
Sejak awal kumemulai mengenal dunia. Sejak itu juga kumemulai memahami arti hidup. Banyak kisah yang telah aku lewati
Demi mengejar impian..
Semua kisah itu tak dapat ku lupakan dari memoriku. Tentang perjuangan kehidupanku untuk meraih impianku. Walau banyak rintangan yang harus dihadapi. Namun bukan itu yang membuatku harus menyerah.
Karna kehidupan ini butuh kerja keras dan pengorbanan yang luar biasa. Maka itu tak ada kata menyerah sebelum mencapai impian yang penuh harapan..
Send story..
.
Lulu tersenyum ketika sudah membuat status di halaman instragram miliknya, ia melihat jam menunjukkan puluk 6:30 Lulu turun dari kamarnya karna ia sangat lapar.
Lulu sangat cepat lapar bahkan Lulu sudah naik beberapa kg kurun 4bulan kurang, yang mana membuat ia seperti itik jika berjalan..
''Bibiiiii aku sangat laparrr.'' ucap Lulu yang sudah duduk di meja makan..
Bi Sumiati tersenyum melihat majikannya, dan langsung menaruh nampan berisi sarapan yang sehat untuk Luku..
''Ini madam.''
Lulu yang melihat menu sarapannya mengerutkan keningnya, dan menatap bi Sumiati dengan heran..
''Ini apa Bii?
''Ikan salmon bakar, bersama telur dan salad. ini bagus untuk kandungan madam.'' ucap Sumiati.
''Aku tidak mau makan ini, iiiii.'' Lulu menggeser piring ber'isi salmon..
''Madam mau makan apa.?
Lulu berdiri lalu melangkah ke dapur, namun langkahnya terhenti ketika mencium aroma yang begitu familiar.
Hum.. Hum.. Lulu mengendus__
''Baunya enak sekali.'' gumam Lulu, yang mengikuti harum makanan itu hingga ke arah dapur..
Sementara di dapur, Rumi tengah memasak indomie dengan telor setengah matang cabe 2 sedikit sayuran. Rumi tengah mengaduk indomie miliknya dan bersiap akan menyuapkan mie itu kedalam mulutnya..
__ADS_1
''Tungguuuuuu!! teriak Lulu yang membuat Rumi menoleh namun dengan mulut terbuka, karna ia akan memasukkan mie kedalam mulutnya..
''Madam..
Lulu duduk di samping Rumi, melihat isi mangkuk yang membuat mata Lulu berbinar terang saat melihat indomie dengan dua cabe di dalamnya..
''Ini untukku yaa, kamu bikin lagi yang baru.'' ucap Lulu minta
Rumi mau tak mau memberikan mie miliknya, dan menggigit sumpit yang ia pegang saat melihat majikannya memakan lahap indomie nya..
''Indomie kuuuuuuu.''
.
.
.
Sementara disisi lain, Tuti tengah duduk di hadapan cermin dengan tangan tak henti-hentinya meraba kalung berlian pemberian Asad..
Ada se'ulas senyum terbit ketika Tuti mengingat perlakuan lembut Asad, yang mana membuat Tuti sedikit berbunga-bunga membayangkan kejadian semalam..
Asad memperlakukan nya seperti seorang monyet, eh salah. Ratu maksudnya..
Author : Hehehe ma'af ma'af, jangan marah nanti cepet mati.!
Tuti : Ko pribahasanya salah. Kan seharusnya Tua bukan mati.?!
Author :Kan kamu udah tua Ntutttt..!!
Tuti : Mangkannya lain kali ngasih umur tuh jangan asal napa.!!
.
.
.
DORRR__
KONTO*** SINGA.. "Astaghfirallahhhhhh Yantiiiii, bisa gak sih jangan ngagettin.'' sebal Tuti
Heheheh___
__ADS_1
''Lagian ngelamun mulu, ngelamunin apa sih mbaaakk.? tanya Yanti, langsung melotot melihat kalung mewah di leher sahabatnya..
''Ya allaaaaahhhh mbaaaakkk kalung nya bagus bangettt'' teriak Yanti yang mana membuat Tuti menutup kedua telinganya..
''Jangan teriak teriak napa. Budek langsung ini telinga suciku.''
''Heheheh. Jadi dari mana itu kalung.?
''Pemberian si singa.''
Whaaattt!!
''Si singa ngapain ngasih mbak kalung berlian ini? apa jangan jangan Mbak abis ngasih dia pepew yaa.? tuduh Yanti yang membuat Tuti melotot.
Plaaakk..
Aaii...
Tuti memukul bahu Yanti..
''Jangan sembarangan kamu ngomong, ini dia ngasih secara gratis walau sebenarnya aku tau maksud dia.''
''Sudahlah mbak, gak papa kali nikah sama brondong Arab yang tampan nya luar biasa.''
Tuti menghela nafas dan menatap Yanti sedikit lama, yang sedang menyisir rambutnya. ''Yan..
''Hem..
''Aku juga mau pamit sama kamu karna besok aku sama Asad pulang ke Indonesia.'' ucap Tuti hati-hati karna takut Yanti kecewa di tinggalkan..
Yanti diam dan menatap Tuti dari pantulan cermin, menoleh dan melangkah kehadapan Tuti..
''Mbak.'' Yanti berlutut dan memegang kedua tangan Tuti. ''Kau tau mbak. Semenjak pertemuan kita tiga tahun yang lalu, kau sudah aku anggap sodara ku sendiri. Jika kamu bahagia mbak, aku pun ikut bahagia. Seperti kita bahagia saat melihat Lulu menemukan kebahagiannya, kejarlah kebahagian mu mbak karna kau pun berhak bahagia.'' tutur Yanti yang langsung di peluk oleh Tuti..
''Kau tau, aku sangat beruntung bertemu dengan sahabat baik seperti mu dan Lulu.''
Mereka berpelukan dengan erat, saling menguatkan satu sama lain..
.
.
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaaa.....
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE.JANGAN LUPA KASIH BUNGA SEKALIAN YAA....