
Maaf Author jarang up, karna lagi program diet wkwkwk..
Celana dan baju Author udah gak pada muat🙈. perut kosong mengakibatkan si ilham ngambek alias pundung..
Hari ini Author dobel up, karna si ilham udah nggak ngambek lagi karna perut udah full teng heheh..
Jangan lupa like
Vote.
Kasih bunga.
Komen yang bijak ya ziyeng.
.
.....
Happy reading
.
Wednesday (Hari rabu) Hari dimana yang di tunggu-tunggu oleh Abizar, karna hari ini Abi dan Susi akan jalan-jalan ke Abudhabi untuk menonton festival. Abizar juga sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk Susi, yang sudah di rancangnya jauh-jauh hari..
Abi keluar dari kamarnya dengan setelan simple yang dia kenakan, dengan celana pendek berwarna putih dan baju warna senada.
Kepala pelayan sudah menunggu Abi di bawah tangga. ''Tuan muda, anda akan berangkat sekarang.? tanya nya saat melihat Abi yang sudah berada di depannya..
Abizar mengangguk. ''Yaa, aku akan pergi dan kemungkinan besok aku akan kembali.'' jawab Abi. ''Adakah hal penting yang ingin di sampaikan.? tanya Abi saat dia sudah duduk di meja makan.
''Hanya menyampaikan jika tebakan Tuan muda memang benar adanya, Tuan Thani dan nyonya Rukayah meminjam uang kepada rentenir yang tidaklah sedikit.'' ucapnya sambil melayani Abi menuangkan kopi.
Abi yang mendengar penuturan pelayannya, menarik sudut bibirnya dan menghela nafas. ''Bagus, biarkan mereka mempunyai hutang banyak sehingga hutang itu akan mencekik mereka secara perlahan.'' ucap Abi sambil menyeruput kopi nya.
''Lalu bagaimana dengan Azam.?
__ADS_1
Abi diam sejenak, lalu menaruh cangkir kopi di tempatnya. ''Tidak usah perdulikan dia, dia tidak akan berani macam-macam. Tapi pastikan jika pernikahan nya jangan sampai gagal, karna aku tidak mau dia kembali lagi bersama calon istriku.'' tutur Abi yang di angguki oleh kepala pelayan yang bernama pak Komal..
Abi berdiri dari kursinya. ''Baiklah aku akan pergi, jaga rumah ini dan jangan sampai dua penghianat itu menginjakkan kaki disini.''
''Baik tuan muda.''
Abi pun melangkah dan mengambil kunci mobil, untuk pergi menjemput Susi di kediaman Lintang..
.
.....
Sementara di sisi lain, di Qars milik Tuti dan Asad.#
.
Tuti tengah duduk di sofa sambil menonton tv, namun Sedari tadi Tuti selalu mengganti chenel lalu mematikan tv dan membuang remot kesembarang arah..
''Huffttt bosan sekali rupanya hari ini, apa aku bakar rumah tetangga aja biar rame yaa.? hum hum hum, Tuti mengendus ngendus indra penciumannya..
''Ihhh, iyaaa makin terasa aja bau ****** nya.'' Tuti celingak celinguk dan melihat dua khadimah nya sedang berbisik-bisik namun serius..
Tuti pun berjalan secara perlahan tanpa menimbulkan suara.
''Daaaarrr...
''Astagfirullah madam. Ngagetin ajaaa.'' Eneng dan Karmi mengelus dada masing-masing..
''Hah, ngapain kalian? Menggibah rupanya. Pantas saja aku mencium bau ****** yang sangat menyengat, sampai-sampai tercium dari ruang Tv.'' ucap Tuti, lalu duduk bergabung bersama dua khadimah nya..
''Ihhh si madam, mada ada kita menggibah.'' elak Karmi.
''Alah, gak usah ngelak kamu. tau nya aku apa yang ada di otak muuu, apa yang kalian gosipkan? awas aja kalian jika aku yang jadi bahan gibah kalian.''
''iiihh si madam, mana ada kita berani gibahhin madam yang baik hati, cantik, gak suka marah-marah, dan majikan sempurna kaya madam..
__ADS_1
''Ck, ck,ck, lambe mu Karmiii masyaallah semanis sari gula rupanya jika sedang memujiku.''
''Apa pula sari gula madam, jangan lah sari gulaaa nanti seret di tenggorokan. Madu ke, gula keeee agak bagusan dikit gituuu.''
''Sudahlah, kenapa ngomongin ituuu apa yang kalian gosipkan sampai kalian serius sekali.?
''Kita lagi ngomongin si Naina madam, madam tau si Naina?
''Naina yang mana.?
''Itu looooh, pembantu di Qars sebelah yang warna Qars nya gold.''
''Ohhh gadis yang selalu bergosip dengan mu, jika sedang buang sampah di depan?'' tebak Tuti
Hehehe ''Iya itu..
''Kenapa rupanya.?
''Dia di gerebek sedang pepew di dalam mobil bersama orang nehi nehi aca aca.''
''Yang benar kamuuu.?'' tanya Tuti memastikan, lalu ia mengambil padeda yang Karmi buat lalu memasukkan papeda hangat kedalam mulutnya..
''iihh bener madam, The Power of gosip para khadimah tidak akan salah. Ternyata si Naina suka pergi secara diam-diam di tengah malam, dan hari itu mungkin dia sedang apes karna sudah sering pergi mangkannya ketahuan sama majikannya. Pantas saja dia banyak duit, rupa rupanya dia menjual rawa-rawa nyi iteung.''
Sedangkan si Eneng hanya melongo dan menggigit jarinya saat melihat papeda miliknya dan milik karmi di habiskan oleh Tuti..
''Eeeeoooo alhamdulillah. Ya sudah, bilang sama si Naina dia mainnya kurang pintar gitu yaa. Aku mau tidur ngantuk.'' Tuti berdiri dan pergi ke kamarnya setelah merasa perutnya sudah kenyang..
Sedangkan Karmi yang sudah melihat majikannya pergi, tangan nya terlentur akan mengambil papeda, namun dilihatnya papeda miliknya sudah kosong di atas piring..
''Hah, mana papeda ku.? tanya Karmi cekingak celinguk lalu melihat Eneng yang diam tanpa kata..
''Kamu habisin papeda punya ku Neng.? Karmi menuduh Eneng yang menghabiskan papeda miliknya..
''Ko aku yang jadi tersangka....
__ADS_1