
Disinilah Yanti berada di depan rumah kedua orang tuanya, kemarin malam setelah ia membuat drama dimana semua orang mengizinkan pulang untuknya. Omar si sultan satu itu menyuruhnya untuk menaiki pesawat pribadinya yang mana membuat Yanti bergidik ngeri. Bukan apa apa namun ia sendiri di dalam pesawat sebesar dan seluas itu hanya ada dua pilot satu pramugari dan pramugara yang membuat yanti kapok..
Jam menunjukan pukul 2 dini hari, Yanti menyeret koper dan mengetuk pintu..
Tok.
Tok.
Asalamualaikum mah, mah..
Tok.
Yanti mengetuk pintu namun tak ada sautan dari dalam, ia melihat kanan kiri tak ada orang yang meronda. Ia jadi bergedik ngeri sendiri saat melihat di depannya pemandangan gelap dan membayangkan jika ada si Neneng Akuntil atau si babang ocong datang dari kegelapan..
Yanti semakin kencang mengetuk pintu, namun benar-benar tidak ada sahutan sama sekali yang mana membuat Yanti kesal setengah mati..
Ia pun berjalan ke arah samping sambil menyeret kopernya, dan berdiri di depan jendela kamarnya dulu. Yanti yang mahir membuka jendela hanya sekali congkel langsung terbuka, untung saja tidak ada orang yang melihatnya jika pun ada orang yang melihatnya sudah pasti langsung meneriaki Yanti sebagai maling..
''Aahh akhirnya terbuka, ke ahlian ku belum sirna ternyata.'' ucap Yanti sambil memasukkan kopernya terlebih dahulu, setelah itu ia langsung naik dan masuk ke dalam kamarnya..
Yanti menyalakan lampu dan melihat kamar yang dulu ia tempati tak banyak berubah sama sekali. Ibunya selalu membersihkan kamarnya dengan baik benda-benda tidak ada yang hilang atau bertambah..
Yanti membuka koper dan mengeluarkan oleh-oleh, ia mengambil baju tidur dan keluar kamar untuk membersihkan badannya yang lengket..
10 mnt Akhirnya ia selesai mandi dan keluar dari wc menuju dapur. Perut Yanti keroncongan minta di isi, ia pun melihat tidak ada makanan di meja dan menjelajahi rak menceritakan sesuatu..
''Finally found You.'' ucap Yanti sumringah saat menemukan mie instan rasa soto, ia pun langsung bergegas mengeksekusi mie itu..
Sedangkan dari arah kamar ibu Yanti yang bernama Kokoy, keluar dari kamar karna ingin buang air kecil. Ia berjalan gontai ke wc dan melihat Yanti sedang duduk di meja makan sang ibu tersenyum namun dengan mata sedikit ngantuk..
''Kamu sedang makan na'e.?'' tanya sang ibu yang membuat Yanti menoleh dan mengangguk..
''Ibu pengen pipis gak kuat.'' ucap sang ibu yang langsung masuk ke kamar mandi..
Yanti mengerutkan keningnya dan merasa heran dengan respon sang ibu yang datar, ia pikir ibu nya akan heboh saat melihatnya namun nyatanyaaa...
Hmmpp__
Yanti menelan nafas dan melanjutkan makannya..
Ceklek_
__ADS_1
Ibu Kokoy keluar dari kamar mandi, membenarkan daster yang ia pakai dan melihat Yanti sang anak masih duduk di meja makan..
''Heh, aku terlalu merindukan putriku sehingga berhalusinasi dia berada disini. Kapan dia akan pulang naaaakk nak.'' sang ibu menggeleng dan melangkah pergi, namun langkahnya harus terhenti ketika Yanti memanggilnya..
''Mah..
Ibu Kokoy berhenti dan mematung..
''Mah, mamah kenapa sih? anaknya pulang di cuekin?'' tanya Yanti yang sudah selesai makan mie nya..
Ibu Kokoy menoleh dan melototkan matanya. ''Yantiiiii anak mamah?
''Ya iya lah anak mamah masa anak tetangga?!! ketus Yanti yang sebal dengan sang ibu..
''Ya Allah anak mamah ini, Gustiiiii ya karimmmm Yantiii.'' teriak sang ibu langsung berlari memeluk sang anak yang sudah lama ia rindukan..
Yanti tersenyum dan membalas pelukan sang ibu, yang sangat ia rindukan..
Sang ibu membawa anaknya ke ruang tamu dan berbincang-bincang dan menceritakan apa saja yang sudah mereka berdua lewati dalam keseharian masing masing.. Sang ibu pun meminta maaf karna tidak bisa mengambil rumah yang Yanti bangun dari nol karna suami dan istri sisinya menempati rumah itu..
Yanti hanya tersenyum dan mengelus pundak sang ibu. ''Tidak apa-apa bu, aku akan mengurus para penghianat itu besok tapii minta tolong ibu kabari jika aku ingin bertemu dengan Rendra.'' tutur Yanti.
''Apa kau yakin ingin bertemu dengan dia? ibu takut kamu kenapa napa nak.'' Ibu Kokoy menggelengkan kepalanya.
''Yanti bisa mengurusnya, ibu bilang saja jika aku ingin bertemu dengan dia di kafe Ysl.''
Ibu Kokoy mengangguk dan langsung menulis pesan untuk mantan menantu durhaka nya itu..
Yanti dan sang ibu mengobrol dan membuka oleh-oleh yang dia bawa..
Ke'esokan paginya Yanti sudah siap bertemu Rendra, para tetangga yang melihat Yanti pulang menyapa dan menanyakan kabarnya. Yanti dengan senyuman menjawab semua sapaan para tetangga..
Tak membutuhkan waktu lama, Yanti sudah duduk dengan tenang menunggu Rendra datang dan mengobrol baik-baik namun Yanti sudah sangat kesal saat yang di tunggu tidak datang bahkan tak terasa Yanti sudah menunggu Rendra satu jam lamanya..
''Kemana sebenarnya dia.? kenapa tak di angkat dari tadi sih.!! kesal Yanti menggerutu mengotak atik ponselnya..
Yanti mendengar kabar jika Rendra sudah bekerja di salah satu perusahaan terkenal dan itu semua tidak luput dari usaha Yanti yang mengirimkan uang untuk sang suami agar bisa masuk ke kantor itu..
Namun balasan yang di dapat Yanti adalah penghianatan dari orang yang sangat ia cintai, Yanti dan rendra sudah 8tahun menikah dan tidak semudah itu untuk Yanti bisa melupakan kebersamaan dengan Rendra. Namun kali ini dia ikhlas dan akan melepasakan Rendra dengan cara baik-baik dan mengobrol dari hati ke hati.
Namun lagi dan lagi Yanti harus kecewa saat niat baiknya tidak di respon baik oleh Rendra yang membuat Yanti murka..
__ADS_1
''Awas saja jika nanti bertemu, kalian berdua akan merasakan pembalasan yang tidak akan bisa terlupakan.!! Yanti berdiri dan melangkah pergi dari kafe tersebut dengan mencaci maki rendra dalam hati..
Ketika Yanti baru keluar dari Kafe___
Bugh__
Yanti tak sengaja bertubrukan dengan seorang remaja laki laki, yang berlari menghindari sesuatu..
"Kalau lari tuh liat liat.!! Bentak Yanti
"Sorry tante...
Tanduk Yanti langsung keluar seketika, saat ia di panggil tante oleh remaja ini.. "Eehh belegug siah.(gak sopan kamu.)Sejak kapan aku kawin sama om kamu hah!! gerutu Yanti berkacak pinggang.
Remaja itu tak mendengarkan oceh dari wanita di depannya, ia masih asik bersembunyi di balik punggung Yanti..
"Haiii kamu lagi ngapain di belakang saya.!!! sentak Yanti memberontak..
"Tante tolong aku tan, ada pereman yang sedang mengejar saya tan.!!! Ucapnya yang masih setia di belakang Yanti..
Yanti semakin memberontak, namun remaja itu semakin mengerat pelukannya..
"Haii jangan peluk peluk.!! Yanti memukul pergelangan tangan bocah itu..
"Maaf tan, tapi selamatkan aku dulu..''Pinta remaja cowok itu..
"Gak ada yang sedang mengejar kamu, lihatlah dan lepaskan tangan kotormu kamu dari pinggangku.!! sentak Yanti yang menepis keras tangan pemuda itu..
Remaja itu melihat kanan kiri, lalu melepaskan pelukannya..
Khemm..
"Sorry tan aku gak sengaja peluk kamu.!Ucapnya sambil melangkah pergi.
"Eee dasar edan,, anak ingusan gila.!! Teriak Yanti mendengus sebal, lalu melangkah pergi membawa motornya untuk pulang kerumah dan merencanakan sesuatu untuk si Rendra..
Sekedar info, untuk Next bab kaya nya Author harus menceritakan kisah Yanti dulu deh supaya jelas statusnya gitu. ada yang keberatan gak??
Vote.
Vote.
__ADS_1
Bunga juga boleh..
jika berkenan mampir di karya CINTA TANPA SYARAT