Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Pria dingin.


__ADS_3

Setelah bersalon ria kini mereka duduk di kafe rakyat jelata, entah karna hobi atau sudah menjadi kebiasaan. Mereka begitu gemar memandangi Baba baba yang lewat mengemudi mobil mewahun mewahun mereka..


Bagi Yanti dan Lulu mau pun Tuti memandangi wajah tampan keturunan Arab menjadi berkah untuk mata mereka..


Mereka bertiga belum mau pulang karna hari masih senja dan belum malam. Tuti berkata, pantang pulang sebelum malam. Anjaaayyyyy


.


Seseorang pelayan menaruh coffe di meja mereka..


''Silahkan Nona.'' ucap sang pelayan dengan senyuman manis di wajahnya..


''Terimakasih.'' ucap tiga sekawan secara bersamaan..


Mereka meyeruput coffe dengan tenang. Namun wajah Yanti tiba-tiba tidak enak di pandang sesekali memegangi perutnya..


Yanti melihat kedua temannya yang tengah asik dengan ponsel mereka masing-masing mempunyai ide...


''Mbak Tut, Luu sini deh aku mau bisik-bisik.'' ucap Yanti yang mana membuat Tuti dan Lulu menyodorkan kepala dan kuping mereka..


''Apa Yaan? tanya keduanya.


''Denger deh ada suara apa'an aneh bangett.'' ucap Yanti berwajah serius..


Tuti dan Lulu mengerutkan keningnya dan fokus mendengarkan suara yang Yanti bilang..


''Gak ada apa apa Yan.'' ucap Lulu..


''iisshh dengerin duluu, nah nah denger gak..''


Duuuuutttt__


Hahahahaha___


''Kurang ajar kamu Yantiiiii binti Yantooooo'' Tuti berteriak dan mendengus sebal, ia sudah fokus mendengarkan suara aneh yang di bilang Yanti ternyata suara kentut yang menggelegar..


''Dasar streeesss.'' teriak Lulu..


''Gak tau maluuu.'' teriak Tuti, ingin sekalinia melempar gelas yang di pengangnya. Namun ia sadar jika gelas ini bukan miliknya..


Sementara sang pelaku lari ke kamar mandi dengan tertawa gembira, ia sudah tidak kuat untuk menyetor hariannya yang sudah menumpuk di dalam perut..


.


Disisi lain.#


.


Dua pria tengah berada di depan restoran Borkhan, mereka sedang mengamati gerak gerik orang yang akan mereka singkirkan..


''Jadi siapa yang akan kita singkirkan? si cowonya atau si cewenya?


''Kita lihat saja nanti.''


Mereka berdiam dan terus menatap restoran mewah dari dalam mobil..

__ADS_1


.


.


Bugh_


Aiii__


Yanti ber'tubrukan dengan seseorang dan sedikit terhiung kebelakang..


''Apa kamu buta?!! sentak pria berjas biru dongker menatap tajam Yanti yang se'enak jidatnya menubruk baju mahalnya..


''Maaf Tuan aku tidak sengaja.'' ucap Yanti menyesal.


Sret..


Sret..


Pria itu mengibas ngibaskan jasnya, seakan menyingkirkan kotoran yang sangat menjijikkan..


Sedangkan Yanti yang melihat kelakuan pria aneh di depannya ini hanya mengerutkan keningnya..


''Tuan jas anda tidak kotor.''


Pria itu menatap Yanti dengan tajam. ''Siapa yang menyuruh mu bicara!! Minggir.


Bugh_


Pria itu menyenggol bahu Yanti.. ''Huh, sombongg bangett.'' ucap Yanti saat melihat pria dingin itu melangkah pergi, namun Yanti buru-buru pergi ketika Pria itu menoleh dan menatap Yanti dengan tatapan tajam bak serigala..


.


Malam.#


.


Tiga sekawan pulang dan berpamitan satu sama lain, Yanti dan Tuti pun melangkah kebelakang restoran dimana semua karyawan restoran mendapatkan mesh..


''Cih, enak banget yaa jadi kalian. Libur sesuka hati, pulang malam dengan kantong belanjaan.'' ucap seorang wanita dengan sinis..


Yanti dan Tuti menoleh, lagi dan lagi wanita ini mencari masalah dengannya..


''Rudha kami sangat lelah seharian menemani Nyonya, jangan buat masalah untuk malam ini saja.'' Mohon Tuti.


''Cih, kalian makan gaji buta.'' sentaknya lalu menyenggol bahu Tuti..


Huuffttt...


''Sudahlah mbak biarkan saja dia, bukankah kita sudab terbiasa dengan perkataan yang menyakitkan. ''Ucap Yanti sambil membuka pintu..


Ceklek__


''Astaghfirullahaladzim.''


Gubraakk__

__ADS_1


Yanti terjungkal kebelakang saat melihat Asad berada di dalam kamar mereka, bukan hanya Yanti yang terkejut. Tuti pun sama terkejutnya melihat Asad menatap tajam kepadanya..


Asad berdiri dan langsung menarik Tuti keluar dari kamarnya. ''Yanti, dia bersama ku dan besok kita akan pulang ke indonesia.'' ucap Asad yang langsung di angguki Yanti..


Braaakk__


Asad menutup pintu dengan kencang, membuat Yanti mengelus dadanya karna terkejut untuk ke dua kalinya..


''Ya allah ya robby gustii nu agung.'' Yanti beristigfar dan berdiri..


Sedangkan Tuti sedang meronta-ronta.. ''Asad lepasakan.''


Dugh__


Asad mendorong Tuti ke dinding dan menghempitnya.. ''Kemana kau seharian ini tidak menjawab pesan dariku, dan mengabaikannya.'' tanya Asad dengan nada berat, dengan wajah tak jauh dari wajah Tuti hingga nafas Asad berbau Mint tercium oleh Tuti..


Glek__


Tuti menelan salivanya susah payah, saat melihat bibir Asad yang licin seperti memakai lipbam..


''Oohh Tutiii sadarlah, bukan waktunya otak mesum mu bekerja.'' ucapnya dalam hati..


''Kenala diam heh?


''Ituu_ anu emmm, aku tak sempat membalas karna kita mmmffhhh__


Tuti tidak bisa meneruskan perkataannya lagi, karna mulut berkuman miliknya sudah di bungkam oleh Bibir Ting-ting Asad..


Mmmpppptt..


Asad melepasakn ciumannya dan menatap sendu. ''Ayo ikut aku.''


''kemana.?


''Ikut saja..''


Asad membawa Tuti kedalam mobil dan pergi dari sana..


.


.


Sedangkan Lulu dan Borkhan sudah sampai di Qars dengan selamat, Borkhan menjaga Lulu seperti ratu di dalam hidupnya terlebih Lulu sedang mengandung buah cinta mereka yang mana membuat Borkhan sangat memanjakan Lulu..


Tanpa mereka berdua ketahui, jika mereka di ikuti dari restoran ke rumah mereka..


Kedua penjahat itu mengangguk dan pergi dari Qars Borkhan, dengan rencana yang sudah matang hanya tinggal di rencanakan besok...


.


.


.


Udah pada siap mewek bulum kalen??

__ADS_1


...Jangan lupa LIKE.KOMEN.VOTE. kasih bunga jika kalian punya😘😘 siapkan tisuuuuuuu.....


__ADS_2