Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
IKSB~ S2. Tamu tak diundang


__ADS_3

Ke esokkan paginya di rumah ibu Nita, ia sudah memanggil para tetangga untuk pengajian. Satu persatu para ibu-ibu datang dan bersalaman dengan ibu Nita..


''Asalamualaikum.''


''Walaikum salam, silahkan duduk ibu-ibu.'' sapa ibu Nita dengan ramah.


Para ibu-ibu duduk di tempat yang sudah di sediakan, saat ibu-ibu itu duduk. Air liur mereka sudah menetes saat melihat hidangan di depan mereka, dan ingin sekali berebut makanan itu. Namun mereka juga masih punya gengsi dan rasa malu untuk melakukan itu.


''Untung kita membawa tas besar ya buu,'' bisiknya ke salah satu temannya, yang di angguki dengan cepat sambil tersenyum satu sama lain..


Ibu Nita duduk bersama dengan para ibu-ibu dan mengucapkan terimakasih karna sudah mau datang ketempatnya.


''Oh iya ibu Nita, saya penasaran syukuran apa yaaaa ko tumben sekali gak ada angin gak ada hujan ngadain syukuran?'' tanya Ibu Rewe.


Ibu Nita tersenyum. ''Gak ada apa-apa ko bu Rw, saya hanya berbagi kebahagiaan kepada semua orang karna anak saya sudah pulang dari Arab. Terlebih saya juga mau sekalian mengabari ibu-ibu jika Susi mau melangsungkan pernikahan dengan pacarnya yang dari Arab.'' tutur ibu Nita yang mana membuat semua orang terkagum-kagum dan memuji Susi karna bisa mendapatkan orang Arab..


''Oalaaahhh selamat ya ibu Nita, sebentar lagi punya mantu dan mantunya orang Arab lagi. Gak kaya si Wanti yang udah perawan tua dan gak laku-laku sampai sekarang.'' Ejek bu Rw.


''Maksud ibu apa?''


''Ibu Marni pasti tau apa maksud saya, warga semua sudah tau jika si Wanti gak laku sama Jantan. Yaa gimana ya ibuuu, bukannya saya mau mengejek tapi si Wanti itu dandanan nya udah kaya neng Poci. Masa leher sama wajah gak rata mana gigi kuning lagi, benarkah ibu-ibu?. '' ucapnya dengan wajah Watado sambil mengipasi wajahnya..


''Bahkan wajahnya siang hari, eehh lehernya malam hari.'' ejek salah satu ibu yang lainnya.


Ibu Nita yang melihat kedua kubu akan saling menyerang, ia pun segera meminta untuk memulai pengajiannya.. ''Jangan seperti itu ibu ibu, karna jodoh, maut hanya di tangan tuhan. Yaaa sudah kalau begitu kita mulai pengajiannya yaaa..




Tinggalkan para emak-emak yang saling sindir menyeindir, kita beralih dengan dua insan yang sedang di mabuk cinta. Mereka baru pulang dan membicarakan soal pernikahan dengan W.o dan menyepakati semuanya..


Kini Abi dan Susi tengah berjalan di pesisir pantai, menikmati indahnya sore hari. Keduanya berjalan berpengangan tangan sambil menenteng sepatu mereka masing masing..


''Udara di sini sejuk sekali.'' Abi merentangkan tangan menghirup udara segar..


''Kau suka?''

__ADS_1


Abi tersenyum dan mengangguk. ''Aku akan mengambil poto, untuk kenang-kenangan kita.'' Abi mengambil ponsel di sakunya dan berjalan kedepan..


''Hati-hati awas terbawa ombak.'' teriak Susi saat melihat Abi mendekati air laut...


Abi berbalik dan mengambil poto Susi, Cekrek Cekrek. ''Sayang tersenyumlah, kenapa kau jelek sekaliiii coba lihat ini..


Susi melangkah dan melihat ponsel Abi, namun tiba-tiba Abi membuang ponselnya dan langsung menggendong Susi..


Aaahhh__ ''Abiii lepaskan nanti jatuh.'' teriak Susi.


Bukannya melepaskan, Abi malah berputar putar membuat Susi tertawa sambil meminta di turunkan. Tangan Susi melilit di leher abi, sehingga membuat suasana begitu romantis dengan ke uwowan mereka..


''Abiiiiiii...


Abi berhenti dan memandang wajah susi, mereka saling pandang dan melemparkan senyuman nya masing-masing.


''Apa kamu bahagia menikah denganku?''


''Apa perlu aku katakan jika aku sangat bahagia, bisa menikah denganmu.'' jawab Susi yang mana membuat Abi tersenyum senang.


Mereka berdua menikmati moment bersama, tanpa memperdulikan para pengunjung pantai yang melihat ke uwowan mereka dengan iri. Apa lagi para jomblo yang hanya menggigit jari mereka masing-masing..





Setelah jalan-jalan di pantai, Abi dan Susi pulang ke rumah karna hari sudah menjelang sore. Di perjalanan mereka tak sengaja berpapasan dengan Wanti..


''Eeehhh Susiii, kapan pulang dari Arab?'' tanya Wanti dengan ramah, namun matanya mencuri pandang ke arah Abi..


Dalam hati ia berkata. ''Ganteng yaaa ya Allah.''


''Eehh Wan, apa kabar? aku kemarin baru pulang, oh iyaa kenalkan ini calon suami Susi Wan namanya Abi.''


Wanti tersenyum. ''Ganteng kali lah calon suami mu, kalau ada yang kaya gitu satu bisa lah kau kenalkan untukku Sus.'' bisik Wanti

__ADS_1


Heheheh Susi terkekeh. ''Ia Wan, nanti Susi kenalkan jika ada yang nganggur satu. Kalau begitu, Susi pulang dulu ya Wan sesekali main kerumah.''


Wanti mengangguk. ''Ia nanti main ke rumah mu,''


Susi dan Abi pun lanjut jalan ke rumahnya.


''Dia teman mu?''


Susi mengangguk. ''Yaa kenapa?''


''Teman mu aneh sekali, wajah putih leher hitam Aahhkk.''


Susi mencubit perut Abi. ''Hah rasakan, iisshh kamu itu gak boleh kaya gitu.!!


''Heheheh Maaf maaf nyonyaa maaf.''


Mereka berdua pun tanpa terasa sudah sampai di depan rumah Susi, dan langsung masuk kedalam..


''Asalamualaikum.'' ucap Keduanya.


''Walaikum salam, kalian sudah pulang nak?''


Susi mengaguk lalu mereka berdua duduk di sofa. ''Kita tinggal nunggu beres aja Mah, mamah gak usah khawatir.'' ucap Susi..


''Syukurlah, oh ia ada tamu tadi yang mencari kalian. Tapi dia sedang ke kamar mandi sekarang.


''Siapa? tanya keduanya dengan heran..


''Kalian sudah pulang.? tanya Seseorang dari arah dapur, dengan senyuman di wajahnya. Ia berjalan sambil mengeringkan rambutnya memakai handuk kecil..


Abi dan Susi seketika saling pandang..



Yah di gantungggg...


...•••••...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2