Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Kebahagiaan


__ADS_3

...Tolong untuk pasukan Transparan, yang suka lupa ngasih Like di karya ini Author mohon yaa jangan lupa tinggalkan jempol kalian untuk karya ini. Sebuah Like mungkin tidak berarti buat kalian, namun untuk para Author itu sangat berarti karna membuat para penulis semangat untuk up bab selanjutnya.....


.


.


Borkhan dan Lulu sudah sampai di parkiran apartemen milik mereka, tangan kekar Borkhan tak lepas dari tangan kecil sang istri. Terlebih Borkhan sangat bahagia karna si kemed tidak perlu berpuasa, karna sang dokter bilang boleh melakukan pepew mempepew..


.


Beberapa menit yang lalu.#


.


''Dok, selama kehamilan istri saya apa boleh kita melakukan ***.? tanya Borkhan yang mana membuat Lulu langsung mencubit tangan Borkhan karna malu.


Sang dokter tersenyum. '' Tentu saja tuan Borkhan, anda bisa melakukannya namun frekuensinya harus di turunkan yaa. Karna kehamilan istri anda masih rawan dan harus di jaga dengan sangat hati-hati.'' ujar Dokter


Dokter pun memberi tahu kepada Borkhan seputar kehamilan, dan apa saja yang boleh di makan untuk ibu hamil agar janin kuat dan berkembang. Tak lupa juga memberi resep vitamin dan meng'anjurkan untuk meminum susu..


Lulu dan Borkhan mengangguk secara bersama, setelah mendengar penjelasan dari sang Dokter..


.


Balik di waktu sekarang.#


.


Lulu duduk di sofa, sementara Borkhan mengambilkan minum untuk sang istri..


''Ini minumlah sayang.'' Borkhan menyodorkan satu gelas air putih.


''Kenapa kau repot-repot mengambilkannya sayangg, biar aku sendiri yang mengambilnya.'' ucap Lulu namun tak ayal dia langsung meminum air putih itu..


''Tidak apa-apa sayang..


Borkhan terus saja mengelus perut lulu yang masih datar, Borkhan masih tak menyangka jika ada mahluk kecil yang hidup di perut sang istri Dan sebentar lagi akan memanggil nya Baba..


Borkhan begitu bahagia pokoknya tidak ada titik mau pun koma, bahkan senyumnya tak pernah luntur sedari tadi. Borkhan tak pernah merasakan sebahagia ini, bahkan dulu ketika ia masih menikah dengan Laila..


Tanpa Borkhan sadari, jika dia selalu membandingkan sifat Laila dan Lulu..


''Sayang, tunggu di sini dulu karna aku akan mengabari bibi Zulaikha.''


''Aku ingin pergi ke kamar saja, badanku lelah sayang.''


''Baiklah, ayo aku antarkan.''


''Tidak perlu sayang, aku bisa sendiri.''

__ADS_1


''Baiklah hati-hati.''


Lulu mengangguk dan langsung berjalan ke lantai atas, setelah melihat sang istri sudah sampai di atas. Borkhan langsung mengambil ponselnya dan menghubungi sang bibi..


Cukup lama ia menunggu, akhirnya terdengar sapaan di ujung telpon sana.


''Hallo.


''Asalamualaikum Bi.


''Walaikum salam sayang, bagaimana kabat kalian? apah kalian sudah pulang dari Indonesia? tanya sang bibi.


''Kabar kami baik Bibi, dan kami juga baru pulang. Aku mempunyai kabar bahagia untuk Bibi..


''Kabar apa sayang?


''Sebentar lagi aku akan menjadi seorang Baba.'' ucap Borkhan dengan menggebu.


''Benarkah? Ya Allah selamat sayang bibi turut bahagia mendengarnya, besok kita semua akan merayakannya di apartemen mu hah.'' ucap sang bibi, bersujud syukur karna sang keponakan akan menjadi ayah sekaligus ia akan mendapatkan cucu baru..


Mereka pun berbicara panjang kali lebar, yang membuat Borkhan lupa waktu jika sudah curcol dengan sang bibi.. Karna semenjak sang ibu meninggal, Borkhan selalu menceritakan apapun kepada sang bibi karna sedari dulu ia dan bibi Zulaikha sudah dekat..


30mnt sudah mereka berbicara, akhirnya Borkhan berpamitan dan mematikan ponselnya. Ia langsung menyusul sang istri yang berada di kamar mereka, dilihatnya Lulu sudah tidur sangat pulas hingga tak merasakan jika Borkahn mengelus pipinya..


Borkhan membelai pipi sang istri dengan lembut penuh dengan kasih sayang, sesekali mencium kening turun ke perut..


Borkhan teringat sesuatu, dan langsung menelpon Asad dan mengabarinya Kabar bahagia ini. Ia pun meminta Asad untuk mengecek apa Qars (Mansion) yang ia bangun sudah selesai apa belum, karna ia tidak akan membiarkan sang istri tinggal selamanya di apartemen..


''Saya mengerti tuan, adakah hal lain yang kau perlukan? tanya Asad.


''Tidak, itu sudah cukup dan yaa kabari Yanti dengan Tuti untuk besok datang kesini, karna besok akan mengadakan makan malam di kediamanku.''


''Baik Tuan.


Borkhan pun mematikan sambungannya dan langsung menyusul Lulu tidur..


.


.


.


Sedangkan Asad tersenyum, lalu memanggil orang untuk menyuruh Tuti pergi keruangannya..


Tuti benar-benar muak dengan tingkah si singa satu itu, karna terus mengerjainya dan selalu memaksa kehendaknya..


Seperti tadi pagi, Tuti harus menemani Asad sarapan sebelum bekerja di ruangannya. Padahal Tuti sudah sarapan dengan Yanti sebelum berangkat ke lestoran..


Alhasil perut Tuti kekenyangan, hingga ia tidak bisa leluasa bergerak..

__ADS_1


Tok..


Tok..


Ceklek.


Yanti membuka pintu dengan muka tidak bersahabat..


''Sekarang apa lagi.?


''Ada apa dengan raut wajahmu, tidak seperti biasanya?''


''Tidak usah memikirkan raut muka ku, apa yang mau kau bicarakan.'' ucap Tuti yang sudah duduk di sofa sambil menyender dan melipat tangannya..


Sedangkan Asad memandangi wajah Tuti dengan intens. ''Aku sudah menyiapkan dokumen persiapan pernikahan kita, apa kamu sudah siap.? tanya Asad yang membuat Tuti langsung menegakkan posisinya..


''Apa kau sudah gila? aku sudah bilang aku tidak mau menikah denganmu.!!


''Dan aku pun sudah bilang jika tidak ada penolakkan untukku!! tegas Asad yang membuat Tuti mendengus sebal.


''Dasar anak kecil labil, tukang maksa, apa kau tidak malu menikah dengan tante tante sepertiku.?!


''Heii jangan panggil aku anak kecil, dan untuk apa aku malu menikahi mu! perbedaan kita hanya 11 tahun saja. apa salahnya? kau lihat Tuan Borkhan saja menikah dengan sahabatmu dan perbedaan mereka lebih jauh di banding dengan kita.'' tutur Asad.


''Itu jelas beda Yaa singaaaaa.'' gemas Tuti


''Heii kau tidak sopan dengan calon suami mu meledek dengan kata singa. apa itu singa.? tanya Asad.


''Bukankah nama mu Asad.?


''Hah.


''Asad yang artinya dalam bahasa Indonesia itu Singa, aku tidak meledek mu.!!


''Sudahlah kenapa kita bahas namaku.!! besok kau dan Yanti Libur, karna kita akan pergi ke apartemen Tuan Borkhan untuk merayakan kebahagiaannya. ''


''Kebahagiaan? kebahagiaan apa, bukankah mereka ada di Indonesia?


''Mereka sudah pulang tadi.'' ucap Asad berdiri mendekati Tuti yang duduk di sofa..


''Heii anak kecil kau mau apa.? tanya Tuti mundur, ketika melihat Asad mendekat ke arahnya..


''Aku akan menghukum bibir mu, karna selalu meledekku anak kecil.'' ucap Asad tersenyum menyeringai, yang mana membuat Tuti langsung menutup mulut dengan kedua tangannya..


.


.


.

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak yaa ...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2