Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Sinta terkejut


__ADS_3

''Sayangg.''


Lulu berdiri ketika melihat Borkhan melangkah ke arahnya..


Borkhan memegang kedua bahu Lulu. ''Semuanya akan baik-baik saja, aku juga sudah menyuruh Asad untuk memperketat penjagaan. Aku yakin jika Laila cepat atau lambat akan menemui kita..


''Tapiii bagaimana dia bisa kabur.?


''Seorang polisi membantunya kabur, dengan sogokan uang yang sangat banyak.''


''Aku takutt, dia mencelakai mu dan kedua anak kita.'' Lulu memeluk Borkhan..


''Aku tidak akan membiarkan dia melakukan sesuatu kepada keluarga kecil kita. Yakin lah bahwa semua akan baik baik saja.''


Lulu mengangguk dan memper'erat pelukannya, Borkhan mengelus pundak Lulu untuk menenangkan sang istri..


.


...........


Sedangkan di tempat terpencil, Laila sedang melihat lautan yang luas yang ada di depannya sambil memegang poto pernikahan dirinya dan Borkhan beserta poto Isro anaknya..


''Kau bahagia disana, sedangkan diriku tersiksa di balik dinginnya jeruji besi. Aku dengar jika kamu sudah mempunyai dua anak yang sangat lucu? emmm bagaimana jika mereka pergi meninggalkan kalian hah? apa kalian akan sedih dan terpuruk.?''


Laila membakar poto itu dengan tatapan benci. ''Jika aku tidak bisa bahagia? kau pun jangan berharap bahagia Borkhan!! Terlebih keluarga Arrasid. Aku membenci kalian semuaaaaaaa Aaahhhhkkk.'' Laila berteriak histeris lalu tak lama dia tertawa hahahahaha..


''Tapii, aku keluar hanya ingin bertemu dengan mu Borkhan. Aku sadar salah dan aku yakin di dalam lubuk hatimu masih ada namaku.'' ucap Laila pergi ke kamarnya dan beristirahat di ranjang yang sangat dia rindukan lalu terlelap tidur...


...........


Sedangkan kepanikan terjadi di kediaman Lintang, yang sama khawatirnya dengan Lulu. Lintang pun takut jika keluarganya akan mengalami hal buruk seperti dulu lagi..


Lintang pun menelpon dan menyuruh semua orang untuk berkumpul di rumahnya dan membahas masalah si Laila..


Sore hari pun berlalu, kini ke empat wanita sudah berkumpul dan saling diam saat memikirkan Laila..


''Aku heran deh, gak di Indonesia gak dimana mana, kenapa polisi itu suka banget jika di sogok pake duit.!! Tuti Sudah mulai geram dan mengelus perutnya yang buncit, dan membaca mantra ''Amit amit cabang bayi saturut turutna.''

__ADS_1


''Kenapa si lampir itu gak di hukum gantung aja sih dulu, kesel kan jadinya harus berurusan lagi dengan wanita satu itu.! gerutu Yanti.


"Tuntutan kita mintanya seperti itu, tapi jika hakim sudah ketuk Palu kita bisa apa.? jawab Lintang yang di angguki Lulu


Mereka berempat menghela nafas secara bersamaan. Lalu memikirkan cara bagaimana menjebak Laila agar masuk jeruji besi lagi. Tapi sekeras apapun mereka berfikir, mereka berempat yang memang mempunyai otak yang ngeres dan omese tidak bisa berpikir jernih untuk menyusun rencana..


''Udah aku angkat tangan.! Lintang terlebih dahulu menyerah.


Heheheh.


Lulu pun terkekeh dan mengangkat tangannya juga. ''Aku juga sama, otakku sedang berada di toko sepatu kaya nya.''


''Ya sudahlah la Yaaa, biarkan waktu berjalan dengan sendirinya. Yang terpenting kita jaga diri dan keluarga kita.'' ucap Tuti di angguki ketiga wanita yang otaknya sama semua...


.


...........


Ke esokkan pagi#


Seorang wanita sudah berada di sebrang jalan mengintai Qars milik mantan suaminya. Laila sudah duduk manis sedari tadi dan menunggu seseorang keluar untuk di ajak kerja sama..


Ketika dia sedang ngedumal, seorang khadimah keluar dari gerbang yang mana membuat Laila semangat empat lima..


''Apa dia pembantu baru? baguslah, itu lebih baik di bandingkan pembantu lama yang sudah pasti setia dengan Borkhan. ''


Laila melajukan mobilnya dan mengikuti taksi itu, Sedangkan di dalam taksi ternyata Sinta yang akan pergi ke super market yang akan membeli sesuatu..


Sinta sedang memeriksa tas nya dan mencari alat pendengar yang di belikan oleh majikannya namun alat itu tak ada..


''Apa ketinggalan yaa? oh ya ampunn jika balik lagi udah jauh, huuffftt ya sudah lah biarkan saja. Nanti biar aku tulis pake kertas jika orang mau berbicara denganku.'' ucap Sinta memasukkan barang-barang nya kembali kedalam tas..


Tak berapa lama Sinta sudah sampai di depan super market, lalu keluar dan memberikan ongkos kepada supir taksi. ''Ini pak, jangan sungkan dan tidak enak hati. Ambil saja kembalian nya.'' ujar Sinta pergi meninggalkan supir taksi yang masih terdiam memandang Sinta..


''Kembalian apanya ? orang duitnya pas woooyy.'' teriak supir taksi lalu pergi..


Laila menunggu di dalam mobil, dia tidak bisa masuk kedalam super market sana karna banyak nya Cctv yang akan dengan gampang menangkap dirinya..

__ADS_1


Beberapa menit Laila menunggu, akhirnya dia bisa melihat Sinta keluar dengan dua kantung plastik di tangannya. Laila pun keluar dari mobil dan menghampiri Sinta..


''Heii kamu tunggu.!! teriak Laila namun Sinta tak mendengarnya.


''Heeiii dasar perempuan bodoh tunggu.! Laila mencengkram tangan Sinta yang akan menyebrang hingga membuat sang empu langsung menoleh ke arah belakang..


''Siapa kamu? Tanya Sinta.


''Kamu khadimah nya Borkhan, aku ingin berbicara dengan mu.!


''Hah, apa? siapa yang copet! jangan sembarangan kalau ngomong.! Setak Sinta membuat Laila heran.


''Siapa yang bilang kamu copert? aku hanya ingin berbicara dengan mu sebentar. Ayo ikut aku.'' Laila menyeret Sinta.


''iihh jangan seret-seret aku. Kamu mucikari yaa Tolonggg Tolonggg.'' Sinta berteriak namun tangannya menggenggam erat Laila agar tidak kabur.


Sedangkan Laila melototkan matanya saat Wanita aneh di depannya ini berteriak dan memanggilnya mucikari. ''Heiii dasar wanita aneh penghuni neraka, siapa yang mucikariii dan berhenti berteriak membuat kegaduhan dasar bodoh.!! Sentak Laila melihat kanan kiri..


''Tuhkan tuhkan kamu mau menjualku, aku akan membawa mu ke kantor polisi.''sekarang Sinta lah yang menyeret Liala ke jalan raya dan memberhentikan taksi, namun karna Laila meronta dan memberontak untuk di bawa ke kantor polisi. Yang mana tangan Sinta yang sedang memegangnya terlepas membuat Laila terjungkal dan jatuh terlentang di jalan raya, tanpa bisa menghindari mobil di depannya yang melaju dengan cepat..


Aaahhhhh__


Teriak Laila saat mobil di depannya akan menabrak dirinya..


Braaakkk__


Tubuh Laila tergeleng oleh mobil Rubicon, yang mana membuat Sinta terkejut dan berteriak. ''Aaaaahhhhh Anyone please heeeeleeeppp.'' teriak Sinta dengan badan menggigil, bagaimana tidak. Sinta harus menyaksikan seseorang tergeleng di depan matanya dan berlumuran darah..


Semua orang bergegas menolong dan melapor posisi, sedangkan Sinta teriam dengan pandangan kosong. Lalu di bawa ke kantor polisi untuk memberikan keterangan, karna beberapa orang menyaksikan pertengkaran mereka..


.


.


...***Jangan lupa tinggalkan jejak ...


...Vote Vote Vote yaaaa.. bunga pun boleh jika kalian punya.....

__ADS_1


...Sorry ziyeng kalau masih ada typo yang tak terlihat.....


...πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–***...


__ADS_2