Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Abizar vs Azam part 2


__ADS_3


.


Kediaman Al Thani.#


Abizar keluar dari kamarnya dan melangkah menuruni anak tangga, untuk pergi bekerja versi dirinya..


''Abi kau mau kemana nak.? tanya pria paruh baya yang tak lain Tuan Thani ayah Abizar dan Azam. ''Kemari dan sarapan terlebih dahulu sebelum pergi.'' ucapnya lagi.


Abizar memejamkan matanya dan berbalik untuk sarapan bersama, walau dalam hatinya enggan melihat orang yang sangat ia benci..


Nyonya Thani menatap tak suka kepada Abizar, sedangkan yang di tatap merasa tak perduli dan mengacuhkan nya..


Tuan Thani menatap putra nya. ''Oh ia nak, ada berkas yang harus kamu tanda tangani.'' Tuan Thani menyodorkan berkas berwarna merah..


Abizar hanya melirik dan menyuapkan roti kedalam mulutnya, Lalu menatap sang Ayah dengan tatapan sulit di artikan. ia mengambil Jus lalu meminumnya.


Gluk.


Gluk.


Aahh__


Abizar meminum jusnya dengan sekali tegukan. Lalu menatap sang Ayah kembali. ''Aku tidak mau tanda tangan, jika ingin tanda tangan diriku. Kirimkan berkas itu ke kantor ku, sehingga skertaris ku bisa memeriksa apa isi di dalam berkas itu.'' tutur Abizar..


''Kau masih mencurigai Ayah nak.?


''Kau fikir aku bisa percaya dirimu begitu saja.? setelah kau telah menipu ibuku.''


''Abizar!! teriak nyonya Thani tak terima jika Abizar mengungkit masalalu.


''Diam kau dasar pelacur sialan, yang sudah berani merusak dan membunuh ibuku.!!


''ABIII.!! teriak Tuan Thani berdiri dari duduknya dan menatap Abizar. Sedangkan Azam diam saja dan tidak mau ikut campur, hatinya masih kesal dengan Abizar. Untuk itu lebih baik dia diam di bandingkan bicara...


''Kenapa.? kau tidak terima istrimu ku sebut pelacur.? Abizar terkekeh meremehkan.


Tuan Thani menghela nafas dan memejamkan matanya, ia mencoba meredam amarahnya. ''Abi Ayah mohon jangan sepeti ini, dimana Abi yang Ayah kenal baik dan penurut.''


''Dia sudah mati, bersamaan dirimu membawa pelacur ini kerumah ku.!! Jawab Abizar melangkah pergi.


''Mohon maafkan Ayah Abi, berapa kali Ayah harus meminta maaf agar kamu bisa memaafkan Ayah ini sudah sepuluh tahun berlalu.''


Abizar menoleh. ''Apa dengan maaf mu, kau bisa mengembalikan ibuku.? aku akan memaafkan dirimu, jika ibu ku bangkit dari kubur.!! Kesal Abizar lalu pergi dari rumah yang membuat nya sesak dan selalu ingin marah jika berhadapan dengan sang ayah. Bayangan ketika ibunya terkena serangan jantung tiba-tiba karna sebuah pengakuan dari sang ayah yang membuat sang ibu shock.


Sedangkan Azam pun berdiri tanpa kata, ia pergi dari meja makan menuju rumah sakit tempat dia bekerja. Ketika Azam berjalan ke parkiran, dia masih melihat Mobil Abizar dengan pintu mobil terbuka, ia pun melangkah menghampiri Abizar..


''Apa kau ingat kata-kataku semalam.? jauhi Suzi, kau tidak pantas mendapat cinta dan kasih sayang Suzi. Karna kau hanya lah pemuda pemabuk dan selalu mempermainkan wanita '' tutur Azam menarik sudut bibirnya..


Abizar menoleh lalu keluar dari mobil menatap Azam dari atas sampai bawah, lalu terkekeh. ''Jika aku tidak pantas, lalu siapa yang pantas? Kau? hahaha pria plin plan yang tidak bisa menepati janjinya.'' ledek Abizar

__ADS_1


''Sialan kau Abi.!! Azam menarik kerah baju Abizar.


Dugh_


Abizar mendorong Azam kebelakang. ''Tidak usah menarik kerah ku jika kau ingin berkelahi..


Bugh..


Abizar meninju muka Azam sangat kencang..


Bugh.


Bugh.


Abizar menyerang Azam dengan berutal, sehingga Azam tidak bisa membalas serangan dari adiknya itu..


''Berhenti.!! teriak Tuan Thani berlari menghampiri kakak beradik yang sedang berkelahi..


''Abizar apa yang kau lakukan nak.?!!


''Apa yang sedang aku lakukan? aku sedang bermain petak umpat PUAS!!


Abizar menarik pintu mobil lalu menutupnya dengan kencang..


Braaakkk.


Abizar melajukan mobilnya keluar dari Qars, Sedangkan Azam mengepalkan tangannya. ''Brengsek.!! umpatnya dalam hati melihat Mobil sang adik sudah pergi..


Azam menggeleng dan langsung masuk kedalam mobil. ''Aku berangkat terlebih dahulu Ayah.'' pamit Azam lalu melajukan mobilnya ke rumah sakit..


.


.


Di Qars milik Lulu.#


.


.


Para khadimah sedang sibuk membuat makanan, karna para madam akan berkumpul nanti siang di rumah Lulu. Terlebih Yanti sudah pulang dari bulan madunya dan akan berkumpul bersama membawa oleh-oleh dari Yunani..


Ketika semua orang sedang sibuk, ada satu khadimah yang sedang berolahraga di belakang Qars. Borkhan yang sedang membuka pintu balkon melihat salah satu khadimah nya yang sedang membuat gerakan yang sangat aneh, seperti ulat keket di siram air panas. Ia pun mengerutkan keningnya dan berjalan ke bawah menghampiri sang istri dan kedua anaknya..


''Sayangg..


''Iyaaa aku di belakang sayangg.''


Borkhan mengangguk dan duduk bersama kedua anaknya yang sedang bermain di ruang Tv..


''Hallo anak anak Abaaa''

__ADS_1


Baby Agam dan Baby Gano tersenyum dan merangkak menghampiri sang ayah, namun terhalang oleh pagar pembatas..


''Nani apa mereka sudah makan.? tanya Borkhan yang di angguki oleh Nani.


''Khalas Baba.''


''Tamam, kau boleh pergi membantu yang lain. Biar aku yang menjaga mereka.'' ujar Borkhan.


Nani pun berdiri dan pergi ke belakang membantu semua orang yang tengah sibuk..


.


.


Sedangkan Di dapur, Lulu tengah memeriksa semuanya..


''Bi Sumiati, apa semua nya sudah beres.? tanya Lulu


''Sudah madam, semuanya sudah beres. Tinggal nunggu mereka datang aja.'' jawab bi Sum yang di angguki Lulu.


''Baiklah.''


Lulu melangkah pergi meninggalkan dapur, namun netra matanya melihat Sinta yang tengah gerasak gerusuk di dekat kolam renang. Lulu yang penasaran melangkah menghampiri Sinta..


''Sintaaa kamu lagi ngapain.? tanya Lulu yang tidak di gubris oleh Sinta.


''Sintaaaa.. Ooyy sintaaaa.! Lulu sudah mulai berteriak karna melihat Sinta yang bergerak dengan lincah..


''Ehh madam.'' Sinta berhenti ketika melihat majikannya berada di depan matanya..


''Kamu lagi ngapain? gerak-gerak kaya gitu kaya orang terkena struk aku lihatin.?


''Aku nggak lagi kerja madam, kerjaan ku sudah selesai semua. Aku lagi senam rawa-rawa ini tuh. Biar nggak terlalu ketat agar sedikit longgar nyi iteung ku madam.'. jawab Sinta yang lagi dan lagi tidak nyambung.


''Ya ampun sintaa, Kau itu bodoh atau apaa? orang lain ingin ketat dan rapet, kenapa kamu ingin longgar pula astagfirullah sintaaa.'' Lulu menggelengkan kepalanya tak habis pikir..


''Heheh dimana madam? mau lah di kenalin sama teman-teman nya baba, siapa tau ada yang nyangkut sama nyi iteung ku dan rawa-rawa ku bisa merasakan kedutan kedutan yang dahsyat gitu..


Plak__


Lulu menepuk jidat. ''Ya Allah sintaaa ngomong jeng maneh mah aing geloo nu aya.'' (Ya Allah sintaa ngobrol sama kamu aku bisa gila yang ada.")


Dengan gemas Lulu pergi meninggalkan Sinta, dia akan meminta Borkhan untuk membawa Sinta ke rumah sakit untuk menyembuhkan kotoran alias conghe yang ada di telinga Sinta. Yang mungkin sudah banyak dan menutupi semuanya..


.


.


...Jangan Lupa tinggalkan jejaknyaa...


...Like Like Like...

__ADS_1


...Kasih Vote jangan lupa bunga sekalian...


__ADS_2