
Bughh__
Azam meninju Abizar membuat semua orang terdiam dan terkejut, dengan apa yang di lakukan Azam yang terkenal baik pendiam dan santun. Begitu pun dengan Susi, matanya Sampai-sampai ingin keluar dari tempatnya..
Bukannya marah, Abizar malah terkekeh menatap Azam lalu mengusap ujung bibirnya yang berdarah..
''AZAM apa yang kau lakukan!! Sentak Susi lalu melihat luka Abizar..
Azam semakin kebakaran ****** eh salah jenggot, saat jemari lentik Susi mengusap bibir Abizar.
''JANGAN MENYENTUHNYA.!! sentak Azam memegang pergelangan tangan Susi lalu menyeretnya keluar dari balaroom, Namun baru juga satu langkah. Tangan kiri Susi di pegang oleh Abizar..
''Mau di bawa kemana wanita ku.?
''Brengsek dia bukan wanitamu, tapi dia adalah___
''AZAM!! nyonya Rukayah berteriak lalu berlari kecil menghampiri sang anak..
''Lepasakan tangan wanita miskin itu.! sentaknya namun Azam tak mendengarkan, ia dan Abi masih saling pandang dengan tatapan dingin dan ingin saling menghabisi satu sama lain..
Tuan Thani yang melihat jika kondisi sangat kacau, membuat ia menyuruh semua orang untuk pulang dan nanti akan di beri kabar lagi jika pesta pernikahan akan berlangsung..
Namun ada juga beberapa orang yang enggan pulang, dan asik menonton drama keluarga..
.
Nyonya Rukayah semakin naik pitam saat sang anak tidak mau mendengarkan dirinya, lalu menatap Susi dengan tajam. '' HEIII KAU. Dasar perempuan murahan gak tau diri! sudah puas kamu menghancurkan acara pertunangan anak saya HAH?!!
Abizar menoleh dan menatap nyonya Rukayah dengan tajam. ''Siapa yang kau sebut murahan HAH?! bentak Abizar membuat semua orang terdiam..
''AKU BILANG SIAPA YANG MURAHAN DAN TIDAK TAU DIRI HAH!! KAU__ KAU DAN ANAKMU BESERTA SUAMI MU YANG TIDAK TAU DIRI, YANG MASIH TINGGAL DENGAN NYAMAN DI RUMAH IBUKU DAN MEMAKAI FASILITAS DARI HARTA KAKEK KU.!!
Nyonya Rukayah melotot tak suka. Sedangkan Tuan Thani langsung melangkah untuk menenangkan sang anak.
''Nak tenangkan dirimu.'' Tuan Thani mencoba untuk menyentuh Abi, namun Abizar terlebih dahulu menatap sang Ayah dengan tajam..
Sedangkan Susi sedikit terkejut karna ternyata Abizar adalah anak dari Tuan Thani sekaligus adik dari Azam..
''Dengar kan aku Tuan Thani, umur ku sekarang sudah menginjak dua puluh sembilan tahun. Dan sesuai perjanjian di atas matrai dengan saksi dari pengacara kepercayaan keluarga ku, bahwa aku bisa mendepak kalian ketika aku sudah tidak membutuhkan kalian lagi. Dan sekarang waktunya untuk kalian pergi dari Qars milik keluarga ibuku.!!
Deg..
''Nak kamu tidak bisa melakukan ini, aku ini ayahmu dan kau har__
''AKU BISAAA!! KARNA AKU YANG MEMEGANG KENDALI SEMUANYA.! PERGILAH DAN KEMASI BARANG KALIAN SEKARANG JUGA.!! ucap Abizar pergi dengan memegang tangan Susi..
''Aaaaaakkkkk.'' teriak nyonya Rukayah tak terima dengan semua ini..
Namun Azam tidak begitu perduli, karna dia sudah memiliki segalanya bahkan mempunyai usaha sendiri dan tidak ada ikut campur urusan harta sang ayah beserta ibunya Abizar..
__ADS_1
Azam melangkah pergi meninggalkan sang ibu yang masih berteriak histeris, Tuan Thani duduk dengan lesu menjambak rambutnya prustasi dan terkejut..
Tanpa mereka sadari, jika seorang wanita menyaksikan semuanya, Wanita itu tersenyum senang saat melihat ada bau-bau pertengkarang dan mengambil ponsel untuk mengabari seseorang di Group Wa nya..
.
...........
.
Sedangkan Susi dan Abizar yang berada di dalam mobil, hanya diam dan tidak ada yang berbicara. hingga Abi menepikan mobilnya lalu turun dari mobil..
Braaakkk__
''Astagfirullah.'' Susi terkejut mengelus dadanya, lalu melihat Abizar yang sedang menghisap roko di bangku taman..
Susi menghela nafas, lalu turun dari mobil dan melangkah menghampiri Abizar lalu duduk di sebelah nya. ''Kau tau, tidak baik untuk merokok. Itu bisa mempengaruhi kesehatan mu.'' ucap Susi mengulurkan tangannya, dan meminta rokok yang berada di tangan Abizar..
Abi melihat tangan Susi, lalu menatap wajah yang saat ini tengah tersenyum kepadanya. Abizar pun memberikan rokok itu dan mematikan rokok yang sudah dia hisap.
Susi tersenyum dan membuang rokok itu di tempat sampah, yang berada di sebelah kanannya. Lalu menatap Abi dengan dalam dan melihat mata Abi penuh dengan tekanan dan kesedihan. Susi sedikit ter'renyuh melihat raut muka Abizar yang berpura-pura tegar..
Susi langsung memeluk dan mencoba menenangkan amarah Abi, sedangkan Abizar mengedipkan matanya beberapa kali. Ia sedikit terkejut dengan perlakukan Susi yang mengusap kepalanya dengan lembut..
''Jika kau ingin menangis, menangislah sebelum menangis itu di larang.'' guyon Susi membuat Abi terkekeh dan memeluk tubuh kecil Susi dengan erat..
''Kau fikir aku se cengeng itu hmm.''
.
...........
Ke esokkan harinya.#
.
Empat wanita sedang berkumpul di rumah baru Yanti, yang semalam meminta mereka untuk berkumpul membicarakan sesuatu..
''Eehh Yan, rupa rupa nya apa yang mau kau bicarakan.? tanya Tuti yang di angguki Lulu dan Lintang..
''Kuuuyyy kuyyy kuyyyy, kalau aku ngomong kalian pasti gak bakalan percaya.''
''Memangnya apa sih, jangan bikin kita penaserong deh.''
''Kalian tauu kaaan kalau aku semalam menghadiri pesta pertunangan Keluarga Thani, yang tidak lain adalah pertunangan Azam.?
Tuti, Lintang, Lulu mengangguk secara bersamaan.
''Rupa rupanya disana ada si Susiiiiiiiii, bersama seorang pria tampan yang sukses membuat semua orang tercengang. Dan kalian mau tau siapa pria yang bersama Susi?
__ADS_1
Tiga Wanita itu menopang dagu mereka masing masing..
''Rupa rupanya kaaannn, pria yang bersama Susi itu adalah pewaris ZSL GROUP..
''Hah yang bener kamu, jadi pria tampan yang kemarin datang untuk jemput si Susi adalah pewaris ZSL GROUP.?
''Yang mana rupanya kauuu.''
Lintang pun menceritakan soal kemarin, ada seorang pria tampan berkunjung dan menyogok dia pakai tas terbaru dari Gongci asalkan Susi bisa jalan dengannya..
TUNG__
''Kau pula dasar majikan durjana, bisa bisa kau membiarkan keponakan ku jalan bersama pria yang tidak di kenal. Gak sekalian saja kau jual itu si Susi.'' sewot Yanti tak terima.
''Eehh ide bagus juga tuh Yan heheh.''
Yanti mendelik dan menyodorkan kepalan tangannya, yang mana membuat Lintang cengegesan..
''Isshh kalian tuh, trus gimana nasib si Susi di pesta itu? aku masih penasaran.'' tanya Lulu
Yanti pun menceritakan kronologis kejadian semalam dengan sangat detail dan terperinci, yang mana mereka baru tau jika Susi tidak di terima oleh ibunya Azam..
Hahhhh___ ''Kasian Susi yaaa, baru bisa merasakan cinta tapi harus berakhir tragis di tangan calon mertua.'' ucap Lulu
''Tapi yaaa wooyy, aku lebih setuju jika Susi sama gebetan barunya itu. Lebih muda dan kayanya bertanggung jawab banget walau raut mukanya seperti playboy.'' tutur Lintang.
''Yaa kita doakan saja yang terbaik untuk Susi.'' ujar Yanti.
''Btw nih Yan. Kamu pelit kali lah, ngundang kita tanpa memberi makan dan minum. Kau tau asam lambung ku sudah naik ke pupil mataku iniiii.'' gerutu Tuti.
Heheheh.. ''Bentar yaa aku ambilkan dulu.'' Yanti pergi ke area dapur dan menyuruh khadimah untuk membuat makan dan membawa cemilan.
.
...........
Sedangkan di kediaman Tuan Thani.#
Semua orang sudah berkemas termasuk Tuan Thani sendiri. barang barang mereka satu persatu di bawa kedalam mobil yang sudah di siapkan..
Sedangkan Azam sudah terlebih dahulu pergi, tanpa memberi tahu nyonya Rukayah..
''Kurang ajar, menyesal aku tidak menyingkirkan anak itu dari dulu.!! geram nyonya Rukayah dalam hati, sambil melihat Qars besar yang selama ini dia tempati.
.
.
...Jangan Lupa tinggalkan jejak ...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE ...