jika Borkhan besok sudah boleh pulang dan harus kontrol dua hari sekali..


''Sayanggg kau selalu menyuapi aku makan, tapi kamu belum makan sama sekali.''


Lulu tersenyum dan meletakkan piring di atas naskas. ''Sebentar lagi Yanti membawakan aku makan sayang, aku meminta dia untuk memasak makanan yang aku inginkan.'' ujar Lulu sambil memberikan air untuk Borkhan minum..


''Aahh benarkah.? apa bayi kita menginginkan sesuatu dari tante gesrek nya.? tanya Borkhan terkekeh sambil mengelus perut Lulu yang sekarang sudah menjadi kebiasaan untuk Borkhan..


Ceklek..


''Asalaaaaamualaikumm.''


''Walaikum salam.''


Yanti masuk dan meletakkan kotak makanan di meja, sementara Yanti langsung duduk di sofa..


''Bagaimana keadaan mu Baba.? tanya Yanti


''Sudah mendingan dan besok sudah bisa pulang.'' jawab Borkhan.


Sedangkan Lulu tengah asik membuka kotak makanan yang di bawa sahabatnya itu..


''Waaahhh, Baunya enak sekali.'' ucap Lulu yang sudah siap memakan nasi goreng buatan Yanti, yang menurut Lulu sangat enak luar biasa..


''Baba, Aku sudah menuruti perkataan mu untuk tidak meng'aktif kam nomerku agar Tuti tidak bisa menghubungi ku. Apa itu tidak apa-apa? bukankah Asad juga harus tau jika anda sakit.? Ujar Yanti.


''Tidak perlu, aku sudah sembuh lagian biarkan Asad menikmati pernikahannya dan jangan ganggu mereka.'' jawab Borkhan tanpa mengalihkan pandangannya dari arah leptop..


''Baiklah sultan mah bebas.''


''Apa kau tidak bekerja.? tanya Borkhan


''Bukannya kata Lulu aku boleh libur jika membuatkan nasi goreng untuknya.'' ucap Yanti yang membuat Lulu cengengesan..


''Apaa, kau mengerjaiku? sentak Yanti yang membuat Borkhan melotot.


''Kau membentak istriku?!!


''Apaaa, memangnya tidak boleh membentak istrimu? TUNG... Yanti mentoyor kepala Lulu. ''Bahkan aku bisa mentoyor kepala istrimu yang sudah mengerjaiku.''


''Kau__


''Kaburrrrr__'' Yanti berdiri dan keluar dari ruangan.


Braaakkk_


''Dasar pegawai gadungan.'' teriak Borkhan dari dalam, sedangkan Yanti tertawa sambil berlari..


.

__ADS_1


.


Di perkampungan Tuti.##


.


Pengantin baru masih bergulung dengan selimut, tanpa sehelai benang pun di badan mereka. Matahari sudah menampakkan sinarnya namun belum ada tanda tanda mereka akan bangun..


Ceklek


Rian baru saja pulang menginap di rumah kakek dan neneknya yang tak jauh dari rumah Tuti. Karna Tuti sudah mempunyai rumah sendiri dan kemarin mereka mengadakan pernikahan di rumah Ayah Tuti..


Rian melihat rumah masih gelap, ia pun membuka gordeng dan membuka semua jendela agar udara segar masuk kedalam rumah..


Rian melihat pintu kamar sang ibu, ia sangat paham jika orang tuanya membutuhkan waktu berdua, ia bergegas membuat sarapan..


Sedangkan di dalam kamar Tuti perlahan membuka matanya, badannya begitu lemas karna terus di gempur dari semalam terlebih area nyi iteung sangat perih..


Tuti menyenderkan badannya di ranjang dan melihat kamarnya Sudah acak acakkan.. ''Aahhh lututku pegal sekali.'' gumam Tuti sedikit memijat-mijat..


Ia pun melihat Asad yang tidur dengan posisi tengkurab, tanpa mengenakan baju di tubuhnya.. ''Aku sudah tau mengapa orang tuanya menamainya Asad, itu karna tenaganya sama kaya singa kelaparan Sampai-sampai tubuhku aahhh remuk semua.'' ucap Tuti langsung turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari air liur Asad..


Sedangkan Rian sudah selesai memotong bahan makanan, dan tinggal mengolahnya agar cepat matang. Rian memasak sup ayam kesukaan sang ibu..


15mnt Tuti keluar dari kamar nya dan mencium wangi makanan yang sudah matang, ia pun melangkah ke arah dapur dan melihat anaknya sedang memasak. Tuti tersenyum dan menghampiri Rian..


Cup..


Tuti mencium kepala sang anak, yang membuat Rian tersenyum dan menoleh ke arah sang ibu.. ''Ibu sudah lapar? Rian membuatkan ibu sup Ayam, duduklah buk.'' Rian menarik kursi untuk Tuti duduk..


''Terimakasih sayanggggg, tapi kenapa kamu repot-repot membuat makanan nak. Ibu juga bisa sendiri membuatnya.'' ujar Tuti..


''Tak apa-apa buk, lagian kan tidak setiap hari ibu berada di rumah jadi ibu harus ngerasain masakan buatan aku.'' ucap Rian yang sudah menata makanan di meja..


''Suami ibu mana.? apa belum bangun.''


''Dia tadi mandi, biar ibu panggilkan dulu yaa.''


Tuti masuk ke kamar untuk memanggil Asad, sedangkan Rian sudah duduk manis menunggu..


.


.


Sedangkan di tempat lain.##


.


Yanti baru keluar dari rumah sakit dan sekarang ia sedang berjalan tak tentu arah, ia ingin pergi ke suatu tempat namun kemana ia pun bingung. Yanti tidak akan masuk kerja karna sudah mendapatkan izin dari manajer.


''Yantiiii.'' teriak seseorang dari sebrang jalan..

__ADS_1


Yanti menoleh dan melotot saat melihat orang yang memanggilnya.. ''Haisss gawat, ngapain dia manggil aku.'' ucap Yanti yang bersiap kabur..


''Yantiii.'' teriaknya lagi..


Kaburrrrr___


Yanti berlari menghindari orang yang mengejarnya. ''Ngapain si Rosid ngejar akuuu, gawat apa dia tau aku dan mbak Tuti pernah mengerjainya aaahhh aku harus bersembunyi dimana.? Yanti celingak celinguk dan melihat ke belakang lalu bersembunyi di samping mobil mewah milik seseorang yang tidak di ketahui..


Sedangkan Rosid sangat kecewa karna Yanti malah kabur menghindarinya.. ''Kemana dia.'' ucap Rosid melihat kanan kiri namun tak melihat Yanti. Sedangkan yang di cari ada di belakangnya bersembunyi..


''Sudahlah, lain kali aja.'' Rosid pergi dari situ, yang mana membuat Yanti bernafas lega saat melihat Rosid pergi..


''Untunglah dia sudah pergi.''


''HAI KAU sedang apa di samping mobilku!! apa kau akan mencuri.?!! bentak seorang pria yang mana membuat Yantu terkejut bukan maen..


''Astagfirullah..'' Yanti mengelus dadanya dan menoleh ke arah pria yang membentaknya. Namun Tuti mengerutkan keningnya saat melihat paras itu. ''Diaa__ seperti pernah bertemu tapi dimana yaa.?''


''Hai kau malah melamun di samping mobilku. Minggir !!


''Eh yaa maaf Tuann.'' ucap Tuti menjauh dari mobil pria tersebut..


Pria itu memeriksa mobilnya takut ada yang lecet, lalu melihat ke arah Yanti dengan tatapan sinis. ''Jauh jauh dari mobil mahalku, dasar orang miskin.''


Braaakkk__


Pria itu masuk kedalam mobil. Sedangkan Yanti menggerutu. ''Yey belagu nya gak ketulungan dasar manusia arrogant, jika sudah modar pun gak bakalan di bawa itu mobil.'' ketus Yanti.


Pria itu membuka kaca mobilnya dan memakai kacamata hitam nya dan melihat Yanti..


''Jangan menggerutuku dengan bahasa aneh mu itu, Minggir mobilku mau lewat atau mau aku tabrak.?!


''Haiiisss.''


Yanti mundur beberapa langkah, padahal posisinya sudah jauh dari mobil..


Bruuuummmm__


Uhukk.. Uhuuukk..


Yanti terbatuk terkena asap dari mobil pria tersebut, yang berjalan sangat kencang..


''Dasar gilaaa, Arrogant awas kalau muncul lagi di depan mataku.'' teriak Yanti sambil menendang nendang kakinya..


Setelah puas, yanti pun merapihkan penampilannya dan pergi dari sana..


.


.


...Jangan lupa tinggalkan jejak ...

__ADS_1


...Kasih Vote jangan lupa ...


__ADS_2