Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Di sogok


__ADS_3

Di Qars milik Lintang.#


.


''Madaaaamm..


''Madammmm...


Teriak khadimah memanggil majikannya yang sedang bersantai menonton Tv..


Lintang yang di panggil menoleh sebentar, lalu fokus ke arah Tv kembali. ''Kenapaaa bii.? tanya Lintang


''Itu madam, adaaaa mmmm ada pemuda di depan yang nyari madam. Cowo nya guaaaannteeeenggg benerrrr.'' ucapnya dengan kedua jempol di angkat ke atas.


''Hah cowo? gantenggg? Lintang langsung berdiri dan berlari kecil membawa perut yang sudah mulai mumbuncit..


Sedangkan si bibi merasa heran melihat majikannya. ''Ya Allah si madam, baru ngomong ganteng udah acaprat iciprit gitu.'' ucap Art menyusul Lintang..


.


Sedangkan Lintang berhenti melangkah, dan berjalan pelan saat melihat ada pria bersender di mobil berwarna hitam sambil membelakanginya. Lintang sedikit ragu, karna dari poster tubuhnya sudah jelas Lintang tidak mengenali siapa pemuda di hadapannya ini..


''Khemm, maaf cari siapa yaa.?


Pria itu menoleh dan tersenyum lalu melepaskan kecamatanya, dan berjalan dengan perlahan seperti ada adegan slowmotion dengan angin sepoy sepoy membuat langkah pria itu semakin gagah dan keren..


''Oh may gotiiiiii, calon suami siapa iniii gustiiii meni kasep Alias ganteng." gumam Lintang begitu menganga..


Pria itu berdiri di hadapan Lintang dan tersenyum ramah. ''Permisi nyonya, saya kesini ingin bertemu dengan Susi.'' ucap Pria itu tidak lain adalah Abizar..


"Hah Susi.? ada hubungan apa pria ini dengan Susi.? '' tanya Lintang pada dirinya sendiri dalam hati, sambil melihat Abizar dari atas sampai bawah. Namun lagi dan lagi mata Lintang lebih fokus ke dalam celana milik Abizar yang mana membuat Lintang langsung menggelengkan kepalanya. Lalu melihat Abizar ''Cari Susi? tanya Lintang yang di angguki Abizar.


''Iyaa nyonya, bukankah dia bekerja di sini.?


Lintang mengangguk dan mempersilahkan Abizar untuk masuk lalu menyuruh Abizar untuk duduk di sofa..


''Duduklah''


Abizar tersenyum sopan dan duduk, Lintang pun duduk di sebrang sofa lalu melihat khadimah nya. ''Bii, panggilkan Susi.''


Bibi berlari memanggil Susi di belakang yang sedang menjemur baju. '' Sussss, heiii Susiiii.


Susi yang sedang asik menjemur sprai, langsung menoleh ketika namanya di panggil..

__ADS_1


''Ada apa bii.?


''Madam memanggilmu, dia bersama seorang pangeran yang datang mencari cinderella nya.


Susi mengangguk. ''Pangeran itu membawa sepatu kaca gak.?


''Kaya nya bukan sepatu kaca yang dia bawaaa.''


''Sepatu apa yang di bawanya.?


''Kaya nya sepatu both buat pergi ke sawah, heheheh sudah sana pergi nanti si madam teriak teriak gak gelas.'' ucapnya..


Susi pun pergi dengan senyuman di wajahnya, namun ketika melihat pria yang sedang mengobrol dengan majikannya, seketika itu pula senyum Susi meluntur..


''Abizar? kenapa dia ada disini.'' gumam Susi, Ada hati yang curiga dan tidak enak melihat Abizar berada di sini..


''Khem, Madam memanggilku.?


Kedua orang yang sedang mengobrol langsung menoleh secara bersamaan..


''Ehh Sus ini ada temen kamu, dia minta izin untuk membawa kamu jalan-jalan.'' ujar Lintang yang senang jika Susi mempunyai gebetan baru.


Abizar tersenyum melihat Susi dan melambaikan tangannya..


''Aku sedang sibuk Abi, maaf aku gak bisa.'' tolak Susi secara halus..


Susi yang melihat Lintang yang bersi kukuh mengusirnya dan meminta ia jalan dengan Abizar merasa heran sekaligus bingung. Padahal pekerjaannya masih banyak, Susi pun melihat kanan kiri dan melihat paperbag berlambang Gongci berwarna hitam putih langsung menatap Lintang tak suka..


"Dasar majikan durjana, pantas saja dia rela aku di bawa. Ternyata sudah di sogok oleh tas rupanya." Susi mendengus tak suka..


''Baiklah-baiklah Ayooo Abizar, kita pergi. Dari pada bersatu dengan majikan durjana satu ini.'' Ucap Susi menyeret Abizar keluar..


Sementara Lintang menggidikkan bahunya, lalu tersenyum melihat paperbag pemberian Abizar.. ''Yuhuuuuu tas limited edition.'' sorak gembira Lintang sambil melangkah pergi ke atas..


.


.........


.


Di dalam mobil tak ada yang berbicara, namun Abizar selalu curi pandang melihat betapa cantiknya Susi memakai kerudung berwarna biru..


''Kita mau kemana.? tanya Susi akhirnya.

__ADS_1


''Aku mau mengajak mu ke acara pertunangan seseorang, apa kamu mau ikut dan menemani ku.?


Susi menoleh dan sedikit terpaku melihat betapa tampan nya pria di hadapannya ini. ''Apaa_ khem apa aku punya pilihan lain selain ikut denganmu, sementara kau sudah menyogok majikan ku dengan tas Gongci.?


Abizar tersenyum kemenangan. Abizar juga sudah mencari tau semuanya tentang Susi dan majikannya itu yang suka mengkoleksi tas mevah, hingga Abizar mempunyai ide agar majikannya itu bisa mengizinkan dirinya untuk membawa Susi dengan tenang.


''Jadi kita mau kemana? aku tidak mungkin pergi ke acara pertunangan memakai baju dinas.!'' gerutu Susi.


Abizar tersenyum.''Tentu saja kita akan pergi ke butik terlebih dahulu, untuk memilih gaun yang pas untuk wanita cantik di depan ku ini..


Susi membuang muka saat Abizar memujinya cantik, Namun sudut bibir Susi tersenyum. Siapa sih wanita yang tidak senang di puji cantik oleh seorang pria..


.


Tak butuh waktu lama, Susi dan Abizar sudah sampai di butik yang cukup terkenal di Dubai. Mereka keluar dari mobil dan di sambut para karyawan butik..


''Selamat siang Tuan dan nyonya, ada yang bisa kami bantu.?


''Dandani dia secantik mungkin dan berikan gaun yang pas namun sopan.'' pinta Abizar yang di angguki oleh para pelayan di butik dan membawa Susi ke ruang ganti...


Sedangkan Abizar duduk di sofa memainkan ponselnya dan menghubungi seseorang.


Setelah cukup lama menunggu, Susi keluar dengan gaun sangat cantik dengan wajah mungil dan imut. Membuat Abizar yang awalnya fokus ke ponsel, kini ia lebih fokus melihat Susi yang sedang menundukkan kepalanya..


"Cantikkk.


Abizar berdiri dan memberikan kartu kepada salah satu pelayan, Lalu dia berdiri di depan Susi..


''Jangan menunduk, kau harus menegakkan kepala mu dan jangan takut dengan orang yang akan menghina mu. Kau itu cantik. ''Bahkan lebih cantik dan aku ingin sekali mengurungmu di kediaman ku, dan hanya aku yang boleh melihat kecantikan dirimu saja.'' ucap Abizar dalam hati sambil memegang dagu Susi dan tersenyum..


Dan entah mengapa, melihat cara Abizar yang sangat lembut kepadanya membuat hati Susi sedikit bergetar di dalam sana..


''Ayooo, kita bisa terlambat.''


Mereka berdua pun pergi dari butik, menuju hotel dimana musuh Abizar sedang melangsungkan acara pertunangan..


.


.


.


...Kira kira siapa yang sedang bertunangan?...

__ADS_1


...Jangan Lupa LIKE.KOMEN.VOTE Vote Vote Vote jangan lupa bunga cinta nyaa sekalian.....


...❤❤❤...


__ADS_2