Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Berjauhan


__ADS_3

Akhir pekan yang di tunggu tunggu pun datang. Hari ini Yanti dan Tuti sedang bermain di apartemen Lulu, karna Borkhan pergi ke luar kota untuk beberapa hari..


Berat??


Sungguh berat sebenarnya Borkhan enggan untuk meninggalkan Lulu, namun ia juga tidak bisa mengajak sang istri bersamanya karna ini masalah pekerjaan..


Tuti dan Lulu sedang duduk di sofa sambil menonton Film, sedangkan Yanti sedang memasak popcron sambil membuat jus..


''Luu, nanti jalan-jalan ke bazar makan yuu.'' ajak Tuti sambil memasukkan sambosa kedalam mulut berkuman yang tiada tara...


Sedangkan yang di tanya malah asik menonton film yang ia putar, DISHOOM sang idola Jhon Abraham tak pernah mau Lulu lewatkan..


Tuukk____


Aaii___


Tuti menjitak kepala Lulu..


''Apa sih mbak.?? tanya Lulu mengelus kepalanya.


''Ditanya malah asik natap laki orang, dasar durhakim.!!


Tung__


Tuti mentoyor kening Lulu..


''Yeee, aku hanya menatap mahluk ciptaan tuhan yang sempurna Mbak.!! jawab Lulu tak henti-henti mengagumi sang idola..


''Ya elah ngapain sih kagum sama si Jojon, gantengan mas Al.'' ledek Tuti


Lulu mendelik tak suka. ''Udah di bilangin berapa kali, namanya itu Jhon mbakkk Jhonnnn J.H.O.N.'' sewot Lulu sampai mengejah kata Jhon karna tak terima sang idola berganti nama jadi Jojon..


''Heheheh. Ko ngamok..''


''Au ah gelap.''


.


.


.


Sementara Borkhan yang sedang berada di dalam Mobil bersama sang asisten Asad, yang berada di kota Fujairah akan melihat pembangunan hotel and resort miliknya di dekat pantai..


''Asad.''


''Ya tuan.''

__ADS_1


''Aku ingin berbulan madu dengan Lulu, apa kau punya ide kemana harus pergi.? tanya Borkhan.


Asad diam sejenak sambil berpikir. ''Tuan, bukankah lebih baik tuan mengajak Nyonya pulang ke kampung halamannya untuk lebih dekat dengan mereka.? tutur Asad.


Borkhan diam sejenak, memikirkan apa yang di ucapkan Asistennya. ''Baiklah pesankan dua tiket, dan visa untukku. Aku akan membuat kejutan untuknya..


Asad mengangguk dan tersenyum...


.


.


Sore hari.##


.


Sore hari yang cerah, tiga sekawan sedang mengelilingi bazar makanan yang selalu di adakan akhir pekan..


Tuti dan Yanti beserta Lulu sama sama menyeruput jus milik mereka masing masing. Mereka tengah menunggu shawarma ayam pesanan mereka datang..


Yanti dan Tuti celingak celinguk melihat baba baba tampan yang lewat, namun kebanyakan Bocil yang ada. Yang mana membuat duo gesrek kecewa..


Tak berapa lama pesanan mereka datang. Mereka pun makan dengan lahap dan sesekali menyeruput jus nya..


Ketika makanan habis beserta jusnya, Tuti berdiri akan membayar namun tak sengaja menubruk seseorang..


Aww__


Aaiii__


Pikiran Tuti bahwa dia akan jatuh terlentang, namun sekian lama ia terpenjam tak merasakan sakit bokongnya mencium lantai. Ia pun dengan perlahan membuka matanya, namun alangkah terkejutnya Tuti saat di depannya seorang pria menahan tubuhnya agar tidak terjatuh..


''Omo.. Omo.. Ajushi.'' ucap Tuti melihat pria tampan di depannya ini, seperti orang korea..


Pria itu membenarkan posisi Tuti hingga berdiri..


''Terimakasih.'' ucap Tuti..


''Sama sama.'' jawab pria itu memakai bahasa Indonesia..


''Kau bisa bahasa indonesia.'' tanya Tuti


Pria itu mengangguk dan tersenyum. ''Aku dari Indonesia, aku bekerja sebagai supir.'' jawab pria itu..


''Ouhh di kira orang korea yang lagi liburan, ternyata orang korehem toh.'' ucap Tuti dalam hati menahan tawa..


''Kenalkan aku Rosid.'' Rosid menjulurkan tangannya.

__ADS_1


Tuti menjabat tangan Rosid. ''Aku Tuti.'' jawab Tuti..


Sedangkan Yanti dan Lulu hanya jadi penonton saja..


.


.


.


Malam hari, Borkhan baru pulang dari pekerjaannya ia merebahkan diri lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi kekasih hatinya..


Setelah lama menunggu, Borkhan pun tersenyum ketika melihat wajah cantik yang ia rindukan seharian ini..


''kau sedang apa sayang.? tanya Borkhan.


''Aku sedang diam, aku merindukanmu.'' ucap Lulu pura pura sedih, padahal dalam hatinya ia begitu gembira karna bisa terbebas beberapa hari dari sang suami yang selalu menggempurmya siang dan malam..


Borkhan menelan ludahnya dengan kasar, inilah mengapa Borkhan tak bisa berjauhan dengan Lulu. Wajah cantik dan imut itu menggemaskan, ingin sekali Borkhan menerkam nya jika berada di samping sang istri..


''Apa kau tidak merindukan ku.? kau diam saja sedari tadi.!! Lulu sedikit kesal..


''Siapa yang bilang aku tidak merindukanmu, tentu saja aku merindukanmu melebihi kau merindukanku.!! tutur Bokhan yang mana membuat hati Lulu berbunga bunga..


''Lusa aku akan pulang, kau ingin aku bawakan apa hmm.?? tanya nya lagi..


Lulu berpikir sejenak, kata apa yang harus ia jawab. Tidak mungkin jika ia meminta perhiasan seperti perkataan Lintang tempo hari, jika lelaki tanya mau apa? bilang ingin perhiasan.!! sungguh Lulu berpikir bahwa Lintang mata duittan. Untung saja Lintang berjodoh dengan Omar yang ke'kayaannya tak akan habis tujuh turunan, tujuh tanjakan, tujuh belokan..


''Aku tidak ingin apapun! aku hanya ingin kau segera pulang dengan selamat dan bergemul selimut denganku.'' gombal Lulu..


Borkhan yang mendengarnya tersenyum malu. ''Istriku sekarang pandai merayu hmm, baiklah ini sudah larut malam. Istirahatlah yang nyenyak sayang..


''Aku mencintaimu.''


'Aku juga.''


.


.


.


...Jangan dulu minta Lulu hamidun yaa, karna konflik belum Author keluarkan.. Jadi Author mau tanya sama kalian.. mau konflik berat? sedang? atau biasa biasa saja?...


...Jangan lupa tinggalkan jejak.....


...nanti siang up lagi...

__ADS_1


...Jangan lupa juga LIKE.KOMEN.VOTE yaaa anak anak.....


__ADS_2