Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Khawatir


__ADS_3

''Bagaimana?


Susi menatap Azam dan menghela nafas. ''Aku tau kita saling mencintai, tapi bukan berarti kita bisa bersama dengan keadaan seperti ini. Mari kita mencoba untuk melupakan keinginan kita untuk bersama, karna bagaimana pun kita memaksakan kehendak jika sikapmu tidak tegas. Maka sampai kapan pun kita tidak akan bersama Azam.'' tutur Susi


''Suzi.


''Jangan egois Azam, kamu bilang mencintaiku tapi kamu tidak bisa menolak keinginan ibumu. Benar apa yang di katakan Abizar, bahwa tidak ada seorang wanita yang mau berbagi suami dengan wanita lain.''


Azam terkekeh. ''Jadi kau menolakku?


''Maafkan aku.''


''Tapi bagaimana jika aku menolak dan membatalkan pernikahanku? apa kamu masih mau bersama denganku.?


Susi terdiam ia tidak bisa berbicara, tenggorokannya tiba-tiba kering..


Sedangkan Abizar dan Lintang yang sedang duduk memakan cemilan, seperti sedang menonton drama secara langsung..


''Kira-kira apa yang di katakan oleh Azam.? tanya Lintang yang di jawab gidikkan bahu oleh Abi, Namun raut muka Abi tidak bersahabat ketika Azam terus menerus memegang tangan Susi..


''Sialan si Azam, jika terus mereka berdua berbicara bisa-bisa wanitaku luluh.'' geram Abi dalam hati..


Abizar berdiri berlari kecil, yang mana membuat Lintang melihat dengan heran..


''Waaah wah wah, sepertinya akan ada perang sodara.''


.


''Apa kalian sudah selesai bicaranya.? tanya Azam menarik tangan Susi.


Sedangkan Azam menggertakkan giginya, melihat kelakukan sang adik yang terus merecoki dirinya yang sedang membujuk sang pujaan hati.


Susi mengangguk dan langsung di tarik oleh Abizar kedalam mobil. ''Ayo ikut denganku.''


''Tunggu.'' Azam memegang tangan Susi.


Dan terjadilah tarik menarik memperebutkan Susi.


''Suzi tidak akan pergi kemana, mana sebelum dia menjawab keinginan ku.''


''Susi akan ikut denganku, dan sudah pasti akan menolak keinginan mu. Bukan begitu Susi.? tanya Abizar yang di angguki Susi.


''Tidak, dia akan ikut denganku.''


''Dia akan bersamaku.''


Susi merasa pusing di tarik ke kanan dan ke kiri. ''Aduuuh kepala pusing sekaliiiii.''


Lintang yang melihatnya langsung berdiri dengan perut buncitnya dan mengambil Selang..

__ADS_1


Syuuurr__


Mereka bertiga di siram oleh Lintang, yang mana mereka berhenti dan melindungi badan mereka..


''Apa yang kau lakukan, berhentii.!!


Lintang menutup air dan membuang selang itu sembarangan, lalu menatap ketiganya secara bergantian..


''Pergi kalian semua dari rumahku.!! usir Lintang


Azam pergi terlebih dahulu di susul oleh Abizar dan Susi yang akan masuk kedalam mobil..


''Heiii Ncuuusss kamu mau kemana.?


Susi menoleh kebelakang. ''Mau pergi, bukannya aku di usir yaa?


Plaak__


Lintang menepuk jidatnya. ''Yang aku usir itu Azam dan Abizar bukan kamu, sana masuk kedalam.!!


Susi masuk kedalam, sedangkan Abizar masuk kedalam mobil meninggalkan Qars Lintang..


.


...........


Di sisi lain, di kediaman Lulu yang tenang dan damai....


Borkhan menyenderkan kepalanya di bahu Lulu, dan tersenyum melihat kedua anaknya yang sedang merebutkan mainan..


''Sayanggg, sepertinya baby Twins menginginkan adik.'' ucap Borkhan yang mana membuat Lulu melotot.


''Apa maksudmu.''


Borkhan tersenyum menatap mata Lulu dan terkekeh. ''Ada apa dengan matamu?


''Hiiissshh kau itu.!


"Apa salahnya memiliki adik untuk mereka? apa lagi jika adiknya perempuan, pasti Agam dan Againo menjaga mereka..''


''Tidak sekarang sayaaang, mereka masih kecil iihhh.'' Lulu mencubit perut Borkhan..


Aaawww___


''Sayanggg capitan mu seperti Tuan crab, Sakitttttt heheh..


''Lagian kamu meminta adik di saat waktu yang tidak tepat.!!


''Ya sudah, jika tidak boleh meminta adik mmmmm boleh donk meninta membuat adonan nya saja.''

__ADS_1


''iiissshhhh kau itu...


Disaat mereka tengah berdiskusi membuat adonan, Rumi datang dengan sedikit berlari..


''Baba, madammm.''


Lulu dan Borkhan menoleh..


''Ada apa.? tanya Borkhan


''Itu di depan, adaaa polisi.''


''Hah'' Lulu dan Borkhan saling pandang lalu berdiri, dan melangkah menghampiri polisi yang mengejutkan mereka..


''Rumi jaga baby Twins.'' ucap Lulu yang langsung di angguki Rumi..


Lulu melihat tiga polisi yang sedang berdiskusi, Lulu pun melihat Borkhan. ''Sayangg apa semua baik-baik saja.? tanya Lulu yang entah mengapa menjadi sangat khawatir..


Borkhan berhenti melangkah dan menoleh. ''Semuanya pasti baik-baik saja sayang, percayalah padaku.''


Lulu mengangguk...


''Selamat siang Tuan Borkhan.''


''Siang pak? mari silahkan duduk.'' ajak Borkhan


''Tidak perlu Tuan, kami hanya menyampaikan bahwa tahanan yang bernama Laila Jamri telah melarikan diri..


''Apaa!!


''Mohon untuk berhati-hatilah dan segera kebari jika kalian melihat dia.'' ucap pak Polisi.


Deg..


Deg..


jantung Lulu tiba-tiba berdegup kencang. Borkhan menoleh ke arah sang istri yang sudah pucat pasi..


''Sayangg masuklah ke dalam.''


Lulu mengangguk dan pergi kedalam dengan rasa khawatir yang luar biasa..


Sedangkan Borkhan mengobrol dengan para polisi..


.


.


.

__ADS_1


...Like Like Like...


__ADS_2