Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Dua nasib yang berbeda


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Darren memberikan waktu untuk Yanti mengumpulkan uang, sedangkan Yanti dan sang ibu sedang menatap gepokan uang di atas meja..


Mereka saling pandang satu sama lain lalu menatap kembali gepokkan uang itu..


Boleh Yanti jujur, ia tidak mau memberikan semua uang yang ia kumpulkan dengan susah payah. Namun apa mau di kata, nasib sial menimpanya jadi dia harus merelakan uang yang ia tabung untuk selama bekerja menjadi tkw.


Yanti memasukkan tumpukan uang itu kedalam amplop coklat yang cukup besar, lalu memasukkan nya ke dalam tas yang ia sudah siapkan..


''Nak'e apa kamu yakin mau pergi kesana sendirian.? tanya sang ibu yang di angguki Yanti..


''Mau gimana lagi buk. Nasib!


''Jual aja perhiasan ibu nak, bukankah nominalnya jauh di atas uang itu yaa??


''Yanti mau mencoba nego aja deh buk, aku gak mungkin jual perhiasan ibu.'' ucap Yanti.


''Jangan gitu, perhiasan ini juga punya kamu wong ibu beli perhiasan untuk tabungan mu kok Yan.''


''Gak usah lah buk, Yanti pamit dulu yaa.'' Yanti menyalami sang ibu dan pergi dari rumahnya. Sebenarnya ia bisa saja meminjam uang kepada Borkhan, namun ia tidak enak harus merepotkan nya terlebih meminjam bukan sedikit yang mana membuat Yanti malu bercerita..


Yanti berjalan gontai dengan lutut lemas menyalakan motornya menuju perusahaan H.R GROUP. Ia selalu menyalahkan Rendra atas semua yang menimpa dirinya, jika bukan karna dia berselingkuh tidak mungkin dia berada di posisi seperti ini..


''Dasar Anjin********." Teriak Yanti sambil melajukan motor metiknya dengan kecepatan tinggi..


.


.


.


Disinilah sekarang Yanti berada, berhadapan langsung dengan pria tampan dan tegas yang bernama Darren Herlambang. Darren menatap Yanti dengan tatapan dingin dan menusuk


Gluk..


Yanti menelan ludahnya membasahi tenggorokan yang kering, lalu Yanti menyodorkan uang yang dia bawa untuk mengganti rugi kerusakan mobil Darren..


Namun Yanti lebih shock saat melihat Darren melempar uang itu kedepannya..


''Itu semua tidak cukup untuk mengganti mobilku yang rusak akibat ulah mu.'' ucap Darren dingin.


Gluk..


''Tu_tuan saya tidak punya uang lagi, semua uang ini hasil jerih payah saat aku menjadi tkw.'' jujur Yanti karna memang ia sudah tidak mempunyai simpanan lagi di atm nya..


''Jadi intinya kau tidak bisa menyelesaikan dan mengganti rugi.? Baiklah karna kau tidak bisa menyelesaikannya, maka kau harus mau menjadi istri keduaku.!!


Jederrrrr...


Bak di sambar petir di hari yang cerah, Yanti lebih shock saat mendengar pria ini memintanya untuk menjadi istri ke dua secara terang terangan..

__ADS_1


''Ap__apaa!!! Tuan saya tidak mau menjadi duri dalam rumah tangga orang." tolak Yanti secara tegas, dalam benak Yanti pria yang ada di hadapannya ini sudah stres sekaligus gila. Mana ada perempuan yang mau menjadi istri kedua..


Yanti menggeleng. ''Aku tidak ma__


"Cukup jawab ya atau tidak." Sela Darren saat Yanti ingin berbicara.


''Tidak.!!


Bukannya sakit hati, Darren malah menyunggingkan bibirnya dan berdiri menghampiri Yanti yang sedang duduk di depannya..


Darren berdiri tepat di belakang Yanti dan berjongkok. ''Jika kau tidak mau menjadi istri keduaku, kau akan masuk kedalam penjara dan hidup selamanya di sana.'' Daren mencoba menakuti Yanti.


Deg..


Jantung Yanti berdetak kencang, ketika mendengar bisikan Darren tepat di daun telinganya hingga Yanti bisa merasakan hembusan nafas Darren..


Yanti pun mendongkakan kepalanya kebelang..


Deg..


Lagi dan lagi Yanti harus menekan jatungnya, karna wajahnya dan wajah Darren sangat dekat. Sampai sampai hidung mereka yang sama sama mancung tak mempunyai jarak saking dekatnya...


Darren yang melihat pupil mata dari wanita yang sudah dia cap sebagai istri keduanya, begitu lucu dan menggemaskan ia dengan sadar mengecup bibir Yanti yang nampak Alami tanpa polesan lipstik..


Cup..


Yanti melotot tak percaya, jika pria yang baru saja meminta ia untuk jadi istrinya akan langsung mengecup bibirnya tanpa permisi..


''Mau tidak mau, kau harus menjadi istri keduaku.'' ucap tegas Darren yang tidak mau di tolak..


Tanpa kata Yanti berdiri dan membawa uangnya keluar dari ruangan Darren, dengan perasaan dongkol sekaligus kesal karna Darren menciumnya..


Namun di lobby ia bertubrukan dengan Rendra..


Duggghh__


Aaww__


Yanti dan Rendra saling pandang, sedangkan Yanti menatap benci Rendra.


''Kaauu!! tunjuk Yanti. ''Apa kau tidak punya mata HAH?!! minggirrr.'' Yanti mendorong Rendra yang masih diam di tempat saking shock melihat mantan istrinya berada di kantor dimana ia bekerja..


Ia menoleh. ''Yan__ Yanti tungguuuu.'' teriak Rendra berlari menyusul Yanti..


Sedangkan di ruang, Darren tersenyum sambil memegangi bibirnya sejak pertama kali berjumpa dengan Yanti, Darren sedikit tertarik dengan kemolekan tubuh Yanti. Terlebih Yanti yang judes dan tak mudah untuk di tindas menyakinkan Darren untuk memilikinya..


.


.

__ADS_1


Sementara di negara yang berbeda.##


Azam menatap Susi dengan seksama, ia meminta maaf secara langsung perihal kejadian kemarin malam atas sikap keluarga nya yang membuat Susi sakit hati..


''Aku sudah melupakan itu semua ko, dan memaafkan apa yang sudah di ucapkan oleh keluarga mu.''


Azam tersenyum dan mengelus kepala pacarnya. ''Dengarkan aku, besok aku akan pergi ke luar negri untuk menyelesaikan sesuatu yang belum terselesaikan.'' ucap Azam membuat Susi mengerutkan keningnya..


''Bukankah kau selalu ke laur negri? tumben-tumbennya pamit denganku.? tanya Susi.


''Ini berbeda Suzi, aku tidak tau berapa lama aku akan disana.''


Susi melepasakan gengaman tangannya, dan melihat kedua bola mata Azam ia mencari tau apa pria di depannya ini sedang berbohong atau tidak. Namun yang dia lihat Azam berkata yang sebenarnya, Mata Susi langsung berkaca-kaca hatinya sakit di tinggal oleh orang yang di cintai..


''Heii jangan menangis, mari kita berjuang bersama-sama.'' ucap Azam membelai pipi Susi lalu memeluknya.


''Berapa lama? berapa lama kau akan pergi dan kembali.?'' tanya Susi di sela mereka berpelukan.


''Aku tidak tau berapa lama aku akan berada jauh darimu, tapi yang aku harapkan semoga kau masih setia menungguku.'' Azam mengeratkan pelukannya saat merasakan bahunya basah terkena airmata Susi..


''Aku mencintai mu Suzi, aku sangat mencintaimu maukah kau menungguku.?


Hiks hiks hiks hiks


Tak ada jawaban dari Susi, ia hanya menangis dalam diam tanpa suara.


Azam melonggarkan pelukannya dan menghapus air mata di pipi Susi..


''Jangan menangis. Cup.'' Azam mencium kening Susi dan mengeluarkan satu kotak cincin lalu memakaikan nya di jari manis Susi.


''Pakailah ini sebagai pengikat unukmu, jika kau merindukan diriku kau bisa melihatnya dan membayangkan jika aku berada di dekatmu.''


Susi tersenyum walau di paksakan.


''Aku mencintaimu Azam.''


''Aku lebih mencintaimu Suzi.''


Susi dan Azam saling berpelukan tanda perpisahan, sementara Author tersenyum devil di jok belakang hehehe..


.


..


...Jangan lupa tinggalkan jejak ...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


Vote

__ADS_1


Vote


Kirim bunga boleh dong buat malam mingguan heheh apa lagi kopi beuhhhhh senang banget Author tuh..


__ADS_2