Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
IKSB ~S2. Emut Emutan


__ADS_3

''Apa kamu yakin Nak, dia mau nikah sama kamu?'' tanya sang Ibu menoleh sekilas ke arah Abi, lalu menoleh ke arah sang anak.


Susi mengangguk dan tersenyum, lalu Susi meyakinkan sang Ibu jika Abi benar-benar serius kepadanya hingga Ibu Nita pun mengajukan beberapa pertanyaan untuk Abi.


Susi menjadi terjemah antar keduanya, karna sang Ibu tidak bisa bahasa Arab. Setelah puas mengajukan beberapa pertanyaan, Ibu Nita pun bisa bernafas lega dan merasa tenang.


''Yasudah, kapan rencana kalian akan melangsungkan pernikahan?''


Abi pun dengan mantap mengatakan jika persiapkan semuanya akan di mulai besok, karna Abi tidak mau menunda-nunda untuk menghalalkan sang kekasih dan tidak perlu khawatir masalah keuangan.


Ibu Nita pun setuju dan menyuruh anak dan calon menantunya untuk istirahat, karna tanpa terasa mereka mengobrol sampai melupakan waktu jika ini sudah malam.





Abi yang tidur di kamar ruang tamu, melihat sekeliling dan merasa heran karna barang-barang disini serba kecil dan mungil. Bahkan springbad ukuran satu pun dikira kecil oleh Abi, oh ya salam seberapa tinggi dirimu Abii.


Karna lelah, Abi pun tidak memperdulikan masalah kecil dan mungil tempat tidur yang ada di depannya, ia langsung membaringkan tubuhnya dan mencoba memejamkan kedua matanya untuk menghadapi hari esok dan seterusnya.

__ADS_1


Sementara di kamar Obu Nita, Susi masih mengobrol panjang lebar dan memberikan oleh oleh untuk sang Ibu dan para tetangga.


''Nak'e, oleh-oleh nya kayanya mahal semua ... ko jadi sayang ya di kasih tetangga.''


''Hmm ... jangan mulai deh Mah, jangan serakah. Karna ini semua udah di siapkan oleh Nyonya, dan dia juga yang membelikan ini semua untuk kita.''


''Heheh canda Nak'eee, Mama besok pasti bagikan oleh-oleh ini ... sekalian ngadain syukuran sekaligus memberi tahu tentang pernikahan mu. Mamah juga sudah nyuruh si Bagus lapor rt/rw.''


''Ya udah, Mamah atur aja yaaa ... Susi udah ngantuk mau tidur.''


''Iyaaa sana, besok kalian kan mau nyari gedung.''


Susi mengangguk, sambil pergi dari kamar sang ibu. Namun ketika Susi akan ke kamarnya, ia melihat jika pintu kamar ruang tamu terbuka lebar.


Namun tanpa di duga, Abi membuka matanya dan menarik tubuh Susi hingga Abi menghempit nya.


"Aahh ..."


''Bukan'kah aku ini tampan? sampai-sampai kau memandangiku begitu lama?'' tanya Abi memandang bola mata Susi dengan lekat.


Susi tak bisa menjawab karna mulutnya seakan terkunci.

__ADS_1


Lagi dan lagi Susi melototkan kedua matanya saat Abi tiba-tiba memeluknya. ''Biarkan seperti ini sebentar saja.'' pinta Abi memeluk tubuh Susi dan menenggelamkan kepalanya di leher Susi sambil mengendusnya.


''Abii ja- khem ... Jangan seperti ini, nanti jika Mamah tau kita pasti akan malu.'' bisik Susi. Namun sebenarnya dia lah yang sudah hilang akal, karna jantungnya terus saja berdetak ketika mereka saling berdekatan.


Susi terkejut, ketika ia merasakan ada benda yang bergerak gerak di bawah sana ... dan Susi merasakan jika rasanya **** **** krenyes, saat menempel di pahanya walau terhalang oleh Cemvake.


Jantung Susi takkaruan saat benda yang bernama si Kemed itu yang awalnya kecil dia rasakan, menjadi besar saat Abi bergerak dan mengeratkan pelukannya..


''Ya ampun, sepertinya kualitas Jumbo.'' gumam Susi dalam hati.


Perlahan Abi melonggarkan pelukannya, lalu menatap wajah wanita yang sebentar lagi akan menjadi bagian dalam hidupnya. ''Aku mencintaimu.''


Susi tersenyum kaku dan mengangguk. ''Aku juga akan mencintaimu seringnya waktu, bersabarlah ... karna aku pun sudah mulai menyukaimu Abi.''


Abi tersenyum ...alu secara perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir Susi, namun Abi malah melepasakn pelukannya dan membuat Susi bingung.


''Tidurlah sayang, aku tidak akan melakukan apapun sebelum kamu sudah sah menjadi milikku.'' ucap Abi, yang mana membuat Susi tersenyum lalu berdiri dari ranjang.


''Baiklah, selamat malam.'' Susi melangkah pergi dari kamar dan menutup pintu.


__ADS_1


...••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...


__ADS_2