Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Borkhan adalah pria idaman


__ADS_3

Lulu terbangun dari tidurnya, merentangkan otot-otot yang sakit akibat pertarungan semalam yang maha dahsyat..


Sudah di pastikan jika rumah masih ngontrak atau nge'kos, bakal jadi bahan gosip para tetangga yang merasa heran karna tembok bergetar..


Lulu bersender di ranjang, melihat kanan kiri sudah tidak ada sang suami. Ia melihat tubuhnya yang sudah memakai kaos kebesaran tanpa celana, sudah pasti Borkhan memakai'kan nya..


Lulu menurunkan kakinya, sambil menahan area nyi iteung yang sangat perih akibat di bajak sampai pagi tanpa ampun..


.


.


Sedangkan Borkhan sedang membuat makan siang. Ia dengan telaten merapihkan satu persatu makanan yang sudah selesai, dan membawanya ke meja..


Borkhan memang hobi memasak, oleh karna itu dia berbisnis di bidang kuliner sampai mempunyai cabang banyak di setiap kota. Walau ia juga harus mengurusi perusahaan sang ayah yang di tinggalkan untuknya..



.


Disaat ia sedang berkutat, tiba-tiba dari arah belakang Lulu memeluknya..


''Selamat pagi pria seksi ku." sapa Lulu memeluk erat..


Borkhan tersenyum dan membalikkan badannya..


Cup..


"Selamat siang ratuku, apa kau sudah lapar sayang.?


"Hmm,, aku sangat laparrr gara-gara semalam tenagaku habis di hisap oleh mu.'' ucap Lulu menggesek-gesekan hidungnya di leher Borkhan..


''Baiklah, ayo kita makan supaya tenanga mu pulih.''


Hap__


Borkhan menggendong Lulu sepeti anak kecil, dan mendudukkan'nya di kursi. ''Kau memasak ini semuanya.? tanya Lulu yang melihat makanan di meja banyak sekali..


Borkhan tersenyum. ''Habiskan ini semua, agar kau lebih berisi. terkadang aku kasian melihat istriku sendiri, jika lagi garap menggarap suka terbentur dengan tulang.'' Borkhan terkekeh sambil menyodorkan nasi beserta lauk pauk..


Lulu tak protes, namun bibirnya sudah monyong saja...


Mereka makan dengan lahap, bercanda dan bercerita kegiatan apa saja yang mereka lakukan selama 5hari tak berjumpa..


Setelah selesai makan Lulu menunggu di ruang Tv, sementara Borkhan mengambil koper dan membawanya kehadapan Lulu..


''Sayang kenapa baju kotor di bawa ke sini.?

__ADS_1


"Ini memang ada cucian kotor, namun kemarin aku membelikan sesuatu untukmu.'' Jawab Borkhan mengeluarkan tiga paper bag yang berisi kotak persegi empat yang cukup mewah..


"Ini untukmu sayang." Borkhan memberikan paper bag itu, yang mana membuat Lulu mengerutkan keningnya..


''Ini apa.? tanya Lulu sambil menggoyang-goyangkan paper bag iitu..


''Bukalah.''


Lulu melirik dan memincingkan matanya. ''Aku tidak mau, isinya pasti Lingerie lagi.!! tebak Lulu yang membuat Borkhan terkekeh..


Untuk apa aku belikan kamu Lingerie lagi?? kemarin aku beli banyak Lingerie sampai satu toko aku pindahkan kesini." ucap Borkhan.


"Ayoo bukalah, bilang padaku jika kau tak menyukainya.''


Lulu pun dengan perlahan membuka satu kotak itu, namun sesudah membuka kotak itu mata Lulu melotot sempurna..


Lulu melirik Borkhan lalu ber'alih melirik kotak itu secara bergantian. ''Sayanggg in___


''Kau menyukainya.??


Lulu mengangguk dan terharu, ia meletakkan kotak itu dan memeluk Borkhan..


''Terimakasih suamiku, pria seksi dan tampanku.''


Cup..


Cup..


Cup..


Lulu mencium seluruh wajah Borkhan, lalu membuka kotak kotak itu yang isinya adalah perhiasan..



.



.



.


''Kemarilah aku pakaikan.''


Borkhan membelakangi sang istri dan memakai'kan kalung di leher putih mulus sang istri....

__ADS_1


Lulu mengusap kalung itu dengan rasa senang, wanita mana yang tidak menyukai perhiasan apa lagi uang. Benar kata pepatah, bahwa wanita akan menjadi ratu jika berada di tangan yang benar...


Setelah selesai memakai'kan sang istri kalungnya, Borkhan menyenderkan kepalanya di bahu sang istri sambil memeluknya..


'Maafkan aku baru memberikan mu perhiasan, dan terimakasih sudah hadir di waktu yang tepat.'' Tutur Borkhan. ''Aku mencintaimu Lunia Shadiq.''


''Aku juga mencintaimu Borkhan..''


Mereka berdua menghabiskan waktu berdua, saling terbuka satu sama lain. Mengenali karakter masing masing..


.


.


.


Sedangkan disisi lain, Tuti sedang harap-harap cemas menunggu sang dokter memeriksa Asad. Tuti tak sengaja menubruk Asad saat berpapasan nya dan yang lebih parahnya lagi. Malah Asad yang terjungkal kebelakang membentur lantai..


''Dok, bagaimana keadaan calon masa depanku.? tanya Tuti yang membuat kedua pria itu menoleh..


''Hei!! siapa yang kau bilang masa depan mu! ketus Asad yang jengkel karna apes bertubrukan dengan Tuti..


''Eeii jangan gitu Asad, sekarang nolak nanti bisa ketagihan loh.'' godaan Tuti yang membuat Asad pening kepala jika berhadapan dengan Tuti..


Asad mengenal Tuti dengan Baik, karna Tuti sudah lama bekerja dengan mama Khumairah jadi Asad tau persis dengan otak mesum Tuti yang tiada duanya..


Asad pun melangkah pergi dari ruangan dokter, saat sudah selesai memeriksanya..


''Terimakasih Dok.. '' Ucap Asad pergi..


.


''Tuti kau harus bertanggung jawaaa___ Asad tak meneruskan kata katanya lagi, saat melihat kebelakang tak ada siapapun..


''Aiisshh janda ajaib itu.! gerutu Asad melangkah masuk kedalam ruangan dokter tadi dengan perasaan kesal..


Aaaaiiiiiii...


Tuti mengiris saat telinganya di jewer oleh Asad dan menyeretnya keluar..


''Aaiii Asad sakittttt.''


''Dasar mata jelalatan!! ucap Asad masih menjewer telinga Tuti..


.


.

__ADS_1


...Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian yaa.....


...Nanti siang up lagi.. sok sirik bunga yang banyak yaa biar Author semangat up Lagiiii hehehhe.....


__ADS_2