
Esok hari.##
.
Lima wanita cantik sedang duduk di kafe, yang biasa untuk mereka nongkrong dan bergosip tentang segala hal termasuk para artis yang sedang Viral..
Namun kali ini mereka tengah mengobrol soal kesehatan Borkhan yang sudah membaik, Tuti yang mendengarkan cerita dari Lulu merasa bersalah. Karna di saat Lulu bersedih dirinya malah asik-asik nganu dengan Asad..
''Maafkan mbak ya Luu, disaat kamu membutuhkan sandaran mbaknya gak ada.'' ucap Tuti memohon maaf sedalam-dalam nya..
Lulu tersenyum dan memegang tangan Tuti. ''Dih udah berlalu ini mbak, yang penting suamiku sudah sembuh. Lagian mana berani aku gangguin orang yang lagi asik-asik bercocok tanam.'' ujar Lulu mencolek dagu Tuti..
Mmmm Haaahhh__
Terdengar hela'an nafas yang mana, membuat semua orang menoleh ke arah Lintang yang sedang tidak bersemangat menjalani harinya..
Yanti, Lulu dan Tuti melihat Lintang dengan kening berkerut.. Lalu mereka menoleh ke arah Susi minta penjelasan..
''Ada apa dengan Nyonya mu.? tanya Yanti yang membuat Susi menyunggingkan bibirnya..
''Nyonya lagi galau tingkat kabupaten.'' jawab Susi.
''Kooo bisaaa? tanya mereka secara bersamaan..
''Hahaha Blackcard nya di sita oleh Omar.'' Jawab Susi dengan tawa yang sangat puas dan senang melihat Lintang menderita. Sebuah keberkahan tersendiri melihat orang yang selalu menjahilinya setiap hari bahkan setiap waktu dan sekarang tidak berdaya karna kelemahannya sudah di ambil..
Ingin sekali Susi tertawa jahat, saat melihat nyonya nya ini tak mempunyai gairah. Namun ia sadar jika itu tidak sopan..
Trio gesrek melihat Lintang yang tidak semangat dan malah mengaduk-ngaduk makanannya.. Ketiga nya hanya meng'gelengkan kepala mereka..
Susi melihat majikannya dan mengusap pundak Lintang. ''Sudahlah nyah, jangan kau buat sedih hanya menjadi orang miskin sehari saja.'' ucap Susi yang mana membuat Lintang tambah cemberut.
''Susiiii aku kisminnn, jadi bayarin aku belanjaa untuk har__
''Ogah!! dimana mana itu yaaa majikan belanjain pembokatnya bukan sebaliknya.'' ucap Susi menjeda kalimatnya dan mendelik tak suka jika Lintang sudah merengek seperti itu.. '' kalau belanjain seblak sama batagor mah ya ayok, tapi jangan minta di bayarin beli sepatu yang harganya bisa buat ginjal aku keluar dari tempatnya.!! ucap Susi yang mana membuat Lulu dan lainnya menahan tawa, melihat kelakukan Lintang dan Susi..
__ADS_1
''Dasar khadimah pelit.!!
''Bodo, wew__
''Kamu udah berani yaa sama aku, kupotong gajimu nanti.?!!
''Dih majikan durhaka ya seperti itu, apa-apa potong gaji.''Susi tak mau kalah..
''KA__ dasar khadimah gadungan, bisa gak sih sekali saja nurut apa kata bos mu ini..''
Disaat mereka sedang ber'argumen yang non faedah, seseorang memanggil dari arah belakang..
''Sayangg..
Kelima wanita itu menoleh melihat Omar menghampiri mereka, namun tidak untuk Lintang...
''Istriku yang cantik ini pergi kenapa tidak bilang hah.? tanya Omar mengecup pipi Lintang yang mulus..
''Ngapain kamu kesini.? aku masih marah sama kamu.'' ketus Lintang
''Tapi aku tidak sengaja berpoto dengan pria itu, aku pun juga gak tau di nyebarin potonyaaa..'' Lintang membela diri.
''Sudah sudah, sayang ku ini mau apa hemm.? tawar Omar yang mana membuat mata Lintang berbinar ketika mendengarnya..
''Benarkah? makasih sayaaaanggg..
Muuuaaaccchhh..
Lintang mengecup bibir Omar tanpa tau tempat, yang mana membuat ke tiga wanita itu berdiri langsung dari tempat duduknya namun Susi masih duduk memalingkan wajahnya..
''Dunia terasa milik berdua.'' ucap Tuti dalam hati.
''Dasar majikan matre.'' ucap Susi
''Ohh ya ampun nasib jomblo.'' gumam Yanti
__ADS_1
Sedangkan Lulu tersenyum dan mengajak mereka untuk melihat-lihat baju. Meninggalkan Lintang dan Omar yang tengah asik berduaan..
Susi pergi terlebih dahulu karna ia sudah ada janji dengan Azam. Sedangkan Lulu, Yanti dan tuti akan masuk kedalam toko, namun sebelum masuk ponsel Lulu berdering dan langsung mengangkatnya. Borkhan meminta dirinya dan Tuti pergi ke resto untuk makan siang bersama karna mereka akan memberikan kado pernikahan untuk Tuti dan Asad..
Dengan terpaksa Lulu dan Tuti pamit, mereka sempat mengajak Yanti untuk ikut bersama namun Yanti menolak secara halus karna ia akan pergi ke sesuatu tempat..
Akhirnya mereka berpencar, Yanti berjalan dengan gontai menelusuri trotoar jalan sambil celingak celinguk.. namun tiba-tiba ada mobil mewah berhenti di sampingnya, dan keluar beberapa orang berjas hitam membawa Tuti masuk..
Hmmpptt__
Tuti memberontak dan ingin berteriak namun mulutnya di bekap, jantungnya berdegup dengan kencang saat tau dirinya di culik..
''Maaf tuan apa kita bius saja dia.? ucap salah satu pria berjas hitam..
''Tidak, biarkan dia seperti itu. Lajukan mobilnya dengan cepat karna obat ini sudah menjalar di setiap darahku.!! jawabnya dengan nada berat, keadaannya sedang tidak baik-baik saja. Keringat bercucuran di sekujur tubuhnya, wajah memerah menahan panas bergejolak di dalam jiwanya..
Tubuh Yanti tidak bisa bergerak karna di kunci oleh dua bodyguard yang berada di kedua sampingnya..
''Apa yang harus aku lakukan. Tuhan tolong akuuu bagaimana jika aku di mutilasi? atau di jual? atau atau atau aaaahhhhkkk. Yanti berteriak tanpa suaraa..
Yanti begitu penasaran dengan pria yang ada di depannya ini, suara itu tak asing di ingatan Yanti..
.
.
Ada apakah dengan dirinya?
Siapa dia.?
Bagaimana ini bisa terjadi.?
...Jangan Lupa tinggalkan jejaknya yaa...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1