
Sungguh malang nasib si Rosid, karna ia harus diam bersembunyi sedari tadi siang sampai senja seperti ini. Ia bingung bagaimana cara ia pulang, dan sialnya saat dia mengecek dompetnya uang di dalamnya pun raib entah siapa yang ambil..
Rosid melihat dari tempatnya ke parkiran lumayan jauh, ia celingak celinguk mencari sesuatu untuk menutupi burungnya dan berlari ke mobilnya..
Dan sepertinya Author masih merasa kasihan kepadanya, karna Rosid melihat dus tak jauh dari tempat ia berdiri. Rosid melihat kanan kiri lalu ber'jongkok untuk mengambil dus itu..
Ketika Rosid berjalan dengan berjongkok, Ia memeganggi burung serta kedua terurnya dengan erat takutnya jatuh..
''Aahh akhirnya aku bisa pulangggg." ucap Rosid berteriak senang, dan lupa menutupi burungnya..
Aaaaaaaaah__ ''Shakhs majnun.(Orang gila) teriak para wanita yang tak sengaja lewat dan melihat Rosid serta burung upritnya..
Rosid kalang kabut memakai dus itu, lalu berlari dengan secepat mungkin menghindari rasa malu yang ia rasakan. Namun sialnya ketika ia berlari menghindari dua wanita tadi, di depannya banyak wanita yang sedang menertawakan dirinya..
''Oohh Shiiitt.!!
Rosid yang sudah tak mempunyai muka lagi, berpura pura cuek dan berjalan melewati para anak muda yang sedang nongkrong dengan dagu terangkat..
''Apa kamu lihat lihat! gak pernah liat orang ganteng yaa HAH!!
Rosid pun melangkah lebar dan berlari kedalam mobilnya..
Braaakkk__
Rosid menutup pintu mobilnya dengan kencang..
Aaaaaaaaah sial, sial, sial.
Dugh..
Dugh..
__ADS_1
Rosid memukul kemudinya dan berteriak sekencang mungkin, sungguh hari ini adalah hari tersial menurutnya..
Rosid pun mengambil celana yang berada di jok belakang lalu memakainya..
Sedangkan Yanti dan Tuti bersama si Jabliyin sedang makan-makan di lestoran dan menertawakan nasib si Rosid..
''Ini bayaran untukmu.'' ucap Tuti memberikan amplop warna coklat yang lumayan tebal..
Si Jabliyin tersenyum gembira menerima uang itu..
''Terimakasih nona nona cantik.'' ucapnya lalu berpamitan dengan Yanti dan Tuti..
Kini tinggal mereka berdua duduk dengan tenang sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya..
''Jadi apa rencana selanjutnya.? tanya Yanti.
''Rencana apa? kita sudah memberi pelajaran setimpal untuk su rosid.''
''Bukan itu, yang aku tanyakan adalah masalah antara mbak sama Asad.?
''Ya di coba aja dulu ngomong, takutnya mbak keburu melendung.!!
Tuti terdiam, sebenarnya dia juga punya rasa takut jika nanti dia hamil bagaimana.??
''Di jalani aja pelan pelan Mbak.'' ucap Yanti mengelus pundak sahabatnya..
.
.
Sedangkan Disisi lain, Borkhan sedang menunggu sang istri dengan cemas. Pasalnya waktu mereka keluar dari bandara, Lulu tiba tiba pingsan yang mana membuat Borkhan kalang kabut membawa sang istri kerumah sakit terdekat..
__ADS_1
''Keluarga pasien.'' Panggil suster di ambang pintu.
''Ya, saya suaminya Sus''
''Silahkan masuk Tuan, Dokter ingin berbicara dengan anda.''
Borkhan masuk dan duduk di depan Dokter perempuan, Ia melihat sang istri yang belum sadarkan diri..
''Jadi istri saya sakit apa Dok.? tanya Borkhan penuh was-was
Dokter itu tersenyum.. '' Selamat Tuan, istri anda sedang hamil 4 minggu.''
''Hah? apa?.
''Istri anda sedang hamil Minggu.''
Ucapan sang Dokter membuat Borkhan diam tanpa kata, mulut dia terasa kelu namun tak terasa Borkhan meneteskan airmatanya.. Ia begitu tak menyangka jika di umurnya yang sudah memasuki, bisa di bilang Tua akan mendapatkan berkah yang tak ternilai harganya..
''Aa_apa Dokter serius.?? Dokter sedang tidak bercanda kan? tanya Borkhan sekali lagi, takut jika pendengarannya salah..
''Tidak Tuan, anda akan menjadi seorang Ayah. Kita akan melakukan beberapa tes jika istri anda sudah sadar.''
Borkhan berdiri dan mencium kening Lulu beberapa kali, dan mengucapkan terimakasih. Walau Lulu belum sadar dan mendengarnya..
Tak ada yang bisa Borkhan gambarkan dengan rasa kebahagiaan yang ia rasakan, beberapa kali ia sujud syukur dan berterima kasih kepada yang maha kuasa. Telah mempercayainya menjadi seorang Ayah..
.
.
.
__ADS_1
...Jangan Lupa tinggalkan jejaknya yaa...
...LIKE.KOMEN.VOTE JANGAN LUPA BUNGANYA YAA ...