Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Sadar & kebahagiaan


__ADS_3

Di ruang serba putih dengan alat deteksi jantung yang normal, selama dua hari Borkhan terbaring lemah tak berdaya. Mata yang tertutup secara perlahan terbuka sedikit demi sedikit..


Ceklek..


Pintu kamar mandi terbuka bersamaan dengan Lulu yang sudah selesai menyetor harian alias mbokker..


Ketika melihat Borkhan, Lulu sangat terkejut melihat sang suami membuka matanya..


Lulu sedikit berlari keluar dan memanggil dokter. ''Dok, dok dokter.''


''Ada apa Nyonya.? tanya Suster kebetulan lewat.


''Suami saya bangun, panggilkan dokter yang menangani suami saya.''


''Baik nyonya saya panggil kan.''


Lulu masuk kedalam dengan hati yang bahagia karna Borkhan sudah siuman dari koma nya..


''Alhamdulilah sayang akhirnya kau bangun.''


Cup


Cup


Cup


Lulu mencium punggung tangan Borkhan, dan bersujud syukur atas kesadaran suaminya..


Sedangkan Borkhan yang mendengar suara sang istri, mencoba menajamkan pengkihatannya dikarna kan masih buram dan belum jelas..


Borkhan terus mengedipkan matanya dan perlahan bisa melihat Lulu dengan jelas..


Borkhan melihat sekitar dan merasa bingung dengan keberadaannya. di dalam ingatan terakhir yang dia ingat adalah dia sedang menunggu sang istri di minimarket, setelah itu ia lupa dengan kejadian selanjutnya..


''Kenapa aku di rumah sakit? bukankah aku sedang menunggu Lulu di minimarket.'' gumam Borkhan dalam hati dan menoleh ke arah Lulu yang sedang menangis..


''Sayang kamu baik-baik saja? ada yang sakit hum hisk hisk hisk jangan pernah tinggalkan aku lagiiiii.'' ucap Lulu yang membuat hati Borkhan sakit melihat istri yang dia cintai menangis..


Tak lama dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan pasien nya..

__ADS_1


''Syukurlah keadaan pasien sudah membaik, saya akan memeriksa pasien setelah beberapa jam kedepan.'' ucap dokter lalu menyuruh para suster untuk melepaskan alat yang menempel di tubuh Borkhan..


Setelah semua beres, kini di ruangan serba putih itu hanya tinggal Lulu dan Borkhan..


Lulu duduk memegangi tangan Borkhan. ''Kenapa suamiku diam saja hmm? tidakkah kau ingin berbicara denganku.'' tanya Lulu menatap mata Borkhan..


''Sayangg..'' ucap Borkhan dengan lirih


''Yaa '' Lulu sangat senang akhirnya Borkhan berbicara.


Borkhan memandang Lulu. ''Sayanggg, apaa__ Apa kau sudah mmm memakan eskrim mu.? tanya Borkhan yang membuat Lulu terbengong..


''Apa itu yang ada di pikiranmu? setelah dua hari koma dan membiarkan istrimu menangis terus menerus.'' ucap Lulu mengerucutkan bibirnya.


''Memangnya apa yang terjadi.?


Lulu pun menceritakan bawa dia di tabrak oleh truk, dan koma selama dua hari dua malam..


Borkhan mengerutkan keningnya dan merasa janggal, bukan kah dia berada di parkiran? mengapa ada truk disana. Borkhan pun mengkesampingkan itu semua, dan akan mencari tau nanti setelah dia sembuh..


Borkhan melihat mata Lulu yang membengkak, sudah di pastikan selama dia koma sang istri pasti menangisi dirinya..


''Kemarilah.'' ucap Borkhan merentangkan kedua tangannya, yang membuat Lulu tersenyum..


''Tidak apa-apa. aku sudah sembuh.'' ucap Borkhan mengeratkan pelukannya. ''Peluklah dengan puas guling sejuta pesona ini, aku tau kau sangat merindukan kehangatan tubuhku.''


''Aku merindukan mu, sangat sangat merindukanmu.''


Mereka berpelukan dengan erat, menyalurkan rasa rindu selama dua hari yang mereka lalui dengan sangat menegangkan..


.


.


Lain halnya dengan Tuti yang saat ini, sedang melangsungkan pernikahan sederhana di kediamannya..


Semua para saksi dan para tetangga yang turut hadir, sudah memenuhi rumah Tuti karna mereka ingin menyaksikan pernikahan Bule Mesir menikah dengan janda satu anak..


Asad duduk dengan tenang, namun sebenarnya dia sangat tegang karna ini pertama kali dalam hidupnya melangsungkan pernikahan..

__ADS_1


Tuti keluar dari kamarnya menggunakan kebaya pas di tubuhnya, yang mana membuat Asad tersenyum melihat Tuti yang sedang menunduk dan sesekali meliriknya..


Kini asad dan Tuti duduk berdampingan, lalu Asad menjabat tangan ayah Tuti, dan mengucapkan ijab kabul dalam sekali nafas menggunakan bahasa Arab dengan mas kawin tersebut..


Para tetangga secara bersamaan mengucapkan Sah, ketika Asad selesai mengucapkan kata sakral yang akan mengubah statusnya menjadi suami..


Sedangkan Rian tersenyum lega, ia berharap sang ibu bahagia dengan pasangannya..


Flashback.#


Setelah Rian berbicara dengan Asad. Rian masuk kedalam rumah sementara Asad di ajak ke pabrik oleh ayah Tuti..


Ketika ia akan melangkah ke dalam kamarnya, Rian mendengar sang ibu tengah menangis. Secara perlahan Rian membuka pintu kamar sang ibu yang tengah duduk memandangi poto almarhum Ayah nya..


Rian melangkah dan duduk di samping Tuti.


''Ayah sudah bahagia disisi Allah Buu, jangan terus menangisinya.'' ucap Rian yang membuat Tuti menoleh dan bersender di bahu sang anak..


''Apa keputusan ibu sudah benar? apa kamu benar-benar merestui pernikahan kedua ibu.? tanya Tuti dengan isak tangis tiada henti..


Rian tersenyum, tangannya terlentur mengelus kepala sang ibu dengan lembut dan penuh kasih sayang..


''Ibu berhak bahagia bersama pria pilihan ibu, Rian sangat bersyukur dan ikut bahagia jika ibu bahagia. Jangan pernah pikirkan Bagaimana Rian nanti buk, Rian sudah dewasa dan bisa menentukan masa depan Rian sendiri.'' ucap Rian menghapus airmata Tuti dan mencium kening sang ibu yang sangat dia hormati. ''Tapi ibu harus ingat satu hal, bahwa Rian sayang sama ibu Rian akan bahagia melihat ibu bahagia. Rian sudah cukup menyusahkan ibu dan Rian tidak mau ibu susah payah pencari uang hanya untuk kebutuhan Rian. Berbahagia lah buu..


Tuti menangis dan memeluk anaknya, Tuti merasa sedang berhadapan dengan almarhum suaminya yang bijaksana dengan tutur kata yang bijak serta dewasa..


''Humm hisk maafkan ibu nak, maafkan ibu yang tidak pernah ada untuk mendengar keluh kesah mu sampai saat ini. maafkan ibu yang tidak pernah mengurusmu sampai kau begitu dewasa. Sikap mu mengingatkan ibu dengan Almarhum Ayah mu, apa kau tauuu ibu sangat beruntung memiliki anak sepertimu walau ibu tidak pernah mendidik mu.. terima kasih sayanggg terima kasihhh sudah hadir dan menjadi anakku, kebanggaanku.'' ucap Tuti dengan derai air mata membasahi dada bidang Rian..


Sedangkan Rian mengelus kepala sang ibu dan sesekali mencium pucuk kepalanya..


Flashback off.##


.


.


.


...Jangan lupa tinggalkan jejak ...

__ADS_1


...Semalam mau up keburu ngantuk, ...


...LIKE.KOMEN.VOTE JANGAN LUPA...


__ADS_2